Ceramah Master Cheng Yen: Melindungi Dunia dengan Cinta Kasih
Setiap hari, saya berkata bahwa pendidikan membawa harapan. Harapan terletak pada cinta kasih. Kita harus memberikan pendidikan dengan cinta kasih yang tulus. Jadi, harus ada cinta kasih dalam pendidikan, barulah sekolah bisa dijalankan dengan baik. Kondisi masyarakat dan dunia baik atau buruk, itu bergantung pada pendidikan. Setelah mendirikan rumah sakit, saya langsung terpikir untuk menjalankan misi pendidikan. Insan berbakat seperti apakah yang ingin kita bina? Yang pertama ialah perawat.
Saya mengerti bahwa setiap dokter membutuhkan dukungan beberapa perawat. Perawat dapat mendampingi pasien dan memahami kondisi pasien. Ini hanyalah salah satu contoh. Kita berharap perawat dapat bersumbangsih dengan cinta kasih. Jika kita tidak mengajarkan untuk bersumbangsih dengan cinta kasih, mereka tidak akan menyadari bahwa inilah misi mereka. Jadi, kita harus mengajarkan hal ini dari sumbernya.
Segala profesi di dunia ini membutuhkan pendidikan. Karena itu, cinta kasih dalam pendidikan sangatlah penting. Setiap orang membutuhkan pendidikan. Lewat pendidikan, kita membangkitkan cinta kasih semua orang. Janganlah kita berpikir bahwa pendidikan kita di Hualien hanya bisa menginspirasi segelintir orang. Jangan berpikir demikian. Kelak, mungkin alumni sekolah kita akan berbagi dengan orang-orang bahwa mereka lulus dari sekolah dasar, sekolah menengah, dan perguruan tinggi kita.
Dengan adanya cinta kasih di dalam hati mereka, saat memimpin orang-orang di tengah masyarakat kelak, mereka pasti akan membawa manfaat bagi orang banyak serta mengajarkan kebajikan dan cinta kasih. Ini karena di dalam kesadaran kedelapan mereka, sudah tersimpan kekuatan kebajikan dan cinta kasih. Saya sangat berharap setiap orang di badan misi pendidikan kita dapat memahami hal ini. Saya sangat dipenuhi berkah. Dengan kesungguhan hati dan cinta kasih, kalian bersumbangsih tanpa pamrih. Demikianlah kehidupan yang paling bernilai.

Dalam hidup ini, kita harus membangkitkan cinta kasih. Di mana pun ada yang membutuhkan, kita hendaknya menjangkau tempat itu dan berusaha untuk bersumbangsih. Semua ini kita lakukan dengan ketulusan. Kehidupan saya sekarang juga sangat bernilai. Saya memotivasi diri sendiri yang tidak menyia-nyiakan kehidupan ini. Jadi, saya merasa bahwa kehidupan saya sangat bernilai.
Kini, saya telah lanjut usia. Beberapa hari ini, saya sering bertanya pada diri sendiri, "Benarkah saya hampir berusia 90 tahun?" Saya terus menghitung usia saya. Saya bertanya-tanya mengapa saya tidak bisa diberikan lebih banyak waktu lagi, tetapi saya tahu bahwa itu mustahil. Demikianlah sifat waktu.
“Dokter Hao telah melihat perkembangan saya. Saat masih menjadi dokter residen, saya belum bisa menjalankan operasi. Lalu, Dokter Zhao dan Dokter Zhang terus membimbing saya selangkah demi selangkah,” kata Zhang Rui-zhi, Wakil kepala RS Tzu Chi Hualien.
“Dalam perjalanan kami menjadi perfusionis, mereka melihat kami berlatih menghubungkan slang, membuang udara, dan sebagainya. Ada banyak tantangan dalam proses ini karena perfusionis harus bekerja siang dan malam. Dari mendirikan Perhimpunan Teknologi Ekstrakorporeal hingga mengadakan pelayanan perfusi di wilayah Hualien dan Taitung, itu tidaklah mudah. Jadi, Dokter Hao merupakan teladan bagi kami. Saya harap Dokter Hao dapat terus bersama kami,” lanjut Zhang Rui-zhi.
“Saat ini, beliau juga mendukung pemeriksaan pembuluh darah perifer. Ada sebagian pasien yang peredaran darah kakinya kurang baik dan perlu menjalani pemeriksaan noninvasif untuk melihat apakah ada penyumbatan pembuluh darah. Selain mendukung kami dalam hal ini, Dokter Hao juga mewariskan pengalamannya kepada para perfusionis baru. Saya merasa bahwa ini adalah pewarisan yang penting,” pungkas Zhang Rui-zhi.

Saya bersyukur kepada kalian yang kembali untuk berbagi pengalaman. Sungguh, saya sangat ingin insan Tzu Chi kembali untuk berbagi pengalaman. Dengan demikian, saya bisa pergi dengan membawa semua ingatan itu dalam kesadaran kedelapan saya, lalu membawanya kembali lagi.
Janganlah kalian melupakan Empat Misi dan Delapan Jejak Dharma Tzu Chi yang penuh cinta kasih. Saat ini, saya berharap semua orang dapat mengenang masa lalu dan berbagi pengalaman. Saya melihat banyak anak muda yang lulus dari Universitas Tzu Chi dan telah memperoleh pencapaian di berbagai bidang. Saya sungguh sangat sukacita dan bersyukur.
Belakangan ini, saya terus menginventarisasi diri sendiri. Di Taiwan, Tzu Chi memiliki 9 fasilitas kesehatan. Saya merasa bahwa di Taiwan saja, misi kesehatan kita telah memperoleh banyak pencapaian. Misi kesehatan berkaitan erat dengan nyawa manusia. Dalam hidup ini, yang paling penting ialah nyawa kita. Selain itu, kita juga harus hidup sehat.
Penyakit merupakan penderitaan terbesar di dunia ini. Saat didera penyakit, kita rela kehilangan segalanya asalkan bisa terbebas dari penderitaan penyakit itu. Asalkan bisa terbebas dari penyakit, orang-orang rela menghabiskan banyak uang. Ada banyak orang yang jatuh miskin karena sakit ataupun jatuh sakit karena miskin. Kemiskinan dan penyakit bagaikan anak kembar. Demi melenyapkan penderitaan akibat penyakit, banyak orang yang berobat hingga kehabisan uang. Karena itu, saya harap kalian menjadi dokter bukan demi menghasilkan uang.

Para dokter juga harus melewati berbagai tahap dari sekolah dasar, sekolah menengah, fakultas kedokteran, dan sebagainya hingga akhirnya bisa menjadi dokter. Jadi, setiap orang hendaknya bersyukur kepada dunia, masyarakat, orang tua, guru, dan lain-lain. Kita harus bersyukur kepada semua orang. Yang terindah dalam hidup ini ialah hati penuh rasa syukur. Ini juga merupakan kehidupan yang paling bernilai. Singkat kata, kekuatan cinta kasih sangatlah besar.
Kita hendaknya tidak lupa bahwa nilai kehidupan kita terletak pada cinta kasih. Selain itu, setiap hari, kita harus ingat untuk mempraktikkan cinta kasih agung. Kita harus mengingatnya setiap hari. Demikianlah kehidupan. Kehidupan yang stabil lebih bernilai dan lebih damai. Jika tidak stabil, meski memiliki banyak uang, kehidupan tetap terasa berat. Jadi, kita harus memperbarui pemahaman kita tentang kehidupan.
Kehidupan memang penuh kesulitan. Jika semua orang bisa berpola hidup sederhana dan dipenuhi rasa sukacita, inilah kehidupan yang baik. Saya sangat bersyukur kepada para dokter dan perawat kita. Terima kasih. Mari kita lebih bekerja keras untuk mengerahkan kekuatan cinta kasih guna bersumbangsih dalam kehidupan kita. Terima kasih.
Menjalankan misi pendidikan dengan ketulusan dan cinta kasih
Mempraktikkan kebajikan dan membina insan berbakat
Melenyapkan penderitaan akibat penyakit dan menstabilkan masyarakat
Bersyukur atas budi luhur semua makhluk dan bersumbangsih dengan sukacita
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 23 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 25 April 2026







Sitemap