Ceramah Master Cheng Yen: Melindungi dan Mengasihi Semua Makhluk serta Menciptakan Berkah Bersama
“Dahulu, sesungguhnya peserta kamp tidak banyak, tetapi penuh kehangatan. Saat itu, di Auditorium 220, saya bersumpah di hadapan Master. Saya ingin kembali mengucapkannya di hadapan Master. Saya, Frank Chu, berikrar untuk berpegang pada prinsip Master Cheng Yen untuk menyelamatkan dunia dengan welas asih dan mengemban tanggung jawab sebagai fungsionaris Tzu Ching Durban, Afrika Selatan,” kata Frank Chu, Alumnus Tzu Ching dari Durban, Afrika Selatan.
“Kini, saya bersumpah untuk mengerahkan seluruh potensi kebajikan saya dan berkontribusi dengan segenap hati dan tenaga untuk menyebarkan semangat Tzu Chi di tempat tinggal saya, bahkan hingga ke seluruh dunia,” lanjut Frank Chu.
“Berkat jalinan jodoh yang istimewa, kini saya mengemban misi besar. Saya akan bersungguh hati menjalankannya dan sepenuh hati mewujudkannya tanpa pernah mundur ataupun menyesal. Sumpah yang saya ucapkan di hadapan Master pada 28 tahun yang lalu masih terus saya jalankan hingga sekarang dan selamanya tidak akan berubah,” pungkas Frank Chu.
“Pada kamp tahun 1996, kami menginap di Griya Jing Si. Saat penutupan kamp, Master juga menyalakan pelita kami secara langsung. Saya selalu ingat bahwa saat itu Master berkata, ‘Setelah saya menyalakan pelita di tangan kalian, hendaklah kalian terus menyalakan pelita orang lain agar sudut kegelapan dunia menjadi cemerlang.’ Saya juga merasa sangat bersyukur, beruntung, dan dipenuhi berkah. Selain mengemban misi, saya juga akan membimbing lebih banyak anggota Tzu Ching untuk meneruskan estafet dari generasi ke generasi,” kata Lu Yi-xin, Alumnus Tzu Ching dari Brisbane, Australia.
“Pada tahun 2002, di aula utama, saya bersumpah di hadapan Master bahwa saya akan mengerahkan segenap hati dan tenaga. Master, kami telah kembali untuk mendampingi kamp sekitar 25 kali. Kami akan terus bekerja keras,” kata Lu Wei-cheng, Alumnus Tzu Ching dari Brisbane, Australia.


Tekad awal kalian pada saat itu tidak pernah berubah hingga kini. Ketulusan kalian membuat saya sangat tersentuh. Kekuatan manusia memang sangat kecil, tetapi janganlah kita meremehkan kekuatan sebersit tekad.
Lihatlah, meski kalian terpisah jauh dari saya, tetapi hati kita sangatlah dekat. Saya yakin bahwa saya selalu ada di dalam hati kalian. Kalian pasti selalu mengingat saya dan terus menjalankan misi Tzu Chi. Jalinan jodoh ini akan terus berlanjut dari kehidupan ke kehidupan. Saya yakin bahwa kita akan selalu saling membantu. Saya yakin, asalkan kalian bersungguh hati, di negara kalian pasti akan ada insan Tzu Chi.
Di negara masing-masing, kalian harus senantiasa mengingat Tzu Chi dan mempraktikkan kebajikan secara nyata. Apa yang kalian lakukan akan dilihat oleh orang-orang dan apa yang kalian katakan akan didengar oleh orang-orang. Dharma yang baik hendaknya terus kita praktikkan. Saat kita melangkah, kaki kita terus maju ke depan. Lihatlah, kedua kaki ini selalu ada di atas meja saya. Saya juga yakin bahwa kita semua menjalankan misi yang sama.
Hendaklah kita senantiasa tahu untuk berpuas diri dan mengerahkan kekuatan cinta kasih untuk bersumbangsih. Kita memiliki cinta kasih yang berlimpah. Saat hati kita kaya akan cinta kasih, kita akan tahu untuk berpuas diri. Kita harus tahu berpuas diri dan terus melangkah maju. Kita mungkin tidak pernah berpuas diri karena tidak melangkah. Meski terus berkata bahwa diri sendiri telah mengalami kemajuan, tetapi tanpa melangkah, kita tidak akan benar-benar maju.

Mengenai berpuas diri, siapakah yang benar-benar berpuas diri? Manusia tidak pernah benar-benar puas. Contohnya, makan. Adakah makanan yang membuat kita berpuas diri? Satu hingga dua jam setelah sarapan, tiba waktunya untuk camilan. Setelah menyantap camilan, waktu makan siang pun tiba. Kita tetap makan lagi dan lagi. Makanan yang dikonsumsi akan dicerna. Apakah pencernaan makanan ini bermanfaat bagi tubuh kita?
Kita makan untuk memperoleh nutrisi. Nutrisi bukan hanya memberikan energi pada anggota gerak kita untuk berbuat baik. Yang terpenting, ada satu bagian di dalam otak kita yang berkaitan dengan altruisme. Kita harus menjaga sel otak di bagian ini agar tetap aktif. Setiap orang memiliki semangat altruisme untuk membawa manfaat bagi orang lain dengan welas asih. Cinta kasih kita bukanlah cinta kasih yang kecil, melainkan cinta kasih agung untuk seluruh dunia. Hati kita terbebas dari kerisauan. Kalian sungguh dipenuhi berkah. Ini adalah berkah yang murni.
Berhubung bergabung dengan Tzu Chi, kalian dapat memusatkan cinta kasih kalian pada satu arah. Jadi, "Meski tidak memiliki anak sendiri, itu tidak masalah. Saya bagaikan memiliki banyak anak. Saya bisa mengasihi anak-anak di seluruh dunia." Bisakah kalian melakukannya? Jika bisa, kalian akan benar-benar terbebas dari kerisauan.

Cinta kasih agung dapat merangkul segalanya. Saya sering berkata bahwa cinta kasih agung dapat merangkul segala sesuatu di dunia ini. Semua anak di seluruh dunia adalah anak kita. Jika bisa secara alami mengasihi semua anak di seluruh dunia, itu sungguh mengagumkan. Jika setiap orang bisa berbuat demikian, dunia ini akan menjadi tanah suci. Inilah cinta kasih agung yang tanpa aku dan tanpa pamrih.
Cinta kasih kita menyatu dengan seluruh dunia. Inilah cinta kasih agung yang sesungguhnya. Saat cinta kasih kita menyatu dengan seluruh dunia, itulah cinta kasih agung yang sejati. Untuk mewujudkannya, kita semua harus bekerja sama. Ini harus benar-benar kita praktikkan. Jika hanya sendirian, sulit untuk mengasihi semua orang. Jarak yang bisa ditempuh seseorang sangatlah terbatas. Meski saya ingin mengasihi semua orang di dunia ini, tetapi faktanya, itu mustahil. Karena itulah, kita harus menginspirasi orang-orang di seluruh dunia.
Sungguh, dengan menyatukan semua orang di seluruh dunia, kekuatan cinta kasih kita akan tak terhingga. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Jadi, saat kita semua Jadi, saat kita semua menghimpun cinta kasih agung tanpa aku, barulah kita dapat mengasihi dan melindungi semua makhluk.
Senantiasa membangkitkan niat baik dan cinta kasih yang berlimpah
Menyatukan hati dan bergandeng tangan untuk melangkah dengan mantap
Membawa manfaat bagi sesama dengan welas asih yang murni tanpa noda
Tahu berpuas diri, berlapang hati, dan menciptakan berkah Bersama
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 29 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 31 Maret 2026







Sitemap