Ceramah Master Cheng Yen: Bersama-sama Mewujudkan Keharmonisan, Keindahan, dan Kebajikan


Bodhisatwa sekalian, satu tahun berlalu dengan begitu cepat. Kita kembali lagi di acara Pemberkahan Akhir Tahun. Saya sering berkata bahwa hendaknya kita saling mendoakan setiap hari. Setiap kali bertemu, kita harus saling mendoakan dan saling berterima kasih.

Di Tzu Chi, kata yang paling sering terdengar ialah "terima kasih" dan "saya mendoakan Anda". Inilah orang-orang baik yang bertutur kata baik. Hendaknya kita selalu membangkitkan niat untuk berbuat baik. Melihat setiap insan Tzu Chi yang selalu memancarkan sosok Bodhisatwa, saya merasa sangat bersukacita.

Belakangan ini, saya selalu menginventarisasi kehidupan. Setiap hari adalah hari yang paling penting bagi saya. Setiap waktu yang berlalu adalah saat yang patut saya syukuri karena bisa melewatinya dengan aman dan tenteram. Saya merasa bahwa sepanjang hidup ini sangat dipenuhi berkah karena selalu ada orang-orang yang memperhatikan saya.

Oleh karena itu, saya ingin lebih bersyukur lagi, terus membawa manfaat bagi semua orang, dan mendoakan semuanya dengan lebih tulus. Saya mendoakan agar semuanya dapat terus melangkah di Tzu Chi untuk bersumbangsih tanpa pamrih dan saling mengucapkan terima kasih. Bukankah ini kehidupan dan organisasi yang sangat indah?


Saya sangat berharap meski saat saya tidak hadir, kalian tetap sering menggunakan Aula Pembabaran Sutra ini untuk bersama-sama melatih diri. Saya percaya bahwa belakangan ini, kalian terus berlatih di aula ini dengan tekun dan bersemangat. Sebagai kelompok, kalian harus saling berinteraksi untuk mengoordinasikan gerakan tangan, kaki, dan melantunkan Sutra dengan rapi agar dapat menyampaikan ketulusan dan rasa syukur saat Pemberkahan Akhir Tahun. Inilah yang harus kalian tunjukkan.

Saya ingin menyampaikan kepada semuanya bahwa pementasan kalian sangatlah indah dan semuanya sangat bersukacita. Saya berharap kalian tetap memegang semangat ini untuk terus menyelami Sutra selamanya dan tidak pernah meninggalkan batin yang terus menghayati Sutra.

Sejak saya mendirikan Tzu Chi, tahun ini telah genap 60 tahun. Ini sungguh tidak mudah. Hendaknya kita semua memiliki hati yang penuh rasa syukur. Tzu Chi terwujud berkat kalian, mereka, dan kita. Banyak orang menjadi donatur karena mengenal insan Tzu Chi.


Komite Tzu Chi dan Tzu Cheng bisa dikatakan sebagai teladan di masyarakat. Lihatlah, semuanya datang dengan sangat rapi. Rambut ditata dengan gaya khas Tzu Chi dan semuanya mengenakan Qipao dengan anggun. Setiap orang memancarkan kualitas yang membuat siapa pun yang melihat ikut merasakan sukacita Dharma.

Begitu pula dengan para anggota Tzu Cheng. Semuanya mengenakan seragam dengan rapi, tampak bersemangat dan gagah, hingga menghadirkan rasa hormat bagi siapa pun yang melihatnya. Inilah kelompok yang sangat indah.

Baru saja di lantai atas, para relawan dari Spanyol juga datang. Mereka menjalankan misi Tzu Chi di sana dan kali ini ada jalinan jodoh untuk kembali ke sini. Baru saja, mereka berkata bahwa ingin belajar menjadi Bodhisatwa. Ini menunjukkan bahwa jika dunia terus berkembang seperti ini, akan terwujud tanah suci dengan banyaknya Bodhisatwa dunia.

Setiap insan Tzu Chi selalu menapaki Jalan Bodhisatwa. Terlebih lagi, para anggota komite Tzu Chi dan Tzu Cheng datang bersama seluruh keluarga mereka. Semangat ini hadir dari kehidupan ke kehidupan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Hendaknya kita membangun ikrar untuk terus menapaki Jalan Bodhisatwa dari kehidupan ke kehidupan.

Saya lahir ke dunia ini untuk terjun ke tengah masyarakat dan mentransformasi orang banyak dari makhluk awam menjadi Bodhi. Semuanya telah mempelajari ajaran Buddha. Ajaran Buddha disebut Jalan Bodhi. "Bodhisatwa" adalah sebutan bagi mereka yang menapaki Jalan Bodhi itu.


“Mewariskan silsilah Dharma Jing Si secara luas demi ajaran Buddha. Mempraktikkan mazhab Tzu Chi demi semua makhluk. Menapaki Jalan Bodhisatwa dalam proses belajar dan menuju kesadaran.  Memiliki keyakinan, ikrar, dan praktik di Jalan Tzu Chi. Kami akan mengasihi Master dari kehidupan ke kehidupan. Perahu Dharma Tzu Chi telah berlayar. Kami akan mewariskan silsilah Dharma Jing Si selamanya.”

Bodhisatwa sekalian, lihatlah, bukankah ini cinta kasih yang dimiliki oleh insan Tzu Chi? Kekuatan cinta kasih itu begitu rapi dan indah. Cinta kasih ini bermula dari satu niat yang menyebar ke seluruh dunia. Saya merasa sangat tersentuh dan bersyukur. Saya mendoakan semuanya dengan penuh ketulusan.

Lihatlah, aliran cinta kasih tidak pernah terputus dan terlihat dari gulungan demi gulungan nama donatur. Semua ini terwujud oleh kekuatan cinta kasih. Terima kasih. Saya berharap semua Bodhisatwa tidak pernah berhenti menapaki Jalan Bodhisatwa. Biarlah kekuatan cinta kasih terus mendorong kita maju. Inilah harapan terbesar saya dan juga panggilan para Buddha dan Bodhisatwa yang hadir di dunia.

Saudara sekalian, ingatlah selalu kekuatan cinta kasih yang ada di dalam hati semua orang. Inilah berkah bagi Kaohsiung dan keindahan bagi dunia. Saya mendoakan semuanya. Terima kasih.

Senantiasa mengucapkan doa dan rasa syukur
Membangun keharmonisan untuk bersumbangsih tanpa pamrih
Mewujudkan keindahan dan kebajikan dengan ketulusan
Mewariskan ikrar dan praktik Bodhisatwa dari generasi ke generasi

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 24 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 26 Januari 2026
Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -