Ceramah Master Cheng Yen: Bertekad Menjadi Guru yang Membasahi Ladang Batin
“Hari ini, saya datang ke Hualien untuk bersyukur kepada Master, seluruh relawan Tzu Chi, dan para anggota Asosiasi Guru Tzu Chi. Tanpa kalian, murid-murid kami tidak mungkin mengalami kemajuan secepat ini,” kata Zhang Li-cheng, Kepala SD Nanhua, Tainan.
“Kakak Nai-yu sangat profesional dalam melakukan perencanaan yang mencakup buku bergambar, pendidikan kehidupan, pendidikan budi pekerti, dan wawasan internasional. Pelajaran yang diberikan sama sekali tidak menyinggung agama, melainkan menggunakan berbagai detail dalam kehidupan untuk mengingatkan anak-anak,” lanjut Zhang Li-cheng.
“Lewat kerja sama jangka panjang, guru kami menyadari antusiasme, profesionalisme, dan kesungguhan hati para guru Asosiasi Guru Tzu Chi sehingga mereka juga harus meningkatkan semangat mereka. Jadi, yang memperoleh manfaat bukan hanya murid-murid, tetapi juga para guru kami,” pungkas Zhang Li-cheng.
“Di bawah kerja keras dan dukungan penuh dari Kakak Yan, Taman Bacaan Jing Si bisa menjangkau sekolah dasar yang paling terpencil di Kota Tainan. Di Taman Bacaan Jing Si, kami membaca dan belajar bersama untuk membina budi pekerti murid-murid kami. Lewat buku, kami memperluas wawasan mereka dan mengurangi kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan,” kata Zhang Hong-qi, Mantan kepala SD Beiliao, Tainan.
Kita telah mendengar kisah dari setiap kepala sekolah. Saya yakin setelah kalian mendedikasikan diri di bidang pendidikan, pasti ada kisah manis dan pahit yang bisa kalian bagikan. Kalian merasakan kemanisan karena saat masih menuntut ilmu, kalian memang bercita-cita untuk menjadi guru. Kini, cita-cita kalian telah terwujud dan menjadi seorang guru, bahkan telah menjadi kepala sekolah.
Melihat kalian naik setingkat demi setingkat di bidang pendidikan, saya sungguh sangat kagum. Mengenai saya sendiri, berhubung telah lanjut usia, kondisi kesehatan saya merosot dengan cepat. Saya merasa bahwa saya telah mendaki setinggi yang saya bisa dan bekerja keras selama 60 tahun. Tzu Chi telah berdiri selama 60 tahun. Selama 60 tahun ini, saya telah melihat banyak hal.
Meski tidak pernah pergi ke luar negeri, saya dapat mengetahui kondisi di berbagai negara. Ini berkat para insan Tzu Chi yang tersebar di berbagai negara. Mereka sangat mendukung Tzu Chi dan selalu menjalankan Tzu Chi di wilayah setempat. Mereka selalu berkata bahwa pengajaran Kata Renungan Jing Si sangat diminati oleh murid-murid, juga disukai oleh para orang tua murid.


“Ada satu murid yang saya ingat dengan jelas. Sebelumnya, dia sering bertutur kata kasar dan sangat mudah marah. Wali kelas dan para guru juga berusaha untuk membimbingnya, tetapi kondisi seperti ini tetap sering terjadi,” kata Fu Qin-zhan, Kepala SMP Gaotai, Pingtung.
“Suatu kali, saya berkata, ‘Mari kita membaca buku.’ Lalu, dia berkata, ‘Oke, buku apa?’ Kami pun pergi ke Taman Bacaan Jing Si dan dia memilih sebuah buku yang agak tipis, yaitu buku Kata Renungan Jing Si. Setelah membaca buku itu, dia sangat tergugah dan merasa sangat sesuai dengan kondisinya. Karena itu, saat berbagi pengalaman di sekolah, dia membagikan Kata Renungan Jing Si tentang mengendalikan emosi diri sendiri dan berpikir di posisi orang lain,” lanjut Fu Qin-zhan.
“Setelah itu, emosinya menjadi lebih stabil. Di kelas, dia juga lebih menuruti kata-kata guru dan bisa lebih baik dalam berinteraksi dengan murid lain. Saya merasa bahwa Kata Renungan Jing Si telah menjalankan fungsinya, yakni menyentuh hatinya dan memicu perubahannya,” pungkas Fu Qin-zhan.
Jadi, pendidikan membentuk pandangan dan pemikiran orang-orang. Guru bagaikan pengatur lalu lintas di tengah jalan, menahan kendaraan dari satu sisi sejenak agar kendaraan dari sisi lain dapat lewat terlebih dahulu. Mereka bagaikan sebuah kompas. Mereka mengajarkan semangat dan filosofi untuk membimbing murid-murid menapaki jalan yang benar. Inilah misi para guru.

Sesungguhnya, bukan hanya kalian, kami pun demikian. Guru Dharma dan guru pada dasarnya sama. Kami juga harus memikul tanggung jawab untuk mengedukasi orang-orang di seluruh dunia. Kalian sudah memiliki buku pelajaran dan kurikulum untuk setiap tingkatan, sedangkan kami harus menyelami lautan Dharma yang luas untuk menemukan metode yang tepat sendiri.
Dharma sangatlah dalam. Tentu saja, kita sama-sama harus membuat orang-orang tetap fokus saat kita memberikan ajaran. Saat mengajar, kalian tentu juga berharap murid-murid dapat berfokus. Kalian bisa memberi mereka bacaan yang mengajarkan prinsip kebenaran. Pilihlah kalimat yang singkat, bisa langsung dihafal begitu dibaca, dan cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika bisa demikian, ini akan sangat bermanfaat.
Hingga kini, Kata Renungan Jing Si sudah ada hampir 40 tahun. Awalnya, Guru Chen yang mengemban tanggung jawab atas Asosiasi Guru Tzu Chi dan promosi Kata Renungan Jing Si. Saya sangat bersyukur Kata Renungan Jing Si dapat tersebar luas di tengah masyarakat dan sekolah.
Tanggung jawab kami ialah menyebarkan Dharma untuk membawa manfaat bagi semua makhluk. Ini berarti membimbing orang-orang untuk mengenal ajaran Buddha. Ajaran Buddha membimbing orang-orang untuk beralih dari yang buruk ke yang baik. Inilah tanggung jawab kami. Tanggung jawab guru pun sama.
Hanya saja, bagi para guru, materi pelajaran dan kurikulum kalian sudah ditentukan. Namun, kami tidak seperti itu. Kami harus memilih sendiri di tengah lautan Dharma, bagai mencari jarum di tengah samudra. Kami harus memilih Dharma yang sesuai dengan kapasitas orang-orang.

Ketika kita bertemu dengan orang yang berjodoh, mereka akan sukacita mendengar kata-kata kita dan dapat menyerapnya ke dalam hati. Para guru dan kepala sekolah sekarang sungguh memiliki tekanan yang agak besar dalam menjalankan pendidikan.
Setiap kepala sekolah pasti berharap dapat meningkatkan kualitas sekolah mereka. Demikianlah kita bersaing demi kebajikan. Kita semua berusaha untuk mendidik murid-murid dengan sebaik mungkin. Membimbing orang-orang di dunia ini adalah tanggung jawab kita. Saya mengandalkan para kepala sekolah dalam hal ini.
Bertekad menjadi guru dan berikrar menggarap ladang batin
Memberikan ajaran dan membimbing orang-orang ke arah yang bajik
Menyebarkan Dharma sesuai kapasitas untuk membawa manfaat bagi semua makhluk
Membawa sukacita dan membasahi ladang batin orang-orang yang berjodoh
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 20 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 22 Agustus 2026







Sitemap