Ceramah Master Cheng Yen: Berlakon di Dunia Saha untuk Membimbing Semua Makhluk
Bodhisatwa sekalian, saya akan kembali melakukan perjalanan. Waktu berlalu dengan sangat cepat. Sekali melakukan perjalanan, saya mungkin baru kembali setelah sebulan. Bodhisatwa sekalian, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus berlalu. Akan tetapi, kehidupan tidaklah kekal. Bisakah kita menjalani setiap hari, bulan, dan tahun sesuai keinginan kita?
Orang-orang sering merencanakan masa depan. Kita semua memiliki kehidupan mendatang. Di kehidupan sekarang, kita menjalankan Tzu Chi. Sudahkah kita mencapai ujung dari Jalan Bodhisatwa? Belum. Karena itu, kita harus meneruskannya hingga kehidupan mendatang. Bisakah kita memastikan bahwa di kehidupan mendatang, kita tetap terlahir di alam manusia? Jika bisa tetap terlahir di alam manusia, apakah kita akan tetap berjodoh dengan Tzu Chi? Tidak tahu. Namun, ada satu hal yang pasti. Buddha berkata bahwa sebagaimana sebab dan kondisi, demikianlah buah dan akibatnya.
Di kehidupan sekarang, kita membawa sebab dan kondisi yang kita ciptakan di kehidupan lampau. Sebab dari kehidupan lampau mengondisikan kita untuk terlahir di alam manusia sekarang. Sebab dan kondisi dari kehidupan lampaulah yang membawa kita ke sini, terlahir sebagai manusia. Kita terlahir sebagai manusia dan berjodoh dengan Tzu Chi. Kita adalah insan Tzu Chi. Apakah yang harus dilakukan oleh insan Tzu Chi? Insan Tzu Chi harus membawa manfaat bagi orang-orang.
“Saya merasa bahwa ini bukan sekadar menyajikan teh. Saat kami menggunakan ajaran Master dan Kata Renungan Jing Si untuk menjalin jodoh baik dengan orang-orang, itu termasuk menyebarkan Dharma,” kata Loo Chiew Lan, relawan Tzu Chi.
“Yang saya dapatkan ialah, ‘Jika setiap orang mau mengembangkan cinta kasih dalam dirinya, maka karma baik yang terhimpun akan menciptakan siklus kebajikan.’ Meski hanya menghadiri perjamuan teh ini selama beberapa menit, saya merasa bahwa saya tiba-tiba menyadari hal-hal tertentu. Sesungguhnya, di dalam hati setiap orang terdapat cinta kasih dan kebajikan,” kata Tan Wei Ling, warga.
“Biasanya, saya adalah orang yang boros. Tadi, relawan Tzu Chi itu juga berkata, ‘Kita hendaknya menghemat sedikit uang. Meski nilainya tidak besar, tetapi akumulasi sedikit demi sedikit itu dapat menolong banyak orang’" Wong Hui Xin, warga.


Dalam ajaran Buddha, orang yang membawa manfaat bagi orang lain disebut Bodhisatwa. Dengan jalinan jodoh dan kekuatan ikrar, Bodhisatwa datang ke dunia untuk membimbing semua makhluk. Bagaimana membimbing semua makhluk? Kita membutuhkan jalinan jodoh. Dengan benih sebab dari kehidupan lampau, kita telah terlahir sebagai manusia.
Kini, kita menjalin jodoh baik dengan orang-orang. Kita telah menjalin jodoh di Jalan Bodhisatwa dan hendaknya terus menjalankan praktik Bodhisatwa. Semoga kita dapat meneruskan jalinan jodoh ini di kehidupan mendatang. Semoga kelak kita dapat terlahir kembali sebagai manusia dan kembali menapaki Jalan Bodhisatwa. Kita harus terus menapaki Jalan Bodhisatwa hingga sebab dan kondisi benar-benar matang, barulah kita dapat mencapai pembebasan.
Mencapai pembebasan berarti menjalankan praktik Bodhisatwa hingga mencapai kebuddhaan. Kondisi batin kita hendaknya terbebas dari keraguan dan tidak tergoyahkan. Kita semua memiliki kesadaran hakiki yang jernih. Kita menapaki jalan menuju pencerahan dengan melatih diri. Kita selalu menolong sesama di dunia ini.
Di dunia ini, terdapat orang baik dan orang jahat. Orang baik adalah orang yang menapaki Jalan Bodhisatwa. Ada pula orang yang diliputi delusi dan kegelapan batin. Bodhisatwa datang untuk membimbing orang-orang seperti ini. Jadi, kita harus melatih diri dan menapaki Jalan Bodhisatwa.


“Kelulusan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru,” kata Huang Jing-mou, Kepala Lapas Hualien.
“Apa pun yang saya lakukan, saya selalu berusaha untuk membantu orang lain. Kelak, setelah kembali ke tengah masyarakat, saya akan membantu lebih banyak orang,” kata Lulusan SMA Zhengde.
“Semoga setelah kembali ke tengah masyarakat, mereka dapat membawa manfaat bagi orang banyak dan menjadi penyelamat seperti kita,” kata Pan Hui-zhu, relawan Tzu Chi.
“Saat memberikan konseling, begitu seseorang masuk, saya langsung tahu bahwa dirinya diliputi kerisauan. Saya pun segera menghampirinya. Master mengimbau kita untuk menjalin jodoh baik. Saya sangat suka menggalang Bodhisatwa dunia. Saya bisa menggalang donatur di jalan, juga bisa menggalang donatur di dalam kereta,” kata Zhang Zeng-fu, relawan Tzu Chi.
“Dia benar-benar sangat tekun dan sangat jago menggalang donatur. Saat bersumbangsih sebagai relawan rumah sakit, dia juga bisa menggalang donator,” kata Li Mei-feng, relawan Tzu Chi.
Dalam melatih diri, kita harus terjun ke tengah masyarakat dan menginspirasi setiap orang untuk menapaki Jalan Bodhisatwa bersama. Dengan menapaki Jalan Bodhisatwa bersama, kita dapat menjalin jodoh Bodhisatwa dari kehidupan ke kehidupan hingga membimbing semua orang menjadi Bodhisatwa.
Hingga saat itu, di dunia ini tidak akan ada lagi orang yang diliputi kegelapan batin. Setiap orang akan memiliki batin yang murni dan dunia ini akan menjadi Tanah Suci. Kita hendaknya bertekad dan berikrar untuk menapaki Jalan Bodhisatwa di dunia hingga dunia ini tersucikan dan menjadi tanah suci. Jadi, Bodhisatwa sekalian, kita harus memiliki tekad dan ikrar seperti ini.

Hari ini, saya akan kembali melakukan perjalanan. Saya melakukan perjalanan untuk menjalankan ikrar saya di Jalan Bodhisatwa. Saya melakukan perjalanan keliling Taiwan bagai Bodhisatwa yang berlakon di Dunia Saha ini untuk membimbing semua makhluk.
Saudara sekalian, kalian semua adalah Bodhisatwa. Kita harus mengakui bahwa diri sendiri adalah Bodhisatwa. Saat menghadapi semua makhluk, kita harus menjadi Bodhisatwa yang berbagi ajaran Buddha dengan mereka. Buddha mengajari kita untuk menjalankan segala kebajikan dan menghindari segala kejahatan. Mengajari orang-orang cara untuk berbuat baik, ini disebut membimbing semua makhluk. Sesederhana ini.
Saudara sekalian, bisakah kalian melakukannya? (Bisa.) Jika demikian, saya bisa merasa tenang.
Mari kita senantiasa bertutur kata baik, berbuat baik, dan menapaki Jalan Bodhisatwa dengan segenap jiwa dan raga. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Baiklah. Jika kalian bisa menjaga rumah kita dengan baik, saya akan merasa tenang dan dapat segera menuntaskan misi saya, lalu kembali lagi. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Baik, terima kasih.
Saya mendoakan kalian semua. Jagalah rumah kita dengan baik. Terima kasih.
Yakin terhadap jalinan jodoh dan kekuatan ikrar
Bersiteguh membawa manfaat bagi orang lain dan melenyapkan kegelapan batin
Berlakon di Dunia Saha untuk membimbing semua makhluk
Menyucikan dunia dengan praktik Bodhisatwa
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 18 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 20 Juni 2026







Sitemap