Ceramah Master Cheng Yen: Melindungi Pintu Hati dan Memperluas Cinta Kasih Agung


“Saya ingin berbagi tentang bagaimana saya mengajak keluarga mengenal Tzu Chi. Setelah bergabung di Tzu Chi, saya terus memikirkan bagaimana memperkenalkan ajaran Buddha kepada ibu saya. Saya berhasil mengajak Ibu untuk mengikuti beberapa kegiatan, seperti pemandian rupang Buddha, Hari Waisak, dan kegiatan bedah buku komunitas. Selain itu, saya juga membawa Ibu pergi ke Aula Jing Si dengan membawa celengan bambu dan mengajaknya untuk mengonsumsi makanan vegetaris,”
kata Li Jing-da, relawan Tzu Chi Singapura.

“Melalui kesempatan yang sangat berharga ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada relawan dan saudara se-Dharma Singapura. Berkat bimbingan, pendampingan, perhatian, pengertian, dan toleransi dari kalian, kami berdua dapat bertumbuh di sini dan tetap berjalan dalam barisan. Karena Tzu Chi, saya dapat mendengar, belajar, dan mempraktikkan Dharma. Saya berharap dalam kehidupan ini bisa menjadi pribadi yang memiliki kesadaran penuh, bukan menjalani hidup dalam kebingungan,” kata Chen Qiao-hui, relawan Tzu Chi Singapura.

“Pada kesempatan kali ini, relawan dari seluruh dunia kembali. Sebanyak 920 Bodhisatwa dari 26 negara dan wilayah kembali untuk dilantik,” kata Lü Zong-han, Kepala Tim Urusan Eropa, Amerika, dan Afrika Divisi Kerohanian Tzu Chi.

Saya berterima kasih kepada relawan seluruh dunia yang mengikuti secara daring. Semua orang dapat merasakan kekuatan cinta kasih dari Dharma yang telah dipraktikkan. Dengan penuh sukacita, jumlah insan Tzu Chi di dunia terus bertambah dan mampu mengembangkan kekuatan cinta kasih yang lebih luas dan lebih kaya sehingga kesempatan untuk menjangkau orang-orang yang menderita pun makin banyak.

Setiap kali relawan dari berbagai negara kembali, barisan insan Tzu Chi pun bertambah panjang. Kebahagiaan saya timbul karena kita memiliki kesempatan untuk mengembangkan kekuatan cinta kasih yang lebih besar dan lebih luas untuk menjangkau lebih banyak orang. Ada begitu banyak hal yang patut disyukuri.  

Setiap kali menyematkan kartu relawan di dada, hati saya selalu dipenuhi dengan sukacita dan doa. Ini menandakan bahwa dunia ini dipenuhi dengan cinta kasih. Di jalan kehidupan ini, kita ibarat pohon-pohon besar yang terus mengembangkan bibit tanpa henti hingga tumbuh menjadi hutan pahala yang luas.


Kini, perubahan iklim makin tidak seimbang. Tidak ada cara lain selain menggunakan cinta kasih untuk menyeimbangkan iklim. Langit memiliki energi dan iklim, bumi memiliki energi, dan manusia pun memiliki energi. Energi manusia harus dihimpun bersama-sama.

Berbicara tentang melatih diri, kita harus melatih temperamen dan emosi diri. Menata emosi dengan baik itulah yang disebut dengan melatih diri. Membina batin dan mengembangkan karakter juga disebut dengan melatih diri. Ingatlah, membina batin dan mengembangkan karakter sama dengan melatih diri.

Emosi diri harus terus diselaraskan. Hanya dengan menyemangati satu sama lain, barulah hal ini bisa terwujud. Tanpa kerja sama dan kesatuan, kita tidak akan tahu mana temperamen yang baik dan buruk. Orang sering menyebut seseorang sebagai orang yang baik karena temperamennya baik. Ada pula yang temperamennya buruk tetapi tidak disebut sebagai orang jahat. Temperamen yang buruk tidak selalu berarti orang jahat.

Hendaknya kita mampu menata emosi dengan baik dan menjadikan pengembangan karakter menjadi sebuah kebiasaan. Ketika kebiasaan mudah marah dapat kita kendalikan, temperamen kita pun akan menjadi baik. Ini berarti kita adalah orang yang benar-benar melatih diri. Jadi, apa yang disebut dengan melatih diri? Hanya sesederhana itu.


Temperamen yang baik membuat seseorang disukai dan dihormati. Setiap kata yang diucapkan pun akan mudah diterima orang lain dengan sukacita. Inilah cara kita untuk membimbing semua makhluk. Ketika orang melihat kita dengan perasaan sukacita, cukup dengan sebuah sapaan atau lambaian tangan, mereka akan langsung mendekat.

Saat Anda berbicara, mereka akan menerimanya dengan sukacita. Inilah yang disebut membimbing semua makhluk. Dengan begitu, apa pun yang kita lakukan, orang lain akan merasa kagum dan secara alami berinisiatif untuk berjalan bersama. Begitulah cara kita membimbing sesama.

Menasihati dan mengajak orang lain untuk berbuat baik adalah tujuan yang benar dari semua agama. Oleh karena itu, saya selalu mengatakan bahwa saya menghormati semua agama. Ajaran Buddha akan selalu berdampingan dan hidup bersama semua orang dengan tujuan yang sama, yaitu memperluas cinta kasih agung dan melangkah di jalan yang benar.

Hendaknya kita memperluas cinta kasih agung dan melangkah di jalan yang benar. Hendaknya semua orang mengingat hal ini. Apa pun agama kita, hendaknya kita membuka hati seluas-luasnya. Inilah yang disebut dengan memperluas cinta kasih agung.


Setiap ajaran agama pada hakikatnya menuntun manusia menuju jalan yang benar. Atas dasar prinsip inilah, Tzu Chi tidak membeda-bedakan agama. Dengan kekuatan cinta kasih, di mana pun ada penderitaan, insan Tzu Chi akan hadir untuk membawa bantuan. Ketika mendengar adanya penderitaan, kita harus segera pergi membantu. Ketika melihat kesulitan hidup, kita harus segera mendekat untuk mengulurkan tangan dan membantu mengubah kemiskinan menjadi kemakmuran.

Penderitaan dan kemiskinan dapat diatasi karena ada Anda, dia, dan saya. Setiap orang dapat berhimpun dan membentuk kelompok yang besar. Ketika seluruh umat manusia bersatu, kita dapat menyucikan hati manusia dan mewujudkan keharmonisan masyarakat. Dunia ini dapat menjadi bagaikan surga atau menjadi tanah suci. Kita semua hidup di tanah suci ini sebagai orang-orang yang dipenuhi berkah.

Setelah kalian kembali ke negara masing-masing, bagikanlah apa yang saya sampaikan ini kepada banyak orang. Hendaknya kalian menginspirasi banyak orang untuk melangkah di jalan yang benar. Saya mendoakan semuanya dengan tulus. Hendaknya semuanya membina berkah dan kebijaksanaan secara bersamaan. Terima kasih. 

Menjalin jodoh secara luas untuk menambah kekuatan
Menyeimbangkan energi dengan membina batin dan mengembangkan karakter
Membimbing semua makhluk dan memperluas cinta kasih agung
Mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan dan melangkah di jalan yang benar

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 04 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 06 Januari 2026
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -