Ceramah Master Cheng Yen: Gema Kebajikan di Dunia Nyata
“Bapak Jet Li adalah seorang umat Buddha yang sangat taat. Beliau pernah bertemu dengan Master sebelumnya,” kata Cai Qing-er, Kepala Operasional Jing Si Books & Café.
“Dua puluh tiga tahun yang lalu,” ucap Jet Li, Aktor
“Dua puluh tiga tahun yang lalu, di Tzu Chi Taipei. Beliau mengatakan bahwa gelang tasbih yang Master berikan saat itu masih ada hingga sekarang,” kata Cai Qing-er.
“Saya selalu memakainya selama 23 tahun,” ucap Jet Li, Aktor.
“Beliau selalu memakainya,” ucap Cai Qing-er.
Terima kasih.
“Saya sangat bersyukur karena kembali memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Master. Sesungguhnya, saya selalu memperhatikan berbagai kegiatan amal yang dilakukan Tzu Chi di berbagai penjuru dunia. Ketika mendirikan One Foundation, ada banyak hal yang saya pelajari dari Tzu Chi. Di dunia ini, di lebih dari 100 negara, setiap kali terjadi bencana, kita dapat melihat kehadiran insan Tzu Chi. Hal ini sangat menginspirasi dan memotivasi saya,” kata Jet Li, Aktor.
“Putri saya mulai mempelajari ajaran Buddha sejak berusia 19 tahun. Saya berkata kepadanya, ‘Kamu harus pulang dan ikut ke Tzu Chi untuk memahami bagaimana Tzu Chi berkembang. Ikrar yang Master bangun sejak muda telah membentuk Tzu Chi seperti sekarang ini. Sebagai seorang gadis, kamu harus pergi menemui Master secara langsung dan memahami ajaran berharga tentang kehidupan.’ Dengan harapan itulah, saya menemaninya pulang ke sini,” pungkas Jet Li.
“Kisah-kisah Tzu Chi sangat menyentuh hati saya. Saya merasa bahwa saya masih harus terus berusaha untuk bersumbangsih bagi orang lain dan keluarga. Saya sangat senang bisa datang ke sini. Saya sangat berterima kasih kepada ayah saya,” kata Jada Li, Putri dari Jet Li.
“Para bhiksuni di sini menjalani kehidupan dengan prinsip ‘sehari tidak bekerja, sehari tidak makan’. Dengan cinta kasih, mereka merangkul dan mengasihi setiap orang. Ketika orang-orang dari berbagai penjuru dunia datang ke Griya Jing Si, mereka merasakan seolah-olah pulang ke rumah,” kata Cai Qing-er, Kepala Operasional Jing Si Books & Café.

Melihat Bapak Jet Li datang ke sini, saya merasa sangat bahagia dan bersyukur. Selama 2 hari ini, saya menyaksikan apa yang Anda bagikan di Da Ai TV dan banyak anak muda menyukainya. Anda telah memberikan kesan yang sangat baik bagi semuanya. Anda telah menjalin jodoh baik dengan banyak orang. Dalam ajaran Buddha, ini disebut dengan "jalinan jodoh".
Di atas panggung, jika tidak ada jalinan jodoh, meski seseorang tampil dengan sangat baik, orang lain belum tentu ingin menontonnya. Jika seseorang memiliki jalinan jodoh yang baik dengan masyarakat luas, terlebih lagi terkenal, setiap kata yang diucapkannya menjadi sangat penting. Jika ada satu kalimat yang menyimpang atau jika seseorang yang memiliki ketenaran berbicara secara sembarangan, pengaruhnya terhadap masyarakat akan sangat besar. Hal ini sangat menakutkan.
Jika seseorang memiliki sikap yang positif dan memiliki jalinan jodoh baik, seharusnya ia lebih banyak berbicara hal-hal baik. Saya sering mengatakan bahwa sepanjang hidup ini, saya tidak berselisih dengan manusia, tidak bertikai dalam perkara duniawi, dan tidak bersaing dengan dunia. Saya selalu merasa bersyukur.
Kata yang paling penting dalam kehidupan saya ialah "bersyukur". Semua orang telah mendukung saya dengan tulus, sama seperti Mei-yi dan Sahabat Tzu Chi lainnya. Mereka selalu datang untuk mendengarkan ceramah saya. Mereka benar-benar mendengarkan apa yang saya sampaikan. Terkadang, saya berkata kepada mereka, "Kalian yang bergabung menjadi Sahabat Tzu Chi sangatlah beruntung."
Memiliki kehidupan yang baik merupakan berkah karena memperoleh jalinan jodoh yang baik. Saat ini, hendaknya kalian memanfaatkan jalinan jodoh baik ini. Di kehidupan ini, hendaknya kalian menjalin lebih banyak jodoh baik dan bimbinglah orang-orang menuju arah yang benar. Hidup jangan dihabiskan hanya untuk makan, bersenang-senang, atau membiarkannya berlalu begitu saja. Waktu sangatlah tidak kekal. Kehidupan manusia hanya sebatas tarikan napas. Tubuh manusia pun mengikuti hukum alam.
Buddha berkata bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki hakikat kebuddhaan dan setiap orang pada dasarnya memiliki budi pekerti Bodhisatwa. Namun, banyak orang tersesat karena tergoda oleh gemerlapnya dunia. Oleh karena itu, dibutuhkan orang-orang yang memiliki jalinan jodoh luas untuk memanggil mereka satu per satu kembali ke jalan yang benar. Sebagai manusia, ketika masih sehat, kita harus melatih dan membina energi spiritual. Seperti kalimat yang tertulis di atas …


"’Momen Kini Tanpa Momen Kini Adalah Momen Kini yang Sesungguhnya.’ Tema itu dibuat oleh Bapak Jet Li sendiri,” kata Cai Qing-er, Kepala Operasional Jing Si Books & Café.
Kalimat itu penuh dengan kebijaksanaan. Dalam kehidupan ini, manakah yang benar-benar disebut sebagai "momen kini"? Jadi, hendaknya kita menggenggam jalinan jodoh.
Di atas panggung, Anda telah menjalin jodoh baik dengan banyak orang. Saya berharap di kehidupan nyata di dunia ini, Anda juga menjalin lebih banyak jodoh baik, bukan hanya di atas panggung saja. Memanfaatkan jalinan jodoh di atas panggung untuk berbicara tentu baik, tetapi demikian pula hendaknya dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Saat ini, kita sedang berbicara dan inilah yang disebut kenyataan. Sesungguhnya, tidak ada kenyataan yang benar-benar nyata. Inilah kehidupan di dunia. Kenyataan yang sesungguhnya bergantung pada kesadaran keenam kita. Ketika saya berbicara dengan Anda, kita tengah menggunakan kesadaran keenam dan ketujuh. Dengan kesadaran keenam, saya melihat Anda secara langsung.
Beberapa hari ini, saya sering melihat Anda di Da Ai TV. Saat ini, saya melihat Anda secara langsung. Saya kemarin melihat Anda di layar dan sekarang melihat secara langsung. Sesungguhnya, waktu terus berlalu.
Belakangan ini, saya terus mengingatkan bahwa seiring berlalunya hari, usia kehidupan kita pun berkurang. Seiring waktu berlalu menit demi menit dan detik demi detik, kehidupan saya pun berkurang sedikit demi sedikit. Jadi, hendaknya kita memanfaatkan waktu saat ini.


“Saya telah bergabung di Tzu Chi selama lebih dari 30 tahun. Di sini, saya mempelajari ajaran Buddha. Hal yang paling penting ialah saya dapat mendidik dua anak laki-laki dan dua anak perempuan saya untuk bersama-sama menjalankan kegiatan amal. Saya mengajarkan konsep yang penting kepada mereka, yaitu berbuat baik dan berbakti tidak boleh ditunda. Selama memiliki kesempatan, mereka harus berusaha melakukannya,” kata Manuel Siao, relawan Tzu Chi Filipina.
“Dalam kehidupan ini, tidak ada yang dapat kita bawa pergi selain karma yang mengikuti. Berapa banyak kebajikan yang kita lakukan, itulah yang paling penting,” pungkas Manuel Siao.
Belakangan ini, saya terus berbicara tentang menginventarisasi kehidupan. Ketika menginventarisasi kehidupan, saya merasa sangat bersyukur dan sangat puas. Saya memasuki ajaran Buddha, memahami ajaran Buddha, menggenggam jalinan jodoh untuk mengenal banyak orang, dan belajar dari para mitra bajik. Ajaran yang baik itu kemudian saya bagikan kepada mereka yang belum memahami ajaran Buddha untuk menunjukkan arah yang benar. Itulah nilai dalam kehidupan saya.
Saat ini, usia saya sudah lanjut. Saya selalu mengatakan kepada kalian agar benar-benar memperhatikan dan belajar dengan sungguh-sungguh. Jalinan jodoh Tzu Chi sangatlah berharga. Saya berharap semua orang dapat menggenggam jalinan jodoh Tzu Chi yang ada saat ini untuk lebih banyak bersumbangsih bagi dunia. Terlebih lagi, kita harus lebih banyak berbagi tentang arah yang harus dijalani dalam kehidupan.
CEO Tzu Chi kita juga sering pergi ke berbagai tempat untuk berbicara. Cinta kasih yang kecil bukanlah hal yang utama; cinta kasih agung barulah merupakan kehidupan yang sejati.
Menjalin jodoh baik secara luas dan menuju ke arah yang benar
Memanfaatkan waktu saat ini untuk membangunkan kesadaran mereka yang tersesat
Seni peran mencerminkan kehidupan dan membangkitkan niat baik
Terjun ke tengah masyarakat untuk membimbing semua makhluk lewat tindakan nyata
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 14 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 16 Maret 2026







Sitemap