Ceramah Master Cheng Yen: Berani Memikul Tanggung Jawab untuk Melenyapkan Penderitaan


“Kami memberikan pelayanan secara holistik. Kami mengamati kondisi kulit pasien untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Kami berharap lewat tanda-tanda kecil pada kulit, kami dapat lebih cepat mendiagnosis penyakit. Pasien ini dilarikan ke IGD kami karena mengalami gagal jantung akut. Setelah dirawat di departemen penyakit dalam, beliau menjalani berbagai jenis pengobatan dan kondisinya menjadi lebih stabil. Namun, fungsi jantungnya tetap tidak baik dan beliau merasa sesak napas,”
kata Zhang Zhong-xing Kepala departemen dermatologi RS Tzu Chi Hualien.

“Setelah keluar dari rumah sakit, beliau datang ke departemen dermatologi. Saat menangani pasien, selain memeriksa kondisi kulitnya, saya juga terbiasa untuk memeriksa rekam medisnya, seperti ke departemen mana dia pernah berobat. Lalu, saya mendapati bahwa beliau baru keluar dari RS. Lewat rekam medisnya, saya mendapati bahwa beliau memiliki kadar eosinofil yang sangat tinggi,” lanjut Zhang Zhong-xing.

“Kulit di pergelangan kakinya berwarna kemerahan. Saat itu, saya merasa bahwa beliau mungkin mengalami vaskulitis. Karena itu, kami segera melakukan biopsi dan membuktikan bahwa itu adalah vaskulitis yang disebabkan oleh eosinofil. Vaskulitis inilah yang membuatnya mengalami pembesaran otot jantung dan sesak napas. Dengan diagnosis yang tepat, kami dapat langsung mengubah rencana dan arah pengobatannya. Kondisi pasien ini pun membaik,” pungkas Zhang Zhong-xing.

Mendengar laporan kalian, saya teringat akan tekad saya pada 40 hingga 50 tahun lalu. Berhubung melihat bahwa orang-orang yang kita tolong adalah orang yang kekurangan karena jatuh sakit atau sebaliknya, saya merasa bahwa kita harus memadukan misi amal dan kesehatan. Saya sungguh sangat bersyukur kita dapat memiliki jalinan jodoh baik untuk mewujudkan misi kesehatan.

Setiap kali mendengar tentang pasien yang terselamatkan atau kasus-kasus penyakit langka yang berhasil ditangani di rumah sakit kita, saya selalu merasa bersyukur. Membagikan hal baik berarti bertutur kata baik. Sungguh, semuanya bergantung pada sebersit pikiran. Saya sungguh sangat bersyukur. Mengetahui penyakit dalam dari kondisi kulit, ini sungguh tidak terbayangkan. Saya selalu merasa bahwa penyakit organ dalam hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan organ dalam.


“Saya ingin membagikan kisah Nona Wen dengan kalian semua. Sejak kecil, beliau menderita dermatitis atopik. Kini, beliau telah berusia 30-an tahun. Beliau mengalami rasa gatal sepanjang hidupnya. Sejak kecil, beliau terus mengonsumsi antihistamin dan steroid. Setiap hari, saat beliau bangun tidur, seprainya selalu penuh dengan darah karena saat tidur, beliau terus menggaruk tubuhnya yang terasa gatal. Karena itulah, saat beliau bangun di pagi hari, seprainya penuh darah,”
kata Lin Teng-li Dokter dermatologi RS Tzu Chi Dalin.

“Beliau paling tidak suka musim panas karena pada musim panas, orang-orang mengenakan baju lengan pendek dan celana pendek, tetapi beliau tidak ingin orang lain melihat kondisi kulitnya. Beliau sempat merasa bahwa seumur hidupnya akan seperti ini dan tak ada harapan lagi untuk sembuh. Dermatitis atopik ini tak hanya menyerang bagian tubuhnya, tetapi juga bagian tangan dan kakinya,” lanjut Lin Teng-li.

“Kita bisa melihat bahwa sebagian besar kulitnya terdampak. Dari sini kita bisa memahami mengapa beliau begitu tidak percaya diri untuk bergaul dengan orang lain. Kami lalu menyemangatinya untuk menjaga kelembapan kulitnya, mengajarinya cara merawat kulit yang tepat, dan terus memberikan pengobatan. Kami bahkan menggunakan agen biologis untuk mengobati dermatitis atopiknya. Lewat pengobatan selama 9 bulan, kita bisa melihat bahwa kondisi kulitnya telah kembali normal,” pungkas Lin Teng-li.

Sungguh, kita harus menolong orang sambil menjaga harga diri mereka. Kita bisa mengobati organ tubuh yang bermasalah. Namun, organ tubuh tetap berkaitan dengan kulit. Karena itulah, semua departemen medis harus bekerja sama.


Dahulu, saat ingin membangun rumah sakit, saya sangat berharap dapat memadukan pengobatan Tiongkok dan Barat. Kini, kita bisa melihat perpaduan antara metode pengobatan tradisional Tiongkok dan edukasi terkait farmakologi dan patologi. Kini, pengobatan Tiongkok dan Barat dijalankan secara bersamaan dan pasien pun memandang penting keduanya. Saya sungguh sangat bersyukur.

Seiring waktu, kita telah memadukan pengobatan Tiongkok dan Barat serta menjalankannya secara bersamaan. Yang terpenting, kita harus bekerja sama dengan harmonis. Saya melihat semua orang bekerja sama dengan harmonis dan memuji satu sama lain. Sungguh, semua orang sangatlah tulus. Kita harus memiliki ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan. Di sini, ada Kepala RS Chao You-chen dan Kepala RS Chien Sou-hsin. Saya pun ada di sini. Intinya, kita harus bekerja sama dengan harmonis.

Saya telah menyaksikannya. Saya sungguh telah menyaksikan apa yang saya harapkan. Saya merasa sangat sukacita dan tenang. Mari kita mempercepat langkah untuk melakukan hal yang benar, memantapkan langkah untuk membina insan berbakat, dan meneruskan budaya humanis misi kesehatan, yaitu memperlakukan pasien dengan tulus.

Dahulu, saya pernah berkunjung ke Sanatorium Losheng. Sungguh, Sanatorium Losheng membuat saya sangat tergugah dan membuat tekad saya untuk membangun rumah sakit makin teguh. Perlu diketahui bahwa saat saya ingin membangun RS, para penghuni Sanatorium Losheng memberikan dukungan yang sangat besar pada saya.

Contohnya, Lin Ye yang membantu menggalang teratai hati. Proses ini sangat menyentuh. Mereka bagaikan berada di tengah lumpur. Namun, teratai pun tumbuh di kolam berlumpur.  Mereka bagaikan kuntum demi kuntum teratai yang bermekaran di tengah kolam berlumpur. Saya sungguh mengasihi mereka dari lubuk hati saya.


Saat itu, orang-orang selalu menjauhi penderita kusta. Karena itu, saat saya berdiri di dekat mereka, mereka akan menghindar. Namun, mereka makin menghindar, saya pun makin mendekat. Berhubung pendengaran mereka kurang baik, saya pun merangkul mereka dan berbicara di samping telinga mereka.  Demikianlah saya berinteraksi dengan mereka. Setelah bersumbangsih, kita merasakan sukacita.

Banyak orang yang takut pada penderita kusta. Untuk apa merasa takut? Kita telah menjangkau mereka dengan tenang dan tidak terjadi apa-apa. Saya hanya sesekali berkunjung ke sana. Para dokter dan perawat kita harus bersentuhan dengan tubuh yang tidak bersih setiap hari.

Ajaran Buddha mengatakan bahwa yang paling tidak bersih di dunia ialah tubuh. Kita harus mengamati bahwa tubuh ini tidaklah bersih. Di dunia ini, penderitaan terbesar ialah penyakit. Amatilah bagaimana perasaan membawa derita. Tubuh yang tidak bersih, tidak sehat, dan sebagainya dapat dilihat setiap hari di badan misi kesehatan kita.

Pada masa pandemi Covid-19, semua orang merasa takut. Namun, para tenaga medis kita tetap sangat berani.  Saat itu, saya sering melakukan telekonferensi dengan para kepala rumah sakit kita dan terus memberi tahu mereka untuk mengingatkan semua orang mengenakan baju zirah guna melindungi keselamatan diri sendiri. Meski demikian, saya tetap sangat khawatir. Singkat kata, kita memikul tanggung jawab atas masyarakat dan dunia ini. 

Saat terjadi sesuatu, kita harus berani memikul tanggung jawab. Ini disebut tanggung jawab.  Memikul tanggung jawab membuat kehidupan kita bernilai.  Setelah memikul tanggung jawab, kita akan merasa bahwa kehidupan kita sangat bernilai.   

Melenyapkan penderitaan dengan hati tertulus 
Misi amal dan kesehatan bekerja sama 
Merangkul semua makhluk dan menjalankan ikrar agung 
Berani memikul tanggung jawab dan membina insan berbakat

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 06 April 2024
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet
Ditayangkan Tanggal 08 April 2024
Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -