Ceramah Master Cheng Yen: Berlapang Hati, Berpikiran Murni, dan Mengembangkan Potensi Kebajikan


“Yun-qian sangat suka membantu. Berhubung dia menguasai komputer dengan baik, saat ada dokter yang belum bisa, kami selalu memintanya untuk mengajari mereka. Jika ada sesuatu yang tidak dipahaminya, dia akan meminta petunjuk dari RS Tzu Chi Taipei atau Taichung ataupun bagian yang berkaitan untuk menemukan solusinya,” kata Wang Su-man, Staf kantor perencanaan.

“Saat ini, kami beralih ke HIS 5.0. Ini tentu lebih baik daripada sistem sebelumnya. Namun, berhubung semuanya telah terbiasa dengan sistem lama, proses peralihan ini memang cukup menantang. Sesungguhnya, saya semula kurang yakin karena banyak hal yang perlu dilakukan untuk peralihan ini,” kata Chen Jia-rong, Kepala departemen keperawatan.

“Semua orang merasakan tekanan yang sangat besar. Kondisi di RS Tzu Chi Dalin memang lebih rumit daripada RS Tzu Chi lain karena prosedur di sini lebih panjang. Belakangan, semua orang juga merasa bahwa sistem sekarang lebih baik daripada sebelumnya. Setelah terbiasa, kami menjadi sangat yakin,” pungkas Chen Jia-rong.

“Untuk menggunakan sistem baru ini, ada hampir 3.000 unit komputer yang harus disetel. Ini merupakan proyek yang sangat besar. Kami sungguh sangat berterima kasih kepada departemen keperawatan. Sistem baru kita bisa berjalan berkat dukungan mereka,” kata Lin Ting-guang, Wakil kepala RS Tzu Chi Dalin.

“Saya sangat senang berkesempatan untuk mempelajari sistem administrasi kita. Saya ingin melaporkan kepada Master bahwa sistem administrasi kita sangatlah rumit. Karena itu, kami menghabiskan banyak waktu untuk mempelajarinya. Bagi kami, ini adalah tantangan baru sekaligus kesempatan belajar,” kata Li Cheng-lin, Staf kantor kepala RS.

“Master sering mengulas tentang belajar dan sadar. ‘Belajar’ hanyalah mempelajari sesuatu, sedangkan ‘sadar’ berarti menyadari dan memahami makna dan kebenaran sejati. Dalam kesempatan kali ini, saya benar-benar merasakan perbedaan antara belajar dan sadar,” pungkas Li Cheng-lin.


Untuk memotivasi kalian, saya hanya bisa mengingatkan untuk melakukan dengan sepenuh hati. Inilah misi yang dapat mengembangkan nilai kehidupan. Kalian semua telah terbimbing oleh Dharma. Dengan cara seperti ini, kalian terjun ke tengah masyarakat untuk mengembangkan potensi kalian.

Untuk memimpin rumah sakit kita, kepala RS kita juga harus memiliki hati yang lapang dan wawasan yang luas. Beliau harus tahu persediaan sumber daya medis kita serta teknologi medis seperti apa dan berapa banyak dokter yang kita butuhkan. Beliau harus berusaha untuk memperoleh teknologi medis yang kita butuhkan. Beliau juga harus tahu tenaga medis apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung para dokter. Jadi, makin tinggi posisi seseorang, makin jauh dan dalam pula dia bisa melihat.

Jadi, kepala RS harus berlapang hati dan berpikiran murni dalam memimpin orang-orang. Beliau juga membuat orang-orang mengerti bahwa di rumah sakit kita, kita tak hanya mengikuti arahan atasan, tetapi juga harus memperhatikan para bawahan. Jadi, di posisi mana pun kita berada, kita hendaknya saling bersyukur dan menghormati. Jadi, saya menaruh harapan besar terhadap RS Tzu Chi Dalin.

Saya selalu merasa bahwa orang-orang di Dalin sangat polos. Semua orang saling bersyukur dan mengalah. Saat ada sesuatu yang harus dilakukan, kita hendaknya menjadi orang yang berjalan di depan. Saat harus mengalah, kita pun seharusnya mundur selangkah. Saat ada yang membutuhkan pertolongan, kita hendaknya menjadi yang pertama bergerak. Setelah mempelajari begitu banyak, kita hendaknya bersumbangsih semaksimal mungkin. Terlebih para dokter, setiap tindakan dan pikiran kalian hendaknya bertujuan untuk menyelamatkan kehidupan dengan segenap hati dan tenaga.


Kita menginventarisasi nilai kehidupan diri sendiri bukan demi menyombongkan diri. Kita hendaknya berpikir, "Sudahkah saya menunaikan tanggung jawab saya? Sudahkah saya memanfaatkan apa yang saya pelajari sejak kecil hingga dewasa dan mengerahkan kekuatan untuk bersumbangsih?" Jika kita tidak berusaha semaksimal mungkin sehingga suatu hal tidak berjalan dengan sempurna, hati kita tidak akan bisa tenang, terlebih saat menghadapi orang-orang.

Jika seseorang dapat memanfaatkan semua yang dipelajari dan mengerahkan segenap kekuatan untuk bersumbangsih, dia akan selalu sukses. Orang-orang pun akan mengasihinya. Ada orang yang pernah berkata, "Saya telah bekerja keras hingga bermandi keringat, tetapi tetap dikritik oleh orang-orang." Saya lalu berkata padanya, "Berkeringat menunjukkan bahwa kamu bersumbangsih. Berkeringat baik untuk kesehatanmu. Namun, jika ada yang mengkritik, mungkin masih ada kekurangan."

Jadi, janganlah kita berkata, "Saya telah mengerahkan segenap hati dan tenaga. Mengapa kalian tidak memuji, malah mengkritik saya?" Jika ada kritikan, mungkin ada yang perlu kita perbaiki. Mungkin kita telah berusaha semaksimal mungkin, tetapi sikap kita kurang baik. Selain mengerahkan segenap kemampuan, kita hendaknya juga menjaga sikap kita. Ini juga sangat penting. Intinya, semua orang harus bersungguh hati.

Kepala RS telah memimpin semua orang dengan baik. Kita hendaknya melapangkan hati dan yang terpenting, bersyukur. Dalam hidup ini, saya merasa bahwa saya telah menunaikan tanggung jawab saya dengan bersyukur dan menghormati. Jika bisa bersyukur dan menghormati, berarti kita mengungkapkan cinta kasih yang membawa sukacita bagi orang-orang. Dengan demikian, semua orang akan dipenuhi sukacita. Jika para atasan dapat bersyukur dan menghormati, tim kalian pun akan menunaikan tanggung jawab untuk menjalankan misi.


Hendaklah kita mengerahkan potensi kebajikan untuk menyempurnakan kehidupan kita. Dengan demikian, organisasi kita akan benar, bajik, dan indah. Organisasi seperti ini sangatlah indah. Tanpa aturan, semuanya tidak akan berjalan dengan baik. Kita harus memahami aturan yang ada. Jika orang-orang menaati aturan, kepala RS tentu akan memberikan pujian. Jika ada yang tidak menaati aturan, beliau akan melakukan penertiban. Prinsip ini juga berlaku untuk kalian.

Kalian masing-masing memimpin satu departemen. Selain itu, kalian juga harus bekerja sama dengan departemen lain. Keterampilan adalah kemampuan kita dan kualitas diri menentukan nilai kehidupan kita. Kehidupan kita bernilai jika kita dapat bekerja sama secara harmonis dengan semua orang, seperti kerja sama kalian dengan departemen lain. Departemen bedah dan departemen penyakit dalam juga bekerja sama dengan harmonis dan penuh cinta kasih.

Persahabatan yang penuh cinta kasih ini, dalam ajaran Buddha disebut cinta kasih berkesadaran. Jika kita tersadarkan, kualitas diri kita pun akan tinggi. Jika tidak tersadarkan, kita akan diliputi ketidaktahuan. Tidak menyadari kekurangan diri sendiri, ini termasuk ketidaktahuan. Selalu merasa bahwa diri sendiri yang terbaik, demikianlah makhluk yang tersesat.

Kita harus menjadi orang yang berkualitas. Kita meneladan Buddha untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat mencapai kebuddhaan. Jadi, kita harus belajar untuk menjadi orang yang berkualitas.

Mengikuti perkembangan zaman dengan dukungan teknologi
Bersikap penuh pengertian, berlapang hati, dan belajar hingga tersadarkan
Bekerja sama dengan harmonis serta saling menghormati dan mengasihi
Berlapang hati, berpikiran murni, dan mengembangkan potensi kebajikan

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 30 Juli 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 01 Agustus 2026
Kita hendaknya bisa menyadari, menghargai, dan terus menanam berkah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -