Ceramah Master Cheng Yen: Cinta Kasih Tanpa Pamrih bagaikan Mata Air


“Pada tanggal 13 Januari 2023 pukul 5 pagi, ada seorang wanita hamil datang ke IGD bersama dengan suaminya yang merupakan seorang sopir truk tanah. Suaminya berkata bahwa saat dia akan berangkat kerja di tengah malam, dia tidak tahu mengapa istrinya bersikeras untuk ikut pergi bersamanya. Ketika berada di daerah dekat Tzu Chi Hospital, istrinya merasakan sakit di perutnya seperti akan melahirkan.  Suaminya sangat panik dan seorang petugas keamanan membantunya mengantar istrinya sampai ke rumah sakit kita. Ternyata, istrinya benar-benar akan melahirkan,”
kata Suriadi Direktur Umum Tzu Chi Hospital Indonesia.

“Saat tiba di rumah sakit, suami ini menolak untuk masuk karena melihat rumah sakit yang sangat besar dan dia sendiri tidak membawa uang. Di rumah pun, dia juga tidak punya uang. Saat cerita ini terdengar oleh para staf kita, semua staf rumah sakit mengumpulkan dana untuk membeli perlengkapan bayi bagi pasangan ini. Ini membuktikan bahwa semangat cinta kasih Master telah tertanam dalam hati staf Tzu Chi Hospital,” lanjut Suriadi.

“Hal yang tidak terbayangkan ialah ketika mereka pergi membeli perlengkapan bayi, mereka juga membagikan kisah ini kepada pemilik toko. Pemilik toko merasa sangat tersentuh dan turut menyumbangkan 6 helai pakaian bayi. Kisah ini sangat menyentuh. Para staf mengumpulkan dana secara inisiatif dan menginspirasi orang lain,” pungkas Suriadi.


Saya sangat tersentuh. "Rasa syukur" telah menjelaskan semuanya. Saat kita lahir, banyak hal yang patut disyukuri. Selain membalas budi orang tua, semua makhluk, dan para guru, kita juga harus berterima kasih atas budi luhur alam. Ini disebut dengan empat budi besar. Lahir ke dunia ini, kita harus bersyukur atas empat budi besar. Ketika antarsesama manusia dapat bekerja sama dengan harmonis, barulah kita dapat menciptakan nilai dalam hidup. Jadi, untuk mewujudkan nilai kehidupan, hendaknya kita memiliki rasa syukur setiap saat.

Tujuan dari misi kesehatan kita ialah melindungi dan menghormati kehidupan. Kehidupan tidak hanya mengacu pada manusia. Tanpa adanya makhluk hidup lain, manusia tidak dapat bertahan hidup. Dunia ini membutuhkan berbagai kehidupan yang berbeda untuk membuatnya menjadi lebih indah. Dengan adanya tumbuhan, hewan, dan manusia, dunia akan menjadi indah. Namun, hal yang sangat disayangkan ialah pikiran manusia yang tidak indah.

Akibat nafsu keinginan, pikiran, perkataan, dan tindakan manusia menimbulkan hal-hal yang buruk. Polusi udara diakibatkan oleh ulah manusia, begitu pula dengan kerusakan Bumi. Terlebih lagi, untuk menikmati kehidupan, manusia tidak peduli dengan apa yang mereka makan. Begitu menakutkannya kehidupan manusia.

Hendaknya semua orang merenungkannya dengan baik. Kenikmatan terbaik ialah ketika masyarakat harmonis dan menciptakan dunia yang damai dan bebas konflik. Inilah yang terbaik.  Bagaimana kita dapat mencapai hal ini? Kita harus membangkitkan cinta kasih. Cinta kasih membawa kedamaian. Janganlah kita membandingkan harta yang kita punya, melainkan bandingkanlah seberapa besar sumbangsih yang telah kita berikan. Meski telah bersumbangsih tanpa pamrih, kita tetap harus menginventarisasi kehidupan kita.


Saya selalu menginventarisasi kehidupan setiap hari. Apakah kalian tahu air sumur? Jika tidak menggali sumur, kita tidak akan mendapatkan air. Setelah kita menggali sumur, air akan terus mengalir keluar. Tidak peduli berapa ember yang kita ambil, baik satu ember maupun seribu ember, ketinggian air di sumur tidak akan berubah. Ketika tidak ada air yang kita ambil dari sumur, airnya juga tidak akan bertambah tinggi. Ketika banyak orang mengambil air dari sumur itu, ketinggian airnya pun tidak akan berubah.

Jadi, hendaknya kita merenungkan sudahkah hidup kita seperti mata air yang terus memancar. Pancaran air yang saya maksud ialah apakah kita telah bersumbangsih bagi dunia. Jika kalian tidak menggali sumur, tanah akan kering selamanya. Hujan lebat akan menyebabkan banjir, tetapi ketika tidak ada hujan yang turun, tanah akan menjadi kering. Oleh karena itu, kita harus tetap memiliki air dan menjaganya tetap bersih. Inilah yang disebut dengan selain berbisnis, kita harus melakukan perbuatan baik.

Saat ini, kita semua perlu untuk menciptakan berkah. Waktu satu hari dapat dilalui dengan menikmati kehidupan ataupun menciptakan berkah. Dengan menciptakan berkah, kita masih meninggalkan jejak sumbangsih kita. Saya berharap kalian dapat menginventarisasi kehidupan kalian dengan baik. Kita harus menjadi seorang penggali sumur. Bukankah saya telah mengatakannya dalam buletin Dunia Tzu Chi? 


Saya berpikir bahwa saya tidak ingin membangun kolam dengan batu bata. Saya lebih baik menggali sumur sehingga air akan terus memancar keluar. Dengan membangun rumah sakit, kalian benar-benar telah menjadi penggali sumur. Namun, apakah ada air yang memancar keluar dari dalam sumur? Hal yang saya maksud bukanlah uang, melainkan cinta kasih. Apakah kalian telah membangkitkan cinta kasih untuk melindungi rumah sakit ini? Hal yang terpenting saat ini ialah menghimpun orang-orang. 

Menghimpun orang bukanlah hal yang mudah. Apalagi menghimpun orang-orang yang memiliki tekad yang sama, ini lebih sulit. Bagaimana cara kita memiliki tekad yang sama? Kita harus memiliki cinta kasih yang tanpa pamrih. Inilah kebajikan yang luhur. Kebajikan dapat menginspirasi hati orang lain. Saya sering mengatakan bahwa kita harus memperpanjang jalinan kasih sayang dan memperluas cinta kasih agung. Tzu Chi Hospital harus penuh dengan jalinan kasih sayang dan cinta kasih agung. Dengan adanya rumah sakit Tzu Chi, saya merasa sangat tenang.

Saya selalu merasa diri saya dipenuhi oleh berkah. Semua direktur rumah sakit sangat dekat dengan hati saya. Tanpa harus saya mengingatkan, mereka memimpin semua orang ke arah yang benar sehingga dokter dan perawat memiliki tekad yang sama serta semua departemen dapat berkembang. Mereka mengelola rumah sakit dengan cinta kasih. Saya yakin bahwa Indonesia dapat mencapai ini.   

Senantiasa bersyukur atas empat budi besar
Menghormati kehidupan dan mewujudkan keharmonisan 
Menggali sumur dengan hati yang murni dan menginventarisasi kehidupan 
Memiliki cinta kasih tanpa pamrih yang bagaikan mata air   

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 13 Oktober 2023
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Felicia
Ditayangkan Tanggal 15 Oktober 2023
Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -