Ceramah Master Cheng Yen: Jangan Meremehkan Diri Sendiri dan Sebarkanlah Kebajikan
“Tzu Chi New York tengah membantu pemerintah menjalankan program kesehatan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Kami menyediakan sayuran dan buah-buahan segar serta makanan hangat vegetaris untuk memperbaiki pola makan dan kesehatan warga kurang mampu. Ini merupakan perpaduan yang sempurna antara misi amal dan pelayanan kesehatan preventif. Lewat program ini, kami dapat menginspirasi banyak relawan. Ada yang sekeluarga bergerak untuk membantu, ada pula relawan muda dan mahasiswa yang membantu pengemasan makanan,” kata Su Ji Yi, Ketua Tzu Chi New York.
“Asalkan Amerika Serikat Barat Tengah dilanda bencana, relawan dari setiap negara bagian akan segera bergerak untuk melakukan survei bencana, penyaluran bantuan, dan pembagian bantuan. Dalam setiap pembagian bantuan, saat korban bencana merasakan curahan perhatian dan kehangatan, mereka akan sangat sukacita. Inilah yang membuat insan Tzu Chi sangat terhibur,” kata Qiu Hui-shan, Wakil ketua Tzu Chi Chicago.
Saya sangat bersyukur dan tersentuh mendengarnya. Amerika Serikat sangatlah luas, tetapi jumlah insan Tzu Chi di sana tidak termasuk banyak. Apakah yang bisa kita lakukan bagi Amerika Serikat? Kalian memiliki ikrar dan hendak melakukan banyak hal, tetapi tetap ada keterbatasan. Akan tetapi, asalkan ada ikrar, maka ada kekuatan.

Kita mendirikan Tzu Chi demi dunia ini. Ingatlah bahwa kita harus berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Sungguh, Buddha datang ke dunia demi mengajarkan praktik Bodhisatwa. Kita semua adalah murid Buddha. Jadi, harapan Buddha terhadap kita ialah setiap orang dapat menjadi Bodhisatwa.
Bodhisatwa bukanlah yang tidak terlihat. Bodhisatwa benar-benar berpijak di bumi dan bernapas. Meski terpisah oleh jarak yang jauh, kita tetap hidup di Bumi yang sama. Kita berpijak di Bumi yang sama dan menghirup udara yang sama.
Bodhisatwa sekalian, sulit untuk terlahir sebagai manusia. Dapat bersumbangsih bagi umat manusia, inilah nilai kehidupan kita di dunia ini. Buddha datang untuk mengajarkan praktik Bodhisatwa dengan harapan kita dapat bersumbangsih bagi dunia. Jika dipikirkan kembali, Empat Misi dan Delapan Jejak Dharma Tzu Chi telah menunaikan tanggung jawabnya.
Mengenai misi kesehatan saja, saat berada di Xindian akhir-akhir ini, saya setiap pagi mendengar para dokter berbagi kisah dan terus bersyukur di dalam hati. Tanpa misi kesehatan Tzu Chi, begitu banyak orang yang menderita akibat kekurangan ataupun penyakit, siapakah yang akan membantu mereka? Tentu saja, ada banyak fasilitas kesehatan lain di luar sana. Namun, fasilitas kesehatan Tzu Chi telah membantu banyak orang.

Setiap kali mendengar para dokter berbagi kisah, saya selalu bersyukur kepada mereka di dalam hati. Saya terus bersyukur kepada para dokter. Terhadap para insan Tzu Chi yang berbagi kisah, saya juga sangat bersyukur. Setelah seseorang mengenal Tzu Chi, dia mulai memperbaiki diri sendiri hingga menginspirasi keluarganya. Saat mendengar kisah seperti ini, saya selalu sangat tersentuh dan bersyukur. Singkat kata, terhadap setiap orang yang berbagi kisah, saya selalu bersyukur.
Saya juga bersyukur telah mendirikan Tzu Chi yang menginspirasi banyak keluarga. Dalam keluarga yang bergabung dengan Tzu Chi, suami dan istri harmonis, mertua dan menantu akur, dan sebagainya. Jadi, untung ada Tzu Chi. Singkat kata, setiap kali mendengar bagaimana Tzu Chi membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik, saya merasa sangat bersyukur.
Saat itu, jika saya tidak membangkitkan sebersit niat untuk mendirikan Tzu Chi dan tidak berpikir untuk menjalankan pesan guru saya, yakni berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk, kini saya tidak akan memiliki jalinan jodoh untuk mendengar begitu banyak orang memperoleh manfaat dari "Tzu Chi". Dahulu, kita selalu merasa bahwa tidak perlu berbagi tentang kebaikan yang kita lakukan.
Namun, kini saya merasa bahwa saya harus bersyukur kepada para insan Tzu Chi yang selalu menuruti kata-kata saya untuk bersumbangsih. Perubahan terkecil dimulai dari diri sendiri. Lalu, kita juga mengubah keluarga, tetangga, komunitas, dan masyarakat kita. Jadi, janganlah kita meremehkan diri sendiri. Kita dapat membawa perubahan besar.


Bodhisatwa sekalian, mulai sekarang, kita harus belajar untuk bersyukur kepada diri sendiri, keluarga kita, dan teman-teman kita karena kata-kata kita telah menginspirasi mereka untuk bergabung dengan Tzu Chi. Intinya, kita harus belajar untuk bersyukur. Kita harus bersyukur kepada diri sendiri, teman, dan semua orang yang kita bimbing ke Tzu Chi sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang harmonis.
Saya berharap setiap orang dapat memotivasi diri sendiri untuk menjadi orang baik. Kini, saya ingin mengingatkan kalian untuk menginventarisasi kehidupan masing-masing. Untuk hal-hal yang telah kalian lakukan, kalian hendaknya membagikannya. Kalian bisa berbagi kisah dengan orang-orang sekarang. Berbagi kisah bukan berarti menyombongkan diri, melainkan memberi tahu orang-orang bagaimana kalian mulai menjadi teladan.
Kebajikan sekecil apa pun dapat kalian bagikan dengan orang-orang. Sesama manusia hendaknya saling memuji. Mari kita memuji diri sendiri dan orang lain. Dengan sering dipuji, makhluk awam yang diliputi kegelapan batin pun akan memperoleh manfaat. Jadi, Bodhisatwa sekalian, setiap orang bisa menjadi guru kita. Orang yang baik bisa berbagi dengan kita agar kita memahami prinsip kebenaran dalam hidup ini. Jadi, saat berbicara dengan orang lain, kita berharap mereka dapat mengingatnya.
Kata-kata yang baik dapat menginspirasi orang untuk menjadi orang baik. Karena itu, kita harus menjadi teladan yang baik. Para insan Tzu Chi adalah Bodhisatwa. Saya selalu menyebut para insan Tzu Chi "Bodhisatwa" karena saat ini sangat dibutuhkan Bodhisatwa di dunia. Kini, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dan menapaki jalan yang benar agar dapat dilihat oleh orang-orang. Berdiri dengan benar, duduk dengan benar, dan menapaki jalan yang benar, semua ini dapat membimbing orang-orang.
Meneguhkan kekuatan ikrar dan mewarisi tekad guru
Bersumbangsih bagi semua makhluk dengan hati Buddha
Jangan meremehkan diri sendiri dan sebarkanlah kebajikan
Menjadi teladan Bodhisatwa di dunia
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 22 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 24 Juni 2026







Sitemap