Waisak 2557: Makna Tiga Hari Besar

Jurnalis : Lo Wahyuni (He Qi Utara), Fotografer : Henry Tando, Stephen Ang (He Qi Utara)
 
 

foto
Peringatan tiga hari besar pada tanggal 12 Mei 2013 yang diikuti oleh ribuan pengunjung dari Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang bahkan dari luar kota seperti Medan dan Papua.

Jika sudah tahu, seharusnya lebih mendalami dan mempraktekkan ajaran kebenaran, baru kita dapat memahami kebenaran sejati. (Kata perenungan 
( Master Cheng Yen )

 

 

 

Bulan Mei menjadi bulan spesial bagi umat Buddha di seluruh dunia, khususnya bagi para relawan Tzu Chi. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia setiap minggu kedua bulan Mei memperingati tiga hari besar sekaligus yaitu Hari Waisak, Hari Tzu Chi, dan Hari Ibu Internasional. Tiga Peristiwa penting yang penuh makna mendalam bagi  para relawan Tzu chi sedunia ini bertujuan untuk menyelaraskan visi & misi  Master Cheng Yen, yaitu  “Bagi Ajaran Buddha  dan  Bagi Semua Makhluk dunia“ (Wei Fo Qiao  & Wei Zhung Sen). Sehingga cita-cita Tzu Chi untuk menyucikan hati manusia, mewujudkan masyarakat aman dan tentram, dan dunia terbebas dari bencana dapat terwujud. Oleh sebab itu, Tiga hari penting ini diperingati sekaligus pada tanggal 12 Mei 2013 di Tzu Chi Centre – PIK, Jakarta Utara yang diikuti oleh ribuan pengunjung dari Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang bahkan dari luar kota seperti Medan dan Papua.

Salah seorang fungsionaris dari Biak- Papua, Yenny Shijie yang khusus hadir ke Jakarta guna mengikuti acara perayaan tiga hari besar dan prosesi pemandian Rupang Buddha. “Rencananya kita mau mengadakan acara seperti ini di Tzu Chi Biak, jadi sekarang datang belajar,” kata relawan komite yang baru dilantik tahun 2012 ini. “Kita perlu  tahu juga  makna di balik perayaan itu,” lanjut Yenny Shijie yang bertugas sebagai barisan daun Bodhi.

Waisak memiliki makna bersejarah bagi umat Buddha, yang memperingati tiga peristiwa penting yaitu kelahiran Siddharta Gautama, Siddharta Gautama mencapai penerangan sempurna, dan wafatnya Buddha Gautama. Tidak sekedar hanya merayaan Waisak saja melainkan juga merenungkan dan membersihkan batin dari keserakahan, kebencian, kegelapan batin, kesombongan, dan prasangka buruk. Saat terlahir sebagai manusia, seorang memiliki timbunan banyak noda batin dari kehidupan sebelumnya. Kita harus membina diri dengan baik sehingga Dharma masuk ke dalam hati, melakukan pertobatan, dan melakukan banyak kebajikan agar dapat meninggalkan semua kebiasaan lama yang buruk dan menjadi manusia yang memiliki sifat dan tabiat baik yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

foto   foto

Keterangan :

  • Persiapan peringatan hari Waisak yang dilakukan oleh para insan Tzu Chi dan masyarakat umum di Tzu Chi Centre, PIK, Jakarta Utara (kiri).
  • Barisan insan Tzu Chi yang tergabung dalam formasi daun Bodhi nampak rapi dan indah (kanan).

Selain memperingati hari Waisak juga memperingati hari Tzu Chi Sedunia dan hari Ibu Internasional. Hari Tzu Chi  sedunia diperingati oleh semua insan Tzu Chi di seluruh dunia di mana saat ini Tzu Chi sudah berkembang di 54 negara di seluruh dunia. Sebagaimana yang diajarkan Master  Cheng Yen bahwa “jika percaya pada Buddha, tetapi hanya tahu memuja dan memohon keselamatan dari Buddha, tidak mau belajar ajaran Buddha dan mempraktikkannya sebetulnya termasuk kepercayaan tahayul.” Jadi kita harus dapat menerapkan ajaran Buddha dalam tindakan nyata dengan membangkitkan keyakinan yang benar, belajar pada kewelas asihan dan kebijaksanaan luhur dari Buddha, serta terus giat membina diri di arah yang benar. Sehingga dapat meningkatkan kebijaksanaan dan mampu membimbing orang lain berbuat kebajikan di jalan Bodhisattwa.

Hari Ibu Internasional yang dirayakan pada minggu kedua bulan Mei tepatnya pada tanggal 12 Mei 2013. Ibu merupakan sosok yang memiliki jasa yang luar biasa dan selalu mencurahkan cinta kasihnya sepanjang hayat kepada anak. Ibu berperan sangat penting, mulai dari mengandung selama 9 bulan, melahirkan, mengasuh, merawat, dan membesarkan anak menjadi dewasa. Peringatan hari Ibu sebenarnya mengingatkan kita harus selalu berbakti kepada Ibu dan mengasihi orangtua dengan tulus.

Makna memperingati ketiga hari besar secara bersamaan di Tzu Chi memberikan pelajaran bahwa ajaran Buddha hendaknya menjadi bagian dari kehidupan, kita harus mempraktikkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang dapat menjadi Bodhisattwa dunia. Kita harus menerapkan jalan Bodhisattwa dalam tindakan nyata dengan senantiasa berbakti kepada orang tua di ladang berkah Tzu Chi. 

 

 
 

Artikel Terkait

Menjadi Media yang Mencerahkan

Menjadi Media yang Mencerahkan

22 Agustus 2016

Minggu, 14 Agustus 2016, DAAI TV Medan  menyelenggarakan Konser Amal DAAI Night 2016 bertajuk “Ketulusan dan Cinta Kasih” di Regale International Convention Center, Jl. H. Adam Malik, Medan.

Suara Kasih: Jalinan Jodoh dengan Dharma

Suara Kasih: Jalinan Jodoh dengan Dharma

06 September 2011 Dengan perkembangan teknologi masa kini, hanya membutuhkan waktu selama 4 detik untuk menyiarkan ceramah saya ke seluruh dunia. Bayangkanlah, bukankah ini adalah hal yang luar biasa? Itu adalah sesuatu yang tidak terlihat oleh kita.
Perjuangan Orang Tua di Balik Pendidikan Liam Kim

Perjuangan Orang Tua di Balik Pendidikan Liam Kim

12 September 2023

Liam Kim, murid Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng sangat menyadari perjuangan kedua orang tuanya yang dengan berbagai cara mengusahakan agar ia bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMA. Untuk itu ia membantu usaha kedua orang tuanya dan meningkatkan belajarnya hingga mendapatkan beasiswa.

Kendala dalam mengatasi suatu permasalahan biasanya terletak pada "manusianya", bukan pada "masalahnya".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -