Ceramah Master Cheng Yen: Bersumbangsih Tanpa Pamrih dengan Welas Asih dan Kebijaksanaan
“Hampir setiap toko yang kami datangi bersedia untuk meletakkan celengan bambu ini. Hingga saat ini jumlahnya sudah mendekati 100 toko. Yang terpenting ialah kami berharap bisa menggalang Bodhisatwa secara luas,” kata Soon Hock Len, relawan Tzu Chi.
“Saat ada pelanggan datang, saya selalu mengatakan bahwa ini untuk mendukung perbuatan baik. Kepada pelanggan asli Malaysia pun, saya menyampaikan dengan cara yang sama. Ketika bertemu, saya jelaskan sedikit bahwa membantu sesama itu adalah hal yang sangat baik,” kata Mok Shi Kee, Pemilik toko.
“Setiap kali memasukkan koin, tidak perlu banyak. Niat saya ialah mendoakan dunia agar terhindar dari kekacauan dan tidak lagi dilanda bencana banjir,” kata Cha Ah Kow, Warga.
“Tzu Chi pernah membantu saya saat terjadi banjir. Saya merasa bahwa kalian benar-benar bertindak nyata. Program Toko Cinta Kasih ini bisa menyebar luas. Menurut saya ini merupakan metode yang tepat. Saya merasa sangat tersentuh,” kata Ng Sok Beng, Pemilik toko.
“Dengan dana kecil, kita bisa melakukan hal besar. Inilah yang saya harapkan dari Tzu Chi, yaitu dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan,” kata Teng Lian Fatt, relawan.

Kita semua bisa melakukan hal untuk membantu sesama. Inilah yang disebut pengetahuan dan potensi bajik. Dalam ajaran Buddha, ini disebut dengan pengetahuan dan pandangan Buddha. Para Buddha dan Bodhisatwa selalu mengajarkan bahwa semua orang pada dasarnya memiliki hakikat kebuddhaan. Semuanya harus mengingat hal ini.
Oleh karena kita semua memiliki hakikat kebuddhaan, berarti di dalam diri setiap orang juga terdapat hati Bodhisatwa. Oleh karena itu, membantu sesama adalah sesuatu yang sudah sepatutnya. Karena telah melangkah masuk ke Tzu Chi, kita adalah bagian dari tim yang menapaki Jalan Bodhisatwa.
Membantu orang lain adalah hal yang sudah sewajarnya. Jangan pernah berkata, "Saya sudah bersumbangsih. Saya ingin semua orang tahu dan berterima kasih kepada saya." Jangan pula berkata, "Saya sudah bersumbangsih. Saya ingin mendapatkan balasannya." Pikiran seperti itu tidak boleh ada.
Kita harus percaya bahwa ketika bersumbangsih, kita telah menjalin jodoh dengan banyak orang. Dengan menjalin jodoh dengan banyak orang, kita pasti akan menuai buahnya sesuai benih yang ditanam. Kita tidak perlu menuntut balasan sekarang juga.
Ketika bencana terjadi dan kita tergerak untuk pergi membantu, hendaknya kita memperhatikan keselamatan terlebih dahulu, barulah melanjutkan hal yang lainnya. Inilah keseimbangan antara kebijaksanaan dan welas asih. Jangan mengambil risiko tanpa perhitungan dan berwelas asih tanpa kebijaksanaan. Yang terpenting ialah semuanya selamat dan bantuan dapat sampai ke tujuan. Dengan begitu, semuanya akan merasa tenang.

Saudara sekalian, keamanan menjadi prioritas utama. Saya ingin memberi tahu semuanya bahwa kita telah menapaki Jalan Bodhisatwa di dunia dengan kekuatan cinta kasih. Setelah bencana berlalu, kita harus hadir dengan kepedulian, kesiapan, dan kebijaksanaan. Hanya setelah memastikan keamanan, bantuan dapat benar-benar dijalankan. Inilah wujud dari kekuatan cinta kasih.
Belakangan ini, Guangfu terkena bencana. Banyak anak muda datang ke Hualien dan Guangfu untuk membantu. Saat itu, insan Tzu Chi setempat segera bergerak agar semua yang datang tidak kekurangan makanan. Semuanya tertata dengan sangat rapi meski jumlah yang datang sangatlah banyak.
Dari sini, bisa terlihat cinta kasih yang begitu rapi. Inilah wujud kebenaran, kebajikan, dan keindahan. Dengan hati yang benar dan tulus serta tindakan yang bajik, terbentuklah pemandangan yang sangat indah. Inilah yang disebut dengan benar, bajik, dan indah. Ini sungguh tidak memerlukan seruan secara khusus.
Saya selalu berkata bahwa saya sama sekali tidak menyerukan apa pun, tetapi semuanya bergerak dengan begitu tertib. Kebersamaan ini mencerminkan nilai kebenaran, kebajikan, dan keindahan. Melihat orang-orang berhimpun, rasanya sulit menemukan kata-kata untuk memuji. Hal ini dimungkinkan karena semuanya menyimpan cinta kasih agung di dalam hati dan memiliki semangat bersumbangsih tanpa pamrih. Inilah cinta kasih. Saya merasa sangat bersyukur.
Kekuatan cinta kasih berarti ketika sesuatu terjadi secara mendadak, semua orang dapat berkumpul dan bergerak bersama. Kita harus senantiasa mengingat hal ini. Kita tentu berharap semuanya selalu aman dan tidak terjadi apa-apa. Ini adalah hal yang baik. Namun, hidup ini tidak kekal. Di mana pun terjadi bencana, hendaknya kita selalu siap untuk bergerak. Inilah kesiapsiagaan. Ke mana pun saya pergi sekarang, saya selalu menyampaikan hal ini. Betapa pun besarnya cinta kasih kita, jika jarak terlalu jauh, perhatian yang diberikan sulit untuk berkesinambungan. Karena itu, kita harus terus mengajak setiap orang untuk saling menjaga.
Belakangan ini, saya sering mendengar bahwa relawan Tzu Chi pergi memasang pegangan tangan. Setiap kali mendengarnya, saya merasa sangat tersentuh dan bersyukur. Bukan hanya penerima bantuan Tzu Chi saja yang membutuhkan pegangan tangan, saudara se-Dharma dan tetangga kita pun membutuhkannya. Selama ada yang membutuhkan, kita harus membantu mereka memasangnya. Jika ada lansia yang berkata bahwa tidak membutuhkan alat ini karena masih sehat, kita harus memberi tahu bahwa ini bentuk pencegahan.
Manusia tidak takut pada hal yang sering terjadi, melainkan pada satu kemungkinan tidak terduga. Hendaknya kita menjaga satu sama lain. Para anggota Tzu Cheng sekalian, hendaknya kalian bertanya pada orang-orang sekitar apakah membutuhkan pegangan tangan. Jika dibutuhkan, hendaknya kalian membantu memasangkannya. Jika di suatu tempat tidak ada orang yang khusus menangani hal ini, kita bisa mencari orang lain untuk membantu.

Dalam keseharian, jika semua orang saling menjaga, lingkungan akan aman dan tenteram. Hendaknya kita saling mendoakan dan hidup dengan tulus. Untuk mewujudkan kedamaian, semua orang harus bekerja sama dengan baik. Kedamaian sebuah negara membutuhkan himpunan berkah dari semua makhluk. Tanpa membeda-bedakan agama, kita bersama-sama melenyapkan kemiskinan dan penderitaan dengan cinta kasih. Setiap kali bencana terjadi, kita layak dan patut untuk pergi membantu.
Saudara sekalian, kekuatan cinta kasih tidak dibatasi oleh besar atau kecil, juga tidak dibatasi oleh negara. Selama ada kebutuhan, kita harus segera bersumbangsih. Orang yang mampu membantu sesama adalah orang yang dipenuhi berkah. Berkah itu harus kita ciptakan sendiri. Jika tidak menciptakan berkah, bagaimana mungkin kita bisa memperolehnya? Jadi, kita harus selalu memperhatikan peristiwa dunia, lingkungan sekitar, dan para tetangga. Di mana pun ada yang membutuhkan, kita harus segera bergerak untuk membawa bantuan. Jika kita mengetahui sebuah informasi bencana, kita bisa saling memberi kabar. Inilah kekuatan cinta kasih.
Saya sangat bersyukur karena semuanya dapat hidup dengan aman. Hendaknya kita terus menjaga satu sama lain. Saya berharap kalian semua terus menjalankan apa yang selama ini sudah dilakukan. Saat ini, saya tidak ada sesuatu yang ingin disampaikan lagi. Saya mendoakan semuanya dengan tulus. Semoga semuanya terus hidup dalam kedamaian dan dipenuhi berkah setiap hari. Dalam menapaki Jalan Bodhisatwa, kita semua harus tekun dan bersemangat. Inilah yang paling penting.
Welas asih dan kebijaksanaan berjalan beriringan untuk menciptakan kekuatan besar
Tersimpan cinta kasih agung di dalam hati untuk bersumbangsih tanpa pamrih
Menciptakan berkah dan menyebarkan keindahan serta kebajikan
Melatih diri dengan tekun dan bersemangat demi mendatangkan kebaikan
Tersimpan cinta kasih agung di dalam hati untuk bersumbangsih tanpa pamrih
Menciptakan berkah dan menyebarkan keindahan serta kebajikan
Melatih diri dengan tekun dan bersemangat demi mendatangkan kebaikan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 22 Desember 2025
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 24 Desember 2025







Sitemap