Ceramah Master Cheng Yen: Dokter Teladan Menyelamatkan Dunia dan Mewariskan Pelita Hati
“Orang tua saya telah bergabung dengan Tzu Chi sejak 54 tahun yang lalu. Ibu saya, Cao Chen Jing Zhi, adalah benih pertama Tzu Chi di Yuli. Ayah saya, dr. Cao Wei, yang mendirikan RS Hong De di Yuli. Rumah sakit tersebut kemudian menjadi RS Tzu Chi Yuli. Kini, tempat itu telah menjadi Aula Jing Si Yuli. Keluarga kami memiliki jalinan jodoh yang sangat dalam dengan Tzu Chi,” kata Cao Yan, relawan Tzu Chi.
Sekelompok orang yang sulit saya lupakan ialah dr. Cao Wei dari Yuli dan Chen Jing Zhi. Pasangan suami istri ini benar-benar memberikan dukungan besar pada masa itu. Ketika menjalankan misi amal, saya menghadapi banyak kesulitan dan kesulitan terbesar ialah masalah penyakit. Jika ada orang yang kurang mampu, kita bisa membantu dengan memberikan uang atau beras. Namun, jika mereka sakit, apa yang harus kita lakukan?
Pada masa itu, Hualien kekurangan fasilitas medis, termasuk obat dan dokter. Situasinya sangat sulit. Kemudian, terbentuklah jalinan jodoh. Di Yuli, terdapat Rumah Sakit Veteran. Dokter Cao Wei saat itu menjabat sebagai kepala departemen bedah di rumah sakit tersebut. Berhubung istrinya telah bergabung di Tzu Chi, terjalinlah jodoh baik sehingga beliau bertekad untuk membantu.
Pada tanggal 24 setiap bulan, kami mengadakan pembagian bantuan di Hualien dan para penerima bantuan akan datang mengambil beras. Di saat itulah, dr. Cao Wei datang membantu. Jika ada yang sakit parah dan perlu dirujuk ke rumah sakit, mereka akan dibawa ke Rumah Sakit Veteran Yuli. Beliau banyak membantu saya memikul tanggung jawab. Setiap kali membahas tentang dr. Cao Wei dan istrinya, hati saya selalu dipenuhi rasa kehilangan yang mendalam.


Pada masa awal perjalanan saya, mereka memberikan dukungan yang sangat besar. Suatu hari, beliau datang menemui saya dengan mengenakan sandal dan orang-orang merasa beliau tampak sangat pucat. Beliau kemudian mengangkat ujung celananya dan memperlihatkan jempol kakinya kepada saya. Beliau berkata, "Saya ada penyakit di bagian sini." Saya berkata, "Sepertinya tidak terlihat sesuatu yang serius." Beliau menjawab, "Bagian ini sudah mulai menghitam dan ini merupakan tanda yang tidak baik."
Sejak saat itu, beliau mulai dirawat di rumah sakit dan menjalani pengobatan. Kondisi kesehatannya tidak terlalu baik. Tidak lama kemudian, saya pergi menjenguknya dan beliau berkata, "Master, yang paling saya khawatirkan sekarang ialah rumah sakit. RS Hong De di Yuli kelak saya percayakan kepada Anda." Saya berkata, "Tenanglah. Anda masih memiliki dokter dan anak-anak yang baik." Beliau berkata, "Sulit jika bukan profesional. Saya membutuhkan bantuan Master."
Setelah beliau meninggal dunia, saya pun terus mencurahkan perhatian pada rumah sakit tersebut. Istri beliau sangat berharap agar anaknya dapat melanjutkan tanggung jawab itu. Namun, anaknya masih muda dan bukan seorang dokter. Mengelola sebuah rumah sakit dan memimpin para tenaga medis bukanlah hal yang mudah. Singkat kata, kita mengambil alih rumah sakit tersebut. Jadi, RS Tzu Chi Yuli merupakan RS Hong De yang dahulu didirikan oleh dr. Cao Wei.


Saya berterima kasih kepada dr. Chen Yan-bi yang mengelola rumah sakit dengan sangat baik. Wilayah pelayanannya sangatlah luas. Kita juga membangun rumah sakit di daerah yang lebih ke selatan, yaitu di Guanshan. Saya juga berterima kasih kepada dr. Pan yang memikul tanggung jawab di Guanshan, bahkan membantu hingga wilayah Taitung. Dengan demikian, di wilayah agak ke utara ada RS Tzu Chi Hualien, di selatannya ada RS Tzu Chi Guanshan, dan di tengah-tengah ada RS Tzu Chi Yuli. Seperti inilah garis pelayanan medis yang membentang di wilayah timur Taiwan. Melalui sistem medis ini, kita bersama-sama melindungi masyarakat di wilayah timur.
Belakangan ini, saya sering mendengar kalimat, "Matahari terbit dari arah lautan dan terlebih dahulu menyinari gunung." Orang-orang berkata bahwa di sanalah rumah sakit harus dibangun. Memang benar, pada masa itu, semuanya bermula dari Yuli. Kemudian, semuanya perlahan-lahan berkembang dari baksos kesehatan hingga akhirnya dibangunlah RS Tzu Chi Hualien.
Sejarah misi kesehatan Tzu Chi di separuh wilayah Taiwan sesungguhnya sangatlah kaya. Saya sangat berharap badan misi budaya humanis Tzu Chi dapat menyusun sejarah misi kesehatan ini dengan baik, terutama yang bermula dari Yuli. Inilah harapan terbesar saya.


Saudara sekalian, Tzu Chi hadir di dunia dan bermula dari Hualien. Hualien adalah tempat yang sangat bersih dan memiliki pemandangan yang indah. Dahulu, karena transportasinya tidak memadai, wilayah timur Taiwan dapat mempertahankan kemurnian dan kesederhanaannya. Namun, hal di dunia tidak mungkin selalu sempurna.
Saat ini, jalur transportasi sudah makin luas dan memadai. Meski kini terasa mudah dan nyaman untuk bepergian, saya juga merasa ada yang sangat disayangkan. Entah berapa banyak terowongan yang digali dan berapa banyak pegunungan serta desa-desa yang dulunya begitu alami, kini mengalami perusakan. Sepanjang perjalanan, kita dapat melihat jalan yang makin lebar, tetapi banyak pula jalan lama yang alami telah hilang. Hal ini sungguh disayangkan.
Namun, kehidupan di dunia memang tidak mungkin sepenuhnya sempurna. Demi memudahkan transportasi masyarakat, harus ada pengorbanan, bahkan mengorbankan keindahan desa-desa dan jalur pegunungan. Bagaimana kita menutupi kekurangan dalam kehidupan di dunia ini? Kita harus berupaya menyucikan hati manusia dan mewujudkan keharmonisan masyarakat.
Jadi, hendaknya kita bersungguh hati. Masih ada banyak hal yang harus kita lakukan. Hendaknya kita memanfaatkan misi budaya humanis melalui tulisan, gambar, dan video untuk menyebarkan nilai-nilai kebajikan secara luas.
Taiwan Timur kekurangan dokter dan fasilitas medis di masa lalu
Dokter Cao melakukan baksos kesehatan untuk menolong masyarakat
Generasi penerus membangun ikrar agung untuk mewariskan pelita hati
Melindungi warga daerah pegunungan dan tepi laut serta menghimpun keharmonisan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 15 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 17 Maret 2026







Sitemap