Waisak 2555: Keyakinan dan Ketulusan
Jurnalis : Juliana Santy, Fotografer : Anand Yahya, Dimin, Feranika Husodo, Oktavianus (Rel. Dok. Tzu Chi)|
|
| ||
| Perayaan besar yang selalu diadakan setiap tahun oleh insan Tzu Chi di berbagai negara ini memiliki makna memperingati Hari Waisak untuk membalas budi luhur Buddha, memperingati Hari Tzu Chi Sedunia untuk membalas budi luhur semua makhluk, dan memperingati Hari Ibu Internasional untuk membalas budi luhur orang tua. Lantai 4 Aula Jing Si yang menjadi tempat dilakukannya prosesi upacara pemandian rupang Buddha ini dipadari sekitar kurang lebih 4.000 orang. Biarpun ramai, namun acara ini tetap berlangsung dengan khidmat, tertib, dan indah, diiringi dengan panduan dari pembawa acara yang mengucapkan aba-aba dengan 3 kalimat, yaitu Li fo zu, Jie hua xiang, zhu fu ji xiang. Kalimat tersebut memiliki makna, membersihkan kekeruhan batin dan kembali pada kemurnian hati bagai anak kecil. Saat mengambil bunga, menerima harumnya keluhuran ajaran Buddha serta membangkitkan keyakinan dan ketulusan dan kalimat terakhir bermakna dengan hati yang murni terjun ke masyarakat untuk berdana dan berbuat kebajikan. Salah seorang pengunjung yang mengikuti upacara ini, Tatiana Huang, merasa perayaan Waisak di Tzu Chi agak berbeda, namun karena juga memperingati Hari Ibu, ia pun menjadi sedih saat teringat jasa-jasa ibunya yang sempat sakit dan melakukan operasi. “Karena selama ini kadang suka agak keras sama ibu,” ungkapnya.
Keterangan :
Pameran Budaya Humanis dan Kunjungan ke Tzu Chi School
Keterangan :
Para pengunjung yang hadir pun tampak antusias dan dengan seksama memerhatikan rekaman sejarah yang tertuang dalam poster-poster tersebut. “Kita jadi tahu sejarah Tzu Chi dari awal. Banyak (manfaat) yang bisa kita ambil dan menjadi tahu jika Tzu Chi itu dibangun dengan tidak mudah pada awalnya,” kata Lia, salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarga besarnya. Begitu pula dengan seorang pengunjung yang bernama Willy. Walaupun tidak dapat mengikuti prosesi upacara pemandian rupang Buddha karena terlambat datang, namun ia tetap hadir datang untuk melihat pameran poster. “Pameran ini bagus, mendidik, dan positif,” ungkap pria yang sudah menjadi donatur Tzu Chi ini. Setelah selesai mengikuti upacara pemandian rupang Buddha Rupang dan melihat-lihat di lokasi pameran poster, para pengunjung pun melakukan kunjungan ke Tzu Chi School yang berada di sebelah gedung Aula Jing Si. Antusiasme para tamu pun tampak ketika memasuki ruang sekolah dan berkeliling di dalamnya. Kunjungan ke sekolah yang mengajarkan pendidikan budaya humanis ini juga dilakukan oleh para donatur Tzu Chi, salah satunya, Liu Chien Liang. Ia sudah lama mengenal Tzu Chi sejak tahun 2003. “Upaya untuk memperluas pengaruh Tzu Chi dan cita-citanya untuk membantu mereka yang kurang mampu rasanya di Indonesia sudah cukup berhasil. Setiap kali terjadi bencana, atau upaya membersihkan lingkungan insan Tzu Chi selalu hadir. Dan sekarang, Sekolah Tzu Chi mulai memperluas perlengkapan hardware-nya, serta memberikan career education untuk generasi ke depan,” ungkapnya. | |||
Artikel Terkait
Kepedulian Tzu Chi untuk Semua
12 April 2016
Keinginan Untuk Berbuat Kebajikan
07 Mei 2013 Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan pada minggu ketiga setiap bulannya dan pada bulan depan (Mei 2013) kegiatan pelestarian lingkungan akan dilakukan pada minggu pertama setiap bulannya.Meringankan Duka Para Pengungsi di Wamena
03 Oktober 2019Relawan Tzu Chi Biak memberikan perhatian dan bantuan kepada para pengungsi di Wamena, Jayapura, Papua (23/09/2019). Total ada 28 jenis barang bantuan seberat 15 ton yang yang diberikan Tzu Chi dan diangkut menggunakan pesawat Hercules dari Lanud Silas Papare. Bantuan terdiri dari yang diberikan berupa beras, mi instan, biskuit, air mineral, telur ayam, minyak goreng, tikar plastik dan selimut.










Sitemap