Uluran Tangan bagi Korban Banjir

Jurnalis : Yenny (Tzu Chi Medan), Fotografer : Saliman (Tzu Chi Medan)
 
 

fotoHujan deras mengakibatkan air Sungai Deli meluap hingga rumah-rumah warga di bantaran terendam banjir hingga atap.

Empat unsur alam yang sudah tidak seimbang menyebabkan penderitaan di mana-mana. Bencana satu per satu terjadi di setiap belahan dunia. Bencana banjir yang terjadi di Medan seperti ikut mengingatkan manusia untuk mau menjaga dan melindungi alam. Hujan yang terus mengguyur dengan deras sejak malam pada tanggal 5 Januari 2010 menyebabkan Sungai Deli meluap dan merendam sebagian Kota Medan. Kondisi banjir yang terparah menimpa Kecamatan Medan Maimun yang sebagian besar cakupan areanya berada di sekitar Sungai Deli.

Pada tanggal 6 Januari 2011, pukul 09.00 WIB, 4 orang relawan Tzu Chi Medan langsung menuju ke lokasi terparah, yakni di Kelurahan Hamdan untuk melakukan peninjauan dan survei. Setelah mendapat informasi yang jelas, dalam beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 12.30 WIB di pelataran Mesjid Al Husna Dian Al Mahri yang juga menjadi dapur umum, relawan Tzu Chi Medan membagikan nasi bungkus kepada warga yang tertimpa musibah banjir. Informasi ini langsung disambut baik oleh Kepala Lingkungan setempat yakni dari Lingkungan VIII dan Lingkungan IX yang langsung mensosialisasikan warganya untuk menuju ke lokasi pembagian.

“Banjir kali ini sama seperti banjir 10 (sepuluh) tahun yang lalu!” ujar Ratmi, salah satu warga Lingkungan VIII. “Banjir ini datangnya sangat cepat. Kira-kira jam 1 malam, kita sedang tidur terdengar orang-orang teriak, ‘Banjir…! Banjir!’ ” tambahnya. Rumah-rumah yang berada di sekitar bantaran Sungai Deli terendam hingga atap rumah warga. Ratmi bersama keluarganya tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya dari rumah karena air datang begitu derasnya. Barang-barang yang terselamatkan hanyalah yang melekat di badan.

foto  foto

Keterangan :

  • Berlokasi di pelataran Masjid Al Husna Dian Al Mahri, relawan Tzu Chi dengan sigap menyiapkan pembagian nasi bungkus bagi para warga korban banjir. (kiri)
  • Dengan penuh rasa hormat dan dalam waktu singkat, relawan Tzu Chi membagikan nasi bungkus untuk meringankan penderitaan mereka yang terkena musibah. (kanan)

Relawan Tzu Chi langsung membagikan 450 bungkus nasi kepada 54 keluarga dari Lingkungan VIII dan 100 keluarga dari Lingkungan IX, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. Dan pada hari yang sama, Tzu Chi Medan juga membagikan 1.200 kotak nasi dan 28 kotak air minum kemasan untuk Kelurahan Sunggal Kanan dan Kelurahan Tanjung Gusta Lingkungan I, II, dan III Kecamatan Medan Helvetia. Kebanyakan warga yang menerima nasi bungkus ini sudah tidak asing dengan Yayasan Buddha Tzu Chi karena adanya siaran DAAI TV. Warga merasa tersentuh karena respon Tzu Chi yang sangat cepat dalam memberikan pertolongan. Semoga bencana banjir ini dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

  
 

Artikel Terkait

Memberi Manfaat Bagi Sesama Manusia Demi Menjalin Jodoh Baik

Memberi Manfaat Bagi Sesama Manusia Demi Menjalin Jodoh Baik

25 Juli 2022

Dengan berseragam Tzu Chi, empat relawan He Qi Barat 1 berangkat bersama-sama menuju ke Gedung Tzu Chi Hospital, PIK untuk bersumbangsih sebagai Relawan Pemerhati Rumah Sakit.

Menjadi Bodhisatwa Mandiri

Menjadi Bodhisatwa Mandiri

25 September 2012 Mengaitkan pada tema bulan lalu ‘Berbakti kepada Orang Tua’. Menjadi seorang Xiao Pu Sa yang baik, hal pertama yang harus ditanamkan adalah menjadi seorang anak yang dapat berbakti kepada kedua orang tua. Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai wujud bakti. Antara lain, menjadi anak yang mandiri.
SMAT di Toko Bali Jaya

SMAT di Toko Bali Jaya

05 Juni 2014 relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun kembali mensosialisasikan celengan bambu. Kegiatan Sosialisasi Misi Amal Tzu Chi (SMAT) kali ini di adakan di toko Bali Jaya, bangunan baru berdiri beberapa bulan lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh para karyawan maupun karyawati dan warga sekitar toko Bali Jaya. Walaupun dengan kondisi yang demikian, tak menyurutkan niat para relawan untuk terus berjuang dengan semangat mensosialisasikan celengan bambu kepada seluruh karyawan toko Bali Jaya.
Kendala dalam mengatasi suatu permasalahan biasanya terletak pada "manusianya", bukan pada "masalahnya".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -