Tzu Ching Camp: Semangat Tim Konsumsi
Jurnalis : Juliana Santy, Fotografer : Feranika Husodo (He Qi Utara), Juliana Santy
|
| |
| Salah satunya adalah tim konsumsi. Persiapan telah mereka lakukan sejak satu minggu sebelumnya dimulai dengan membersihkan dapur yang akan digunakan. Saat itu semua peralatan dapur yang tadinya tertata pada tempatnya tiba-tiba semua bergeser dari posisinya, rak-rak peralatan pun dipindahkan, air menggenang di mana-mana, sesaat keadaan dapur tampak seperti “kapal pecah”. Namun semua yang dilakukan adalah untuk membersihkan dapur yang agak kotor karena sudah jarang digunakan. Setelah usai membersihkan, dapur tampak kembali seperti semula, namun dengan keadaan yang tampak jauh lebih bersih dan nyaman. Mereka mau melakukan hal ini karena konsumsi adalah salah satu bagian yang penting dan mereka ingin saat menyiapkan makanan di dapur yang bersih dan steril sehingga kesehatan makanan pun lebih terjamin. Dari Tzu Ching untuk Tzu Ching
Keterangan :
Usai menyiapkan sarapan, mereka harus kembali bersiap-siap untuk menyiapkan menu makan siang. Begitu pula setelah makan siang usai, mereka harus mulai menyiapkan makan malam. Semua menu yang disiapkan adalah menu vegetarian tentunya, dan kali ini mereka pun mendapatkan tantangan untuk memasak setiap makanan tanpa menggunakan bumbu berupa bawang. Tantangan pun mereka jawab dengan hasil dari setiap masakan. Mereka membuktikan bahwa memasak makanan vegetarian itu mudah, enak, dan setiap orang dapat memasak makanan vegetarian. Mereka yang ada di dapur ini bukanlah orang-orang yang ahli memasak. Mereka adalah muda-mudi yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan ada yang sudah bekerja, dan tentu memasak bukanlah pekerjaan utama mereka. Lalu kenapa mereka dapat memasak? Karena mereka menyukai kegiatan memasak, dan yang utama adalah karena mereka pemberani, mereka berani mencoba hal-hal baru, berani mengemban sebuah tanggung jawab, dan berani lelah untuk melayani setiap orang. Suatu kebahagiaan bagi mereka jika setiap peserta camp dapat menikmati dan menghabiskan makanan yang disajikan.
Keterangan :
Tak hanya menyiapkan makanan di dapur saja, mereka juga berbagi tugas untuk menghidangkan semua makanan di ruang makan dan yang bertugas mencuci peralatan makan. Sulit bagi mereka untuk beristirahat, tetapi pekerjaan terasa ringan karena teman-teman dari tim lain pun ikut membantu pekerjaan tim konsumsi ini. Lelah pun dapat hilang karena suasana yang selalu ceria, penuh tawa, dan semangat hingga tak terasa kegiatan memasak mereka pun usai pada tanggal 27 November 2011. Walaupun peserta banyak yang sudah pulang pada sore harinya, mereka juga masih menyiapkan makan malam dan minuman untuk teman-teman peserta yang berasal dari luar kota dan panitia yang masih bekerja membereskan semua tempat hingga malam. Awal yang indah berakhir pula dengan indah untuk tim konsumsi. Benar-benar salut dengan semua Tzu Ching yang terlibat dalam tim konsumsi dan tim lain yang juga ikut membantu tim konsumsi. Mereka mulai belajar untuk mandiri. Mereka benar-benar luar biasa, walaupun kondisi di dapur panas, tetapi hati mereka tidak cepat panas. Mereka bekerja dengan sepenuh hati, bekerja sama dengan baik dan mampu mengendalikan emosi. Mereka juga tetap saling perhatian dalam satu tim. Tiada kata lagi untuk mereka selain luar biasa. | ||
Artikel Terkait
Menjaga Kali Ruar Tetap Bersih
04 September 2019Untuk menjaga kebersihan Kali Ruar tetap terjaga, relawan Tzu Chi bekerja sama Dinas Lingkungan Hidup, dan Nexus Global memasang jaring untuk menahan sampah plastik. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, 31 Agustus 2019 dan melibatkan 82 orang relawan dan masyarakat.
Donor Darah, Tindakan Sederhana yang Bermanfaat
26 Juni 2024Untuk memenuhi kebutuhan pasokan stok darah Palang Merah Indonesia (PMI), Tzu Chi Bandung bekerja sama dengan PMI kembali mengadakan donor darah.
Bulan Tujuh Penuh Berkah: Pekan Amal Tzu Chi untuk Warga Desa Cengklong
19 Agustus 2022Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-77, relawan Tzu Chi di He Qi Barat 1 mengadakan acara Pekan Amal yang menjual pakaian sangat layak pakai di dua lokasi, yaitu di Vihara Kham Sie Bio, dan di Klenteng Hok Tek Cen Sen, Kabupaten Tangerang.










Sitemap