Ceramah Master Cheng Yen: Berbagai Generasi Melangkah Bersama untuk Mewujudkan Keharmonisan


“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk bergabung dalam tim perencana. Melalui pendalaman naskah, saya melihat bagaimana insan Tzu Chi di seluruh dunia bersumbangsih bagi setiap daerah yang mengalami penderitaan dan mengikuti jejak Master dengan mantap,” kata Xie Pei-ru, relawan muda.

“Melalui latihan yang dilakukan berulang kali, tekad saya untuk terus menapaki jalan ini makin kuat. Kita dapat bersama-sama berpartisipasi dalam pementasan bersejarah ini karena memiliki jalinan jodoh yang begitu besar dengan Buddha dan Master. Karena itulah, kita memperoleh kesempatan ini,” pungkas Xie Pei-ru.

“Para peserta senior memiliki semangat mencari Dharma dan tekad untuk menyelami Sutra yang tidak kalah dengan peserta muda di Kelompok A dan B. Mereka sering berkata, ‘Selagi tubuh dan pikiran saya masih mampu, saya harus menggenggam kesempatan sebaik-baiknya.’ Ibu mertua saya sudah berusia 93 tahun. Dalam setiap acara Pemberkahan Akhir Tahun, beliau selalu hadir. Selama masih mampu, beliau selalu berkata … Apa yang selalu Ibu katakan?” tanya Lin Ming-ling, relawan Tzu Chi.

“Saya bersedia,” ucap Wu Zhao, relawan Tzu Chi.

“Setiap kali mengikuti latihan, kami menganggapnya sebagai kesempatan untuk menyelami Sutra. Di lautan Dharma ini, kami dapat menyerap banyak energi. Energi itulah yang akan terpancar pada hari pementasan. Kami sangat berterima kasih kepada tim perencana yang sangat bersungguh hati. Kami yang berada di Kelompok C bukan sekadar melantunkan Sutra, tetapi juga turut berpartisipasi dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana,” pungkas Lin Ming-ling.


Saya merasa sangat bersyukur melihat tekad anak-anak muda. Dahulu, saya merasa sangat khawatir. Usia saya sudah makin lanjut sehingga sering bertanya-tanya apakah Tzu Chi masih dapat terus berjalan dan diwariskan di masa mendatang? Melihat kalian, saya merasa sedikit lebih tenang. Saya menaruh harapan pada kalian. Sedikit ketenangan yang kalian berikan ini membuat saya melihat adanya harapan.

Generasi muda dan paruh baya saat ini merupakan kekuatan utama masyarakat. Kalian memiliki tanggung jawab di dalam keluarga dan tanggung jawab terhadap masa depan. Inilah tanggung jawab kalian. Tanggung jawab kecil ialah keluarga; tanggung jawab besar ialah masa depan. Generasi muda dan paruh baya memikul tanggung jawab yang sangat besar terhadap masa depan.

Mendedikasikan diri di Tzu Chi juga membutuhkan waktu. Untuk membangun kekuatan dan keteladanan seperti ini, diperlukan proses yang panjang. Saat berlatih seorang diri, kita bisa mengatur kekuatan sendiri. Begitu pula kita bisa mengatur sendiri seberapa kuat menginjak lantai dan seberapa tinggi mengangkat tangan. Semua itu tidak menjadi masalah jika hanya berlatih seorang diri.

Namun, ketika berlatih bersama 3 orang atau lebih, sering kali gerakan seseorang lebih rendah, sementara yang lain lebih tinggi. Menyatukan gerakan 3 orang hingga selaras bukanlah hal yang mudah. Selain memperhatikan diri sendiri, kita juga harus memperhatikan orang lain agar dapat bergerak secara kompak. Hal ini tidaklah mudah. Namun, di balik semua itu ada manfaat yang besar, yaitu kita bisa mengenal lebih banyak orang.

Di tengah masyarakat, kita memperoleh pengetahuan dan bertemu dengan mitra bajik. Menjalin persahabatan dengan orang-orang baik bukanlah hal yang mudah. Melalui kegiatan ini, kalian bisa bertemu dengan banyak mitra bajik. Kini, kalian bahkan bisa bersama-sama tampil di Taipei Dome. Ikatan persahabatan kalian telah terjalin sangat dalam. Sahabat-sahabat seperti inilah yang akan selalu menjadi mitra bajik dalam hidup kalian.


Dalam ajaran Buddha, mitra bajik disebut sebagai partner Bodhisatwa. Anda bisa menjadi Bodhisatwa yang menemani saya menapaki jalan yang sama. Kita dapat saling mendukung dan menyempurnakan. Memperoleh partner Bodhisatwa seperti ini sangat tidak mudah. Para Bodhisatwa yang berjalan bersama disebut dengan sahabat pelatihan diri. Ada pula sebutan "partner pelatihan diri". Itulah kita.

Di dunia ini, mencari teman yang baik sangatlah sulit. Kini, kalian telah bergabung dalam organisasi yang besar. Hendaknya kalian terus tekun dan bersemangat dalam melatih batin diri sendiri dan senantiasa melakukan perbuatan benar. Selain melangkah bersama mitra bajik kita, kita juga harus mengajak orang lain. Ini bukanlah hal yang mudah.

“Saya sangat bersyukur atas dukungan keluarga saya, terutama suami dan anak-anak. Setiap kali saya memberi tahu suami bahwa hari itu saya akan mengikuti latihan, beliau selalu menjawab, ‘Baik.’ Lalu, beliau pergi berbelanja, memasak, dan menjaga anak-anak. Beliau selalu berkata, ‘Apa pun yang ingin kamu lakukan, saya akan selalu mendukungmu’,” kata Lü Yu-ting, relawan Tzu Chi.

“Meski suami dan anak-anak saya tidak dapat ikut serta dalam pementasan tahun ini, dukungan mereka membuat saya merasa seolah-olah mereka juga turut menyelami Dharma,” pungkas Lü Yu-ting.

“Saya sangat berterima kasih kepada orang tua dan istri saya. Di saat-saat tertentu, mereka bersedia mengambil peran untuk menjaga anak-anak. Terakhir, saya ingin bersyukur kepada semua relawan muda. Setiap kali saya membawa kedua anak saya ke Aula Jing Si, selalu ada beberapa orang yang dengan sukarela membantu menjaga mereka. Berkat bantuan itu, saya dapat meluangkan waktu untuk mengerjakan penyuntingan penanda panggung maupun mengembangkan gerakan dalam tim perencana. Saya merasa sangat bersyukur,” kata Zhou Zi-qiao, relawan Tzu Chi.

“Saya berikrar akan terus mengajak anak-anak saya menapaki Jalan Tzu Chi. Saya juga akan terus mendedikasikan keahlian yang saya miliki untuk bersumbangsih di dalam tim ini agar kita dapat menyukseskan pementasan di Taipei Dome,” pungkas Zhou Zi-qiao.


Saya berterima kasih karena keluarga kalian memahami bahwa bergabung dalam Tzu Chi merupakan tindakan baik yang dapat membawa keharmonisan bagi masyarakat.

Lihatlah kita semua yang hadir di sini. Saat berada di dalam sini, kita adalah partner Bodhisatwa; saat berada di luar, kita juga bisa menjadi sahabat yang membawa semangat Bodhisatwa. Masyarakat yang harmonis adalah dunia Bodhisatwa. Saya berharap kita semua dapat membangun tekad dan ikrar agung. Bukan hanya kita yang hadir di sini, tetapi semua orang dapat menjadi Bodhisatwa dalam kehidupannya.

Kita harus terus berikrar untuk mengajak mereka yang belum bergabung agar mereka dapat mengenal Tzu Chi. Setelah mereka mengenal Tzu Chi, mereka pun akan menjadi rekan seperjalanan kita di Jalan Bodhisatwa. Inilah yang disebut melatih diri di Jalan Bodhisatwa dan menjalankan praktik Bodhisatwa secara luas.

Hendaknya kalian saling menyempurnakan. Semua orang dengan sukarela terus berlatih hingga merasa puas dengan hasilnya dan siapa pun yang melihatnya akan turut merasa sukacita. Menyucikan dunia dan mewujudkan keharmonisan masyarakat adalah praktik tim Bodhisatwa. Saya berharap Bodhisatwa sekalian dapat terus mengajak lebih banyak orang untuk bergabung.

Lihatlah, bukankah organisasi kita begitu indah? Ajaklah kaum muda untuk segera bergabung. Para lansia juga bisa ikut bergabung. Kita tidak kalah dengan anak-anak muda. Dengan begitu, kita semua akan senantiasa penuh semangat dan terus memperindah dunia. Inilah harapan terbesar saya.

Generasi muda mengemban tekad dan membangkitkan ikrar agung
Bersama-sama memikul misi dengan kekuatan dan kekompakan
Melatih batin dan berperilaku benar dengan tekun dan bersemangat
Berbagai generasi melangkah bersama untuk membimbing mereka yang berjodoh

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 06 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 08 Agustus 2026
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -