Ceramah Master Cheng Yen: Aktif Berbuat Bajik dan Bersatu dalam Mewujudkan Tekad
Bodhisatwa sekalian, dalam sekejap mata, setengah tahun telah berlalu. Waktu benar-benar berjalan sangat cepat. Jadi, setiap kali kebaktian malam, kita selalu melafalkan kalimat pengingat, "Seiring berlalunya waktu, usia kehidupan kita pun berkurang." Kalimat ini mengingatkan kita bahwa waktu terus berlalu dari hari ke hari.
Meski dalam satu hari terdapat 86.400 detik yang angkanya tampak begitu besar, tetapi semuanya hanya membentuk 24 jam. Dalam 24 jam itu ada malam, tengah malam, subuh, pagi, siang, dan sore. Semuanya berlalu begitu cepat. Jadi, saya sering mengingatkan kalian untuk menggenggam setiap momen dan tidak menyia-nyiakan setiap menit dan detik. Dalam setiap menit dan detik, dapat muncul sebersit niat yang sangat penting dalam kehidupan kita. Jadi, setiap pikiran, setiap menit, dan setiap detik harus benar-benar kita perhatikan.
Jagalah setiap pikiran dan ucapan kita setiap detiknya. Jika seseorang mampu melakukannya, dialah orang yang benar-benar sempurna, seseorang yang tidak memiliki kekurangan. Orang yang tanpa kekurangan adalah orang yang sangat sempurna. Buddha telah mencapai kesempurnaan dalam karakter sehingga dapat mencapai kebuddhaan. Inilah yang disebut pencerahan sempurna. Pencerahan yang sempurna dalam kehidupan ini sesungguhnya merupakan akumulasi dari kehidupan-kehidupan sebelumnya.
Tzu Chi telah melayani di wilayah Dalin. Meski saya sering menyebut Dalin sebagai daerah pedesaan, di saat banyak Aula Jing Si berada di pusat kota, kita memiliki rumah sakit di tempat ini. Relawan dari Yunlin, Chiayi, dan Tainan benar-benar seperti satu keluarga besar yang dipenuhi berkah. Setiap kali saya datang ke sini, semua orang selalu berkumpul bersama. Tempat ini sangat luas dan lapang. Apa pun kegiatan yang ingin kita adakan, semuanya dapat dilakukan dengan leluasa. Hal ini membuat saya merasa kagum dan sukacita.
Berhubung tempat ini sangat luas, kalian harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Jangan biarkan tempat ini kosong tanpa kegiatan karena perlahan nilainya akan hilang.

“Tahun lalu, fungsionaris baru kembali direkomendasikan untuk mulai menjabat pada awal tahun ini. Dalam proses pergantian fungsionaris, tentu ada perbedaan gaya kepemimpinan. Kami khawatir semangat para relawan baru yang mulai tumbuh justru akan layu. Jadi, mereka perlu terus disiram dengan air Dharma agar dapat bertumbuh dengan baik. Itulah sebabnya kamp pelatihan fungsionaris ini perlu diadakan,” kata Qiu Chang-mei, relawan Tzu Chi Chiayi.
“Relawan Tzu Chi Yunlin dan Chiayi sangat bersatu hati. Semuanya sama-sama memilih tanggal 31 Mei dan memilih Aula Jing Si Shanhua sebagai lokasi kamp. Jadi, kamp ini diselenggarakan bersama oleh 3 wilayah, yaitu Yunlin, Chiayi, dan Tainan dengan kesatuan hati dan gotong royong,” kata Qiu Chang-mei.
“Melalui kamp fungsionaris wilayah Yunlin dan Chiayi kali ini, kami sebagai tim panitia dari wilayah selatan dapat melihat sendiri semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh relawan. Tingkat partisipasi mereka juga sangat tinggi. Hal ini menjadi sesuatu yang patut kami contoh. Melihat tingkat partisipasi yang sangat tinggi dan kerja sama yang harmonis dari semua relawan, kami pun akan bersungguh hati dalam menjalankan tugas kami,” kata Zhang Tian-ming, relawan Tzu Chi Tainan.
Setiap kali mengadakan kegiatan, nilai kehidupan kita pun akan bertambah. Setiap pengalaman akan menambah kebijaksanaan. Jangan merasa takut ketika harus kembali mengadakan kegiatan atau berpikir, "Mengapa ada begitu banyak kegiatan? Kami sangat sibuk." Jika tidak mengalami satu peristiwa, kita tidak akan memperoleh kebijaksanaan.
Setiap kegiatan memiliki nilai tersendiri. Tim yang berbeda juga akan memiliki arah yang berbeda. Ketika ikut berpartisipasi dalam kegiatan tim lain, kita dapat mempelajari nilai, arah, dan cara berinteraksi yang berbeda dari tim tersebut. Semua ini menambah satu nilai baik bagi kita. Oleh karena itu, makin banyak kegiatan yang kita ikuti, makin banyak pula kebijaksanaan yang akan kita peroleh.

Kehidupan manusia sesungguhnya tidaklah panjang. Meski usia saya sudah seperti sekarang, saya masih merasa ada begitu banyak hal yang belum sempat saya sampaikan. Masih banyak prinsip kebenaran yang belum saya dengar, masih banyak murid yang belum sempat saya temui, dan masih banyak kisah orang baik serta perbuatan baik yang ingin saya dorong agar terus berkembang.
Di dunia ini, masih ada begitu banyak hal yang ingin terus saya lakukan dan masih banyak orang yang belum saya temui. Jadi, saya merasa apa yang telah saya lakukan itu masih belum cukup. Saya harus lebih menghargai diri sendiri dan lebih tekun untuk memperkaya pengetahuan.
Setiap hari, pikiran saya tidak pernah beristirahat. Saat berada di luar dan mendengarkan orang lain berbicara, saya selalu mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Jika saya tidak sedang mendengarkan orang berbicara, saya akan membaca buku dan mencermati setiap barisnya. Baik tentang hubungan antarmanusia, hubungan antarbenda, maupun berbagai peristiwa yang terjadi, saya berusaha untuk tidak melewatkan satu pun.
Jadi, dalam menjalani kehidupan, baik ketika menghadapi manusia, peristiwa, benda, maupun berbagai keadaan, kita harus selalu penuh perhatian. Gunakan mata untuk mengamati dengan saksama dan gunakan mulut untuk berbicara dengan baik.

Saat ini, teknologi sudah sangat maju. Saya merasa sangat senang ketika mendengar bahwa relawan Tzu Chi di berbagai negara dapat mengikuti setiap ceramah saya. Mereka berkata, "Setiap kali Master memberikan ceramah, saya selalu mendengarkannya sampai tuntas. Begitu pula setiap kali Tzu Chi ada kegiatan, selama ada pengumuman, saya pasti akan menyaksikannya." Wawasan yang mereka peroleh sering kali lebih luas daripada saya. Jadi, saya merasa sangat dipenuhi berkah karena dapat berjalan bersama begitu banyak orang dan kalian semua bersedia mendukung saya.
Berkat jalinan jodoh baik, Tzu Chi dapat terus berkembang, mulai dari Taiwan hingga menjangkau dunia internasional. Semua ini berkat dukungan kalian. Tanpa kalian, saya tidak mungkin dapat mengembangkan Tzu Chi hingga sebesar sekarang. Hendaknya kita saling berterima kasih. Terima kasih, semuanya.
Waktu yang terus berlalu menjadi pengingat diri
Tekun memanfaatkan setiap menit dan detik dengan pikiran yang benar
Melatih hati melalui setiap kesempatan untuk menumbuhkan berkah dan kebijaksanaan
Aktif berbuat bajik dan bersatu dalam mewujudkan tekad
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 28 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 30 Juni 2026







Sitemap