Ceramah Master Cheng Yen: Berikrar Mengerahkan Kekuatan untuk Melindungi Semua Makhluk


Mengenai Empat Misi Tzu Chi, saya sangat bersyukur. Saya juga bersyukur kepada diri sendiri atas sebersit niat yang saya bangkitkan 60 tahun yang lalu. Setelah meninggalkan keduniawian, saya melihat banyak penderitaan akibat penyakit. Empat Misi Tzu Chi didirikan demi melenyapkan penderitaan orang-orang yang jatuh sakit karena miskin dan sebaliknya. Kemiskinan dan penyakit bagaikan anak kembar. Karena itu, tidak lama setelah memulai misi amal, kita pun memberikan pelayanan medis gratis.

Misi kesehatan kita bermula di Hualien. Mengetahui bahwa saya ingin memberikan pelayanan medis gratis, ibu De Ci berkata, "Master, lantai dasar rumah saya sangat luas. Kami semua tinggal di lantai atas dan lantai dasar tidak digunakan. Master boleh menggunakan ruang di lantai dasar itu." Saya sangat gembira karena ada tempat untuk pelayanan medis gratis kita. Kita segera melakukan pembersihan dan merancang apotek sendiri. Saat itu, saya yang merancang apotek itu.

Berhubung memberikan pelayanan dua hari dalam seminggu, kita membutuhkan banyak obat yang perlu dikelola dengan baik dalam keseharian. Karena itu, saya merancang sebuah apotek keliling. Saat dibutuhkan, ia bisa ditarik keluar dan obat-obatan bisa disusun dengan rapi di lemari obat.

Saat hendak mengambil obat, kita bisa masuk ke dalam, mengemasnya satu per satu, baru menyerahkannya kepada pasien. Begitu selesai memberikan pelayanan, apotek itu bisa disimpan kembali dan lemarinya bisa didekatkan ke dinding. Dengan demikian, ruangan itu akan tetap bersih. Sayalah yang merancang apotek keliling itu. Jadi, meski bukan profesional, asalkan bersungguh hati, kita pasti bisa membawa manfaat.


Tzu Chi bermula dari segala keterbatasan, tetapi kita bersungguh hati melakukan pengembangan. Saya sering mengulas tentang semut kecil yang mendaki Gunung Sumeru. Diri kita sangatlah kecil, bagaikan semut. Bagaimana dengan Gunung Sumeru? Gunung Sumeru bagaikan Bumi yang luas ini. Namun, Bumi yang luas ini hanyalah satu titik kecil di seluruh alam semesta.

Segala materi di Bumi ini mengalami empat fase, yaitu terbentuk, berlangsung, rusak, dan hancur. Manusia merancang banyak barang yang tadinya tidak ada, seperti jam. Dengan perpaduan dari berbagai jenis suku cadang, barulah jam bisa berfungsi. Demikianlah pembentukan materi.

Tubuh kita juga mengalami fase lahir. Setiap bagian tubuh memiliki fungsinya masing-masing. Setiap orang pun memiliki peran masing-masing yang sangat krusial. Meski ada saya, tanpa kalian, misi kesehatan kita tidak akan terwujud. Tanpa para insan Tzu Chi, organisasi Tzu Chi juga tidak bisa didirikan. Jadi, semua orang harus bekerja sama karena peran setiap orang sangatlah dibutuhkan. Karena itulah, saya mengucap syukur setiap hari. Rasa syukur saya sungguh tak terbatas.


Saya menghargai semua sumber daya alam, termasuk secarik kertas. Yang ada di atas meja saya ialah kertas daur ulang yang bisa saya gunakan untuk menulis. Saya bukan hanya menulis artikel di atasnya. Saat teringat akan sesuatu, saya akan mencatatnya agar saya ingat apa yang ingin saya lakukan pada hari itu.

Saya pertama-tama menulis aksara yang agak kecil, lalu menulis aksara yang lebih besar. Saya pertama-tama menulis dengan pensil, lalu pulpen, dan terakhir dengan mopit. Secarik kertas bisa saya gunakan berulang kali. Demikianlah saya memperpanjang usia barang. Demikianlah hendaknya kita menghargai barang dan memanfaatkannya hingga semaksimal mungkin.

Saya sendiri juga menjalankan berbagai fungsi. Di sini, saya bisa berbicara dengan para dokter dari berbagai departemen. Saat pergi ke luar, saya berbicara dengan para insan Tzu Chi dari berbagai bidang dan profesi. Jadi, topik pembicaraan saya bisa berbeda-beda.

Setiap orang memiliki peran masing-masing. Saya sungguh sangat bersyukur. Dokter menjalankan fungsi sebagai dokter, perawat juga menjalankan fungsi sebagai perawat. Apoteker dan yang lainnya pun demikian. Begitu pula dengan petugas kebersihan. Tanpa mereka, bagaimana mungkin setiap sudut rumah sakit bisa bersih setiap hari? Jadi, peran setiap orang sangat dibutuhkan.


Bodhisatwa sekalian, hendaklah kita saling bersyukur. Janganlah kita meremehkan kekuatan kecil. Kita semua hendaknya bersyukur. Bodhisatwa sekalian, kalian memiliki kemampuan masing-masing berdasarkan jurusan yang kalian pilih dahulu. Orang yang ingin menjadi apoteker memilih jurusan farmasi; orang yang ingin merawat atau menyelamatkan pasien memilih jurusan keperawatan atau kedokteran. Intinya, setiap orang memiliki minat dan tekad masing-masing.

Berkat kerja sama semua orang, rumah sakit kita bisa memberikan pelayanan yang menyeluruh. Kembangkanlah potensi kebajikan masing-masing. Ini harus dilakukan oleh setiap orang. Saya juga bersyukur kepada para relawan kita. Rumah sakit kita memberikan pelayanan dengan tulus. Dengan hati yang tulus, saya bersumbangsih bagi dunia. Inilah "kebenaran".

Berkat para insan Tzu Chi yang bersama-sama menghimpun kebajikan, barulah kita bisa memiliki rumah sakit ini dan menginspirasi begitu banyak dokter dan perawat untuk mendedikasikan diri di wilayah timur Taiwan. Inilah kebajikan. Dengan kebenaran, kebajikan, dan keindahan, kalian mendedikasikan diri di RS Tzu Chi Hualien dengan kesatuan tekad dan ikrar. Berapa banyak orang yang telah diselamatkan RS ini? Tidak terhitung.

Sungguh, jumlahnya tak terhitung. Ini membuat saya teringat akan semut kecil ini. Semut yang kecil juga bisa mencapai puncak Gunung Sumeru dan memandang luas ke seluruh dunia. Pemandangan seluruh dunia terlihat dari puncak gunung yang tinggi itu. Saat orang-orang mencapai puncak gunung, bukankah pandangan mereka menjadi lebih luas?

Bodhisatwa sekalian, saya sangat bersyukur kepada Empat Misi Tzu Chi dan kalian semua.

Memberikan pelayanan medis gratis bagi warga kurang mampu di tengah keterbatasan
Mengembangkan potensi kebajikan untuk merancang apotek keliling
Menjalankan ikrar dengan teguh bagai semut kecil yang mendaki Gunung Sumeru
Menunaikan kewajiban diri sendiri untuk menyelamatkan semua makhluk

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 05 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 07 Maret 2026
Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -