Ceramah Master Cheng Yen: Giat Mempraktikkan Ajaran Buddha dan Mewarisi Tekad Guru
Saya sering mengingatkan kalian untuk meneladan hati Buddha dan tekad Guru. Saat kalian menjalani pelantikan, saya menyematkan kartu komite atau Tzu Cheng di depan dada kalian. Di depan dada kalian juga ada pita yang bertuliskan "hati Buddha, tekad Guru". Jadikanlah hati Buddha sebagai hati sendiri dan tekad Guru sebagai tekad sendiri. Ini harus senantiasa kalian ingat di dalam hati. Tulisan di pita itu harus benar-benar kalian ingat hingga selamanya. Mulai sekarang, kalian harus berpegang pada hati Buddha dan tekad saya.
Saudara sekalian, Buddha datang ke dunia dan telah membuka sebuah jalan agung. Buddha juga membimbing semua orang untuk menapaki jalan yang lurus, yaitu Jalan Bodhisatwa di dunia. Buddha berharap setiap orang dapat menapaki Jalan Bodhisatwa. Saya juga berharap kita semua dapat menapaki Jalan Bodhisatwa bersama.
Jalan Bodhisatwa adalah jalan untuk membawa manfaat bagi orang banyak dan jalan menuju kebuddhaan. Untuk mencapai kebuddhaan, kita harus menapaki Jalan Bodhisatwa. Intinya, saya berharap kita dapat menapaki Jalan Bodhisatwa bersama. Jika setiap orang di dunia ini bisa menapakinya, dunia akan damai.
Hidup di dunia yang damai merupakan kebahagiaan terbesar. Untuk mewujudkan kedamaian dunia, setiap orang harus mencurahkan cinta kasih. Kita mempraktikkan ajaran Buddha dan menjalankan Tzu Chi di dunia. Kita semua telah bergabung dengan Tzu Chi. Kita hendaknya menghargai kehidupan kita.

Saya sering mengingatkan para insan Tzu Chi untuk menginventarisasi nilai kehidupan masing-masing. Saya juga melakukannya setiap hari. Saya merasa bahwa diri sendiri sangat dipenuhi berkah. Karena itu, saya bersyukur setiap hari. Karena mengenal rasa puas, saya merasa sangat bahagia. Memiliki kehidupan yang bahagia, bisakah saya tidak bersyukur? Karena itulah, saya bersyukur setiap hari.
Buddha mengajari kita untuk menapaki Jalan Bodhisatwa. Di era sekarang, saya membuka Jalan Tzu Chi. Jalan Tzu Chi membuka kesempatan bagi orang-orang untuk berbuat baik. Di manakah orang-orang yang menderita? Saat orang-orang mendapati bahwa ada keluarga yang mengalami kesulitan, mereka akan melaporkannya kepada Tzu Chi. Setelah menerima laporan, kita akan berkunjung untuk melakukan survei.
Pada masa-masa awal, laporan seperti ini juga disampaikan pada saya. Saat saya berkunjung ke Su'ao, kalian pun mengajak saya untuk melakukan survei kasus. Dengan membawa bekal, kita menjangkau pedesaan dan pegunungan. Saudara sekalian, jika bergabung pada masa-masa awal, kalian mungkin juga pernah melakukan survei kasus ke pedesaan dan pegunungan bersama saya.


Saudara sekalian, saya akan selamanya mengingat pengalaman saya di Su'ao. Kalian pun hendaknya demikian. Begitu tahu bahwa saya berkunjung ke sini, kalian pun datang sehingga saya dapat melihat kalian. Sungguh, saya berharap dapat melihat makin banyak orang yang penuh cinta kasih yang bersumbangsih sebagai Bodhisatwa dunia. Selain kalian dan saya, saya berharap setiap orang yang kalian temui di wilayah Su'ao dan Yilan juga bisa menjadi Bodhisatwa dunia. Dengan demikian, dunia ini akan menjadi dunia Bodhisatwa.
Buddha datang ke dunia untuk mengajarkan praktik Bodhisatwa. Setiap orang menjadi Bodhisatwa, inilah harapan Buddha. Bodhisatwa sekalian, kini kita semua adalah Bodhisatwa dunia. Kita harus kembali ke alam manusia dari kehidupan ke kehidupan untuk mempraktikkan ajaran Buddha dan Jalan Bodhisatwa. Demikianlah hendaknya kita melatih diri.
Pelatihan diri harus dijalankan tanpa henti. Kita bisa melihat penderitaan di dunia, ketidakharmonisan antarmanusia, dan peperangan antarnegara. Berita yang kita dengar dan pemandangan yang kita lihat sangatlah memilukan. Jadi, kita tetap harus menapaki Jalan Bodhisatwa dan berbuat baik untuk menciptakan berkah bagi dunia. Inilah berkah kita. Terima kasih, Bodhisatwa sekalian.
Sungguh, kita harus menghargai masa lalu. Dahulu, kalian bergabung dengan kekuatan cinta kasih. Kelak, kalian hendaknya terus menggalang Bodhisatwa. Inilah harapan saya terhadap kalian semua. Tzu Chi akan selamanya mengembangkan jiwa kebijaksanaan kalian.


Bodhisatwa sekalian, cinta kasih Taiwan bagaikan lentera. Saat setiap orang menyalakan lentera masing-masing dan berhimpun bersama, bukankah mereka dapat menyinari jalan di tengah kegelapan dan membimbing orang-orang untuk menapaki Jalan Bodhisatwa? Di jalan yang rata ini, kita dapat melangkah jauh dengan meneruskan cahaya dari satu lentera ke lentera lainnya. Jalan ini sangat rata. Makin jauh kita melangkah, Jalan Bodhisatwa akan makin lapang.
Jalan Bodhisatwa yang makin jauh makin lapang ini telah kita praktikkan sejak dahulu hingga sekarang serta akan terus kita praktikkan hingga berbagai kehidupan mendatang. Dengan menyalakan lentera kita, kita menyinari jalan untuk masa depan dan mengemban misi dari masa lalu.
Saya bersyukur kepada kalian yang menyebarkan kekuatan cinta kasih di dunia dan mengemban misi yang diwariskan oleh para Buddha dan Bodhisatwa. Kita harus terus melangkah maju di jalan yang lapang dan cemerlang ini. Semoga kalian dapat menciptakan berkah bagi dunia serta membina berkah dan kebijaksanaan. Terima kasih.
Mewarisi tekad guru setelah dilantik dalam Pemberkahan Akhir Tahun
Giat mempraktikkan ajaran Buddha untuk membawa manfaat bagi orang banyak
Menghimpun cinta kasih agung sejak dahulu hingga sekarang
Menjangkau orang yang menderita dan membimbing mereka menuju kecemerlangan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 07 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 09 Januari 2026







Sitemap