Ceramah Master Cheng Yen: Bersama-sama Menggarap Ladang Berkah dan Menjalin Jodoh Baik
“Saya masih ingat saat saya datang dua bulan sebelum peresmian, yang ada hanyalah bangunan kosong. Tidak ada air, tidak ada listrik, hanya ada tembok beton. Saat itu, mereka berkata bahwa kita harus mendesainnya. Saya belum pernah melakukan hal seperti ini. Awalnya, saya merasa bahwa itu sangat aneh. Saya datang ke sini untuk menjadi dokter, bukan menjadi desainer. Namun, begitu mulai melakukannya, saya sungguh sangat bersyukur,” kata Zhang Heng-jia, Wakil kepala RS Tzu Chi Taipei.
“Saat mengenangnya sekarang, saya sangat bersyukur karena itu merupakan suatu pembelajaran. Dalam kehidupan ini, jika enggan melakukan sesuatu, kita mungkin akan kehilangan banyak kesempatan. Namun, begitu memulainya, kita akan menyadari bahwa untuk memperoleh suatu pencapaian, seperti mengubah sebuah ruangan kosong menjadi laboratorium kateterisasi jantung, kita harus menempuh langkah demi Langkah,” lanjut Zhang Heng-jia.
“Saya pun menyadari bahwa ini sama seperti saat kita berusaha untuk menyelamatkan pasien di ruang bedah ortopedi, orang yang terlibat sangatlah banyak. Seperti yang sering Master katakan, kita harus bersyukur kepada orang tua dan semua makhluk. Sungguh, berkat dukungan banyak orang, barulah kita bisa memiliki jalinan jodoh baik ini,” pungkas Zhang Heng-jia.
“Saya tidak akan sadar jika tidak bergabung di Tzu Chi. Makin mengenal Tzu Chi, saya makin merasa bahwa yang saya pahami sangat sedikit. Makin mengenal Tzu Chi, makin banyak yang saya ketahui. Tzu Chi bagaikan sebuah gunung permata yang mengandung banyak pengetahuan yang tidak pernah saya pelajari sebelumnya. Makin banyak yang saya ketahui, saya sadar bahwa makin banyak yang perlu didalami,” kata Hong Shuo-sui, Wakil kepala RS Tzu Chi Taipei.
“Selama lebih dari 20 tahun ini, saya sungguh merasa bahwa Master telah menciptakan lingkungan yang terindah dan terbaik di RS Tzu Chi Taipei untuk kami. Saat itu, saya merasa bahwa meski rumah tempat tinggal saya sangat kecil, tetapi setiap hari, saya beraktivitas di dalam ruang yang sangat luas. Saya pun merasa bahwa hati saya menjadi sangat lapang,” kata Xu Rong-yuan, Wakil kepala RS Tzu Chi Taipei.
“Saya telah 30 tahun mendedikasikan diri di Tzu Chi. Sejak tahun 1995, saya bergabung di RS Tzu Chi Hualien. Pada tahun 2005, saya juga hadir dalam peresmian RS Tzu Chi Taipei tanggal 8 Mei. Tahun ini merupakan tahun yang penting bagi Tzu Chi, yakni 60 tahun Tzu Chi dan 40 tahun misi kesehatan Tzu Chi. Berhubung saya akan terus mendedikasikan diri di sini, saya dapat berkata kepada orang-orang bahwa saya menghabiskan sebagian besar hidup saya di Tzu Chi,” kata Zheng Jing-feng Wakil kepala RS Tzu Chi Taipei.


Saya sangat bersyukur. Para dokter kita sungguh berjodoh dengan Tzu Chi. Saat hendak mendirikan rumah sakit di Taipei, yang ada dalam pikiran saya ialah, "Asalkan yang kita lakukan bermanfaat bagi dunia, saya yakin bahwa akan selalu ada insan bajik yang mendukung." Dengan keyakinan seperti inilah, kita terus melakukan hal yang bermakna dengan tenang.
Masyarakat yang terbebas dari masalah tidak membutuhkan sumbangsih Tzu Chi. Tzu Chi selalu bersumbangsih karena terdapat banyak masalah di dunia ini. Jadi, makin banyak orang baik yang berbuat baik, makin sedikit pula masalah di dunia ini. Tanpa Tzu Chi, masyarakat tetap akan penuh dengan masalah, tetapi tidak akan ada bantuan dari Tzu Chi. Jadi, yang membutuhkan bantuan akan kehilangan kesempatan untuk menerima bantuan. Hanya demikian.
Karena itu, saya sangat bersyukur. Tzu Chi sungguh telah membantu banyak orang. Berkat dedikasi para hadirin di sini serta setiap anggota komite dan Tzu Cheng yang bersumbangsih dengan penuh perhatian, barulah Tzu Chi bisa seperti sekarang. Mengenai apa yang telah Tzu Chi lakukan, saya sangat bersyukur. Sungguh, saya sangat bersyukur kepada Tzu Chi.
Bersyukur kepada Tzu Chi berarti bersyukur kepada setiap Bodhisatwa Tzu Chi. Tanpa para Bodhisatwa, tidak akan ada Tzu Chi. Dengan adanya Tzu Chi, baru ada RS Tzu Chi dan barulah kita dapat menciptakan berkah.

Saat berkunjung ke Taipei, di sinilah saya menginap. Pembangunan gedung rumah sakit kita dirampungkan oleh insan Tzu Chi. Kini, insan Tzu Chi jugalah yang menjaganya. Mendengar kisah yang dibagikan para dokter kita, bukankah mereka telah menggantikan kita untuk menjaga rumah sakit kita?
Rumah sakit adalah tempat mengobati orang sakit. Tanpa dokter, rumah sakit tidak bisa mengobati pasien. Bukankah ini merupakan lingkaran cinta kasih yang terus berlanjut? Karena itulah, kini kita semua bisa dengan tenang memercayakan rumah sakit kepada kepala RS serta para wakil kepala RS, kepala departemen, dan perawat kita. Kita memercayakan rumah sakit pada mereka dan mereka telah menjaganya dengan baik.
Mereka telah menyelamatkan banyak pasien yang didera penyakit di tengah masyarakat, baik secara mental maupun fisik. Mengenai masalah di tengah masyarakat, kita hanya bisa menangani sebagian. Asalkan memiliki jalinan jodoh dengan Tzu Chi, mereka akan tertolong. Tentu saja, di rumah sakit, mengobati setiap orang hingga pulih total, itu sangatlah sulit.
Di dunia ini, sesuai hukum alam, setiap orang mengalami fase lahir, tua, sakit, dan mati. Saat seseorang jatuh sakit, jika jalinan jodohnya memang belum berakhir, dia akan bisa menjalani pengobatan hingga akhirnya pulih. Ini karena sang dokter yang hebat atau memang sang pasien berumur panjang? Intinya, setelah ditangani oleh dokter kita, ada pasien yang pulih dan terselamatkan. Namun, ada pula yang telah dirawat dengan sepenuh hati, tetapi sesuai hukum alam, mereka tetap meninggal dunia. Ini bukan karena dokter tidak merawat mereka dengan sepenuh hati. Bukan demikian. Jadi, semuanya bergantung pada jalinan jodoh.
Yang tidak memiliki jalinan jodoh tidak akan terselamatkan, sedangkan yang memiliki jalinan jodoh baik akan pulih kembali setelah menjalani perawatan yang penuh kelembutan dari para tenaga medis. Karena itulah, saya sering mengingatkan semua orang untuk lebih banyak menjalin jodoh berkah. Untuk menyelamatkan pasien, dokter harus memiliki berkah. Jika ingin terselamatkan, pasien juga harus memiliki berkah. Jadi, dibutuhkan jalinan jodoh baik dari kedua belah pihak.
Meski dokter sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi jika pasien tidak memiliki jalinan jodoh itu dan waktunya memang sudah tiba, mustahil untuk menyelamatkan mereka. Demikianlah kehidupan. Kita harus berusaha untuk berbuat baik. Dengan demikian, hati kita akan damai, masyarakat pun akan harmonis. Singkat kata, tugas saya berkaitan dengan agama. Hanya orang-orang yang berjodoh dengan sayalah yang dapat menerima ajaran saya.

Kalian juga memiliki jalinan jodoh dengan saya sehingga kalian bersedia menjalankan Tzu Chi dan kini bisa duduk di sini. Jika tidak bisa menerima ajaran saya, kalian tidak akan duduk di sini hari ini. Semua orang yang duduk di sini merupakan insan Tzu Chi dan insan bajik di tengah masyarakat. Singkat kata, prinsipnya selalu sama. Jalinan jodoh baik mendatangkan berkah.
Pasien yang penuh berkah akan bertemu dokter yang baik. Bertemu dokter yang berjodoh adalah berkah pasien. Dokter juga membutuhkan jalinan jodoh baik untuk bertemu pasien mereka. Pasien juga harus memiliki jalinan jodoh baik untuk terselamatkan. Sungguh, jalinan jodoh sangatlah penting. Singkat kata, hendaklah kita berbuat baik setiap hari.
Kita tidak tahu siapa yang akan kita temui dan apakah kita berjodoh dengan mereka. Kita cukup mengerahkan segenap hati dan tenaga untuk mengasihi dan memperhatikan pasien. Jalinan jodoh antara dokter dan pasien serta berkah pasien, semua ini sangatlah penting. Jadi, genggamlah jalinan jodoh untuk menghormati kehidupan dengan cinta kasih. Hendaklah kita saling menjalin jodoh baik.
Yakin bahwa setiap orang memiliki cinta kasih dan membawa kehangatan
Menyembuhkan fisik dan mental pasien dengan penuh perhatian
Berusaha semaksimal mungkin untuk bersumbangsih tanpa pamrih
Menghormati kehidupan dan menciptakan jalinan jodoh berkah
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 10 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 12 Agustus 2026







Sitemap