Ceramah Master Cheng Yen: Giat Mempraktikkan Jalan Kebajikan untuk Membimbing Semua Makhluk


“Master mengingatkan kita bahwa dalam melakukan segala sesuatu, kita harus bijaksana dan menuju arah yang benar. Bijaksana bukan sekadar pandai, melainkan bersedia berhenti untuk merenungkan apakah hal yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi semua makhluk,”
kata Feng Zhuang-xing, Alumnus Tzu Ching.

“Saat mengadakan kegiatan, kita terlebih memandang penting makna di dalamnya agar para anggota Tzu Ching dapat melihat hubungan antarmanusia, menyadari posisi dan nilai kehidupan diri sendiri saat bersumbangsih, dan menerapkan Dharma dalam kegiatan,” lanjut Feng Zhuang-xing.

“’Bertindak dengan welas asih dan kebijaksanaan’ sesungguhnya telah memberi kita arah yang jelas. Bertindak di sini berarti mempraktikkan Dharma. Ajaran yang kita peroleh dari Master hendaknya kita praktikkan satu per satu. Kita harus benar-benar melakukan apa yang kita katakan dan mengatakan apa yang kita lakukan,” pungkas Feng Zhuang-xing.

“Mengenang masa pandemi Covid-19, seluruh kegiatan di lapangan dihentikan. Di Johor Bahru, kami membentuk tim penyebar Dharma daring. Kami mengumpulkan banyak pemuda yang antusias dan terampil dalam memanfaatkan teknologi informasi, siaran langsung daring, dan media baru untuk meneruskan silsilah Dharma. Dari pengalaman mengumpulkan kaum muda ini, Kakek Guru, kami menyadari bahwa zaman telah berubah. Untuk menginspirasi kaum muda zaman sekarang, metode kita harus mengikuti perkembangan zaman. Kita perlu melakukan sedikit penyesuaian,” kata Zheng An-shun, Alumnus Tzu Ching.

Saya sungguh terharu dan melihat harapan. Insan Tzu Chi dari negara yang berbeda-beda kembali ke Taiwan untuk membahas topik yang sama dan memotivasi satu sama lain. Semua orang berbagi tentang bagaimana mereka mengenal Tzu Chi di negara masing-masing dan mempraktikkan semangat Tzu Chi dalam kehidupan sehari-hari. Ini membuat saya sangat tenang. Tentu saja, saya juga sangat bersyukur kepada sekelompok kaum muda di Tzu Chi Taiwan, seperti Jing En. Mereka semua memiliki kesatuan tekad dalam meneruskan silsilah Dharma Jing Si dan menyebarluaskan mazhab Tzu Chi.


Saudara sekalian, ingatlah bahwa Griya Jing Si adalah tempat bermulanya silsilah Dharma Jing Si. "Jing Si" adalah semangat yang kita pegang dalam merenungkan segala hal. Dari sinilah kita mulai berjuang "demi ajaran Buddha, demi semua makhluk". Saya berharap setiap orang memiliki arah yang sama, bisa tersadarkan, dan bersedia menapaki Jalan Bodhisatwa. Ini terdengar seperti berorientasi pada agama Buddha.

Namun, saya ingin memberi tahu kalian bahwa agama Buddha hanyalah salah satu agama. Agama Buddha menghimpun semua kebajikan dan cinta kasih. Kita tidak menolak agama lain, melainkan mengasihi dan mendukung semua agama yang mengajarkan kebajikan. Di dunia ini hanya ada dua jalan, yaitu jalan kebajikan dan jalan kejahatan. Kita selalu berharap setiap orang dapat menapaki jalan kebajikan. Di dunia ini, kehidupan kaum muda harus mengarah pada jalan kebajikan. Jalan kebajikan yang lapang dapat membimbing umat manusia ke arah yang bajik.

Dalam interaksi antarmanusia, harus ada tata krama dan cinta kasih. Dengan adanya tata krama, kita akan menaati aturan. Dengan adanya cinta kasih, barulah kehidupan di dunia bisa berlanjut. Inilah nilai kehidupan. Keduanya harus kita jalankan. Kita harus bersungguh hati menciptakan berkah bagi dunia dan membangkitkan kebijaksanaan. Jadi, kita harus memadukan amal dan kebijaksanaan.

Berhubung tidak tega melihat penderitaan, kita tidak hanya mementingkan pencapaian pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi orang lain. Membawa manfaat bagi diri sendiri sekaligus orang lain, ini disebut Jalan Tengah. Kita tetap bisa membawa manfaat bagi diri sendiri.

Sejak kecil, kalian dipenuhi berkah. Kalian memiliki kehidupan yang baik dan menerima pendidikan yang baik. Kehidupan dan pendidikan yang baik juga membutuhkan dukungan dari masyarakat. Inilah yang mendukung pencapaian kita semua. Karena itu, atas kehidupan kita yang baik, kita hendaknya bersyukur. Kita harus membalas budi dengan hati penuh rasa syukur.


Saya berharap kita dapat membina generasi muda berikutnya. Kita harus memberikan keteladanan kepada generasi muda berikutnya. Keteladanan bersumbangsih di tengah masyarakat harus kita wariskan dari generasi ke generasi. Kita harus memberikan edukasi terkait hal ini. Kita memiliki jalinan jodoh untuk menapaki jalan yang sama. Karena itu, kita hendaknya senantiasa saling bersyukur. Kalian sungguh dipenuhi berkah.

Setiap kali melihat kegiatan yang kalian adakan di Tzu Chi Humanistic Youth Centre, saya sungguh merasa bahwa kalian dipenuhi berkah. Karena itu, hendaklah kalian menghargai berkah dan membalas budi. Kalian yang memiliki tempat sebaik ini hendaknya menghargainya. Manfaatkanlah tempat ini untuk membina lebih banyak orang. Ini disebut membalas budi.

Saya sangat bersyukur ada relawan yang lebih tua dari kalian, seperti Relawan Liu. Mereka bagaikan senior kalian. Saya juga sangat bersyukur kepada Relawan Liu. Dia mengemban tanggung jawab dengan penuh kelembutan. Mereka dan kalian sangat kompak dan hati kalian sangat dekat. Dia mengajarkan arah yang benar pada kalian. Yang lebih menyentuh lagi, kalian sangat patuh padanya karena kata-katanya sangat berbobot. Dia juga memiliki karakter yang berkualitas. Ada dirinya di Singapura, saya sangat tenang.

Contohnya di Taiwan, ada Ketua Yan, saya juga sangat tenang. Karena itulah, belakangan ini, saya terus berkata bahwa saya sangat beruntung bisa memiliki murid-murid yang begitu berbudi luhur dan berbakat. Jadi, terhadap Tzu Chi, saya merasa sangat tenang.


Saudara sekalian, hendaklah kalian mewariskan semangat Tzu Chi dari generasi ke generasi. Sebagai kaum muda dan kaum paruh baya, kalian telah memiliki banyak pengetahuan tentang masyarakat. Ubahlah pengetahuan menjadi kebijaksanaan. Dengan pengetahuan, kita bisa membedakan satu hal dan hal lainnya. Namun, dengan kebijaksanaan, kita bukan sekadar membedakan, tetapi juga merenungkan bagaimana membalas budi masyarakat dan melindungi orang-orang. Inilah kebijaksanaan.

Sebagai sebuah organisasi keagamaan, Tzu Chi ingin semua orang memahami kondisi dunia ini dan berpikir tentang berkah dunia yang berasal dari kerja sama yang harmonis. Semua orang harus bersatu hati, harmonis, dan bekerja sama. Saat semua orang bersedia mengerahkan kekuatan untuk bekerja sama dengan harmonis, maka masyarakat akan makmur.

Kaum muda bertekad untuk menapaki jalan kebajikan
Saling mengasihi, berpegang pada tata krama, dan menghimpun kekuatan
Menyadari berkah, bersyukur, dan mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan
Membalas budi masyarakat dan membimbing semua makhluk

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 07 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 09 April 2026
Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -