Waisak 2557: Tiga Hari Besar
Jurnalis : Meiliana (Tzu Chi Pekanbaru) , Fotografer : Anthony Tanjaya, Benny Fang, Suyardi Hartombing (Tzu Chi Pekanbaru)|
|
| ||
| Momen Hari Ibu mungkin adalah momen yang paling ditunggu oleh generasi ke generasi. Saat yang paling menyentuh yaitu ketika di mana mereka dapat memiliki kesempatan untuk mewujudkan rasa bakti dengan membasuh kaki ibu. Beragam perasaan bercampur menjadi satu. Inilah yang dirasakan oleh Hiu Cing yang memiliki 8 orang putri dan telah berusia 71 tahun. Selama menjadi ibu, inilah pertama kali kelima putrinya datang bersama membawa Hiu Cing ke acara Tzu Chi untuk bersama-sama merayakan Hari Ibu. Secara bersamaan kelima putri yang juga sudah menjadi Mama ini, membasuh kaki ibu dengan rasa haru dan penuh syukur. Ini merupakan pertama kalinya mereka melakukan hal ini kepada ibu mereka. Sebelum waktunya dimulai, mereka telah tiba di TK Dharma Loka dan mengambil nomor antrian paling depan. Selain membasuh kaki, menyajikan teh dan kue, menjepitkan bunga, dan memakaikan gelang tangan sebagai suvenir kepada mama, insan Tzu Chi juga menyediakan hidangan kecil untuk dimakan bersama. Situasi makan bersama di antara ibu dan anak beserta anggota keluarga lainnya, menyiratkan betapa hangatnya keharmonisan di dalam keluarga.
Keterangan :
Membersihkan Batin Sendiri
Keterangan :
Umat Buddha menggunakan Namaskara sebagai cara untuk memberi penghormatan karena dengan menundukkan kepala, sama halnya dengan merendahkan hati kita untuk meluruhkan kesombongan. Maka dalam prosesi pemandian Rupang Buddha Tzu Chi, ketika tangan menyentuh air wangi dan tubuh membungkuk hormat pada kaki Buddha, itu melambangkan salam paling tulus “bersujud di kaki Buddha”. Ketika bersujud di kaki Buddha dengan hati paling hormat, sebetulnya kita sedang membersihkan batin sendiri. Master Cheng Yen mengatakan bahwa jika semua orang bisa memahami akan tata krama ini, tentu akan bisa membangkitkan hati yang tulus, selalu bermawas diri dalam kehidupan sehari-hari dan berhati-hati agar tidak melanggar sila, sehingga kita bisa selalu menjaga batin agar tetap bersih. Walaupun ada sedikit kendala teknis, dan teriknya matahari menyelimuti sepanjang siang hari ketika persiapan, namun acara prosesi Waisak di Pekanbaru tetap berjalan dengan khidmat dan bersahaja. Prosesi Waisak diakhiri dengan kekuatan dan kelembutan tampilan isyarat tangan “Xing Yuan” dan “Yuan Meng” oleh para relawan. Setelah melalui proses kurang lebih 3 bulan latihan, peragaan isyarat tangan ini telah memukau para insan Tzu Chi dan seluruh pengunjung. | |||
Artikel Terkait
Indahnya Berbagi, Tzu Chi Bagikan 600 Paket Lebaran di Cakung Timur
10 Maret 2025Warga RW 02 Kelurahan Cakung Timur pagi itu diselimuti kebahagiaan. Mereka menerima paket Lebaran dari Tzu Chi Indonesia berupa 10 kilogram beras dan 20 bungkus DAAI Mi. Ada 600 paket yang dibagikan.
Wujud Toleransi dalam Memperbaiki Rumah Ibadah
24 Mei 2023Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Papua) memperbaiki gereja di Desa Yadauw, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura pada Jumat, 12 Mei 2023.
Doa dan Harapan di Ulang Tahun Ke-11
08 Juni 2022Pada Minggu, 5 Juni 2022 yang bertepatan dengan hari ulang tahun Tzu Chi Tanjung Balai Karimun yang ke-11 diadakan kegiatan gathering penerima bantuan. Sebanyak 63 relawan dan penerima bantuan yang berpartisipasi pada kegiatan ini.










Sitemap