Ceramah Master Cheng Yen: Memahami Jalan Agung dan Menghayati Sutra Teratai


“Kakak A-jun adalah ketua tim saya sebelumnya. Kondisinya sudah tidak dapat berdiri tegak dan lututnya sakit. Akibat valgus pada ibu jari, memakai sepatu akan membuatnya merasa sakit. Sungguh, setiap langkah yang dia ambil akan membawa kesakitan baginya. Namun, hal yang selalu dia ingat ialah semangat dan tekad Master. Oleh karena selalu memikirkan Master, tidak peduli apa pun kesulitan yang dia hadapi, selama Master bisa, dia merasa dia sendiri pasti bisa,”
kata Huang Shu-min relawan Tzu Chi.

“Semangatnya berlatih dalam 2 hingga 3 bulan ini sangat luar biasa. Dia hampir tidak pernah absen. Dia sungguh merupakan teladan bagi kita semua. Beberapa anak muda yang melihat semangat dan tekad dari Kakak A-jun merasa sangat tersentuh. Apa pun yang dia lakukan adalah teladan bagi kita semua. Inilah menyebarkan Dharma tanpa suara. Master, tenanglah. Kami akan meneladan semangat Kakak A-jun,” pungkas Huang Shu-min.

“Kakak A-jun telah berusia 80 tahun. Namun, Master pernah berkata bahwa dengan ‘menitipkan’ usia kita di bank usia, kita masih sangat muda,” kata Chen Yan-ci relawan Tzu Chi.

“Melihat Master membuat kami merasa senang dan meneteskan air mata. Master, kami mendoakan Anda sehat selalu,” kata Zhang A-jun relawan Tzu Chi.

Saya merasa senang, tersentuh, dan dipenuhi rasa syukur. Selama melihat pementasan, saya merasa sangat tenang dan damai. Ini menunjukkan bahwa Dharma benar-benar meresap ke dalam hati. Saya mendengar bahwa banyak orang yang merasa seperti ini juga. Semuanya tidak sadar bahwa 3 jam telah berlalu. Inilah yang saya rasakan.


“Dalam pementasan adaptasi Sutra, saya melihat bagaimana semua relawan memikul tanggung jawab. Semua relawan dari setiap daerah bersedia datang untuk berpartisipasi. Melihat bagaimana semua relawan bekerja sama dalam kesatuan dan keharmonisan dengan satu hati dan satu tekad serta berusaha semaksimal mungkin, saya merasa sangat tersentuh. Berkat adanya pementasan adaptasi Sutra ini, saya menjadi lebih mantap untuk menjalankan misi Tzu Chi, melangkah di Jalan Bodhi, dan mengikuti Master,”
kata Luo Ming-xian relawan Tzu Chi.

“Dia berusia 78 tahun dan tidak bisa berlutut, tetapi dia bersikeras untuk mengambil bagian dalam pementasan adaptasi Sutra. Setelah beberapa kali latihan dan beradaptasi secara perlahan, dia tidak mengalami kesulitan apa pun. Saya sangat tersentuh. Semangat dari relawan lansia telah memungkinkan silsilah Dharma Tzu Chi diwariskan. Hendaknya kita memiliki semangat dalam menghadapi kesulitan dengan hati yang mantap. Jangan biarkan kesulitan kecil mematahkan semangat kita. Inilah alasan saya masih berdiri teguh hingga hari ini,” kata Yang Guan-xin relawan Tzu Chi.

Tentu saja, kali ini semuanya telah mendapatkan manfaat dari pementasan adaptasi Sutra. Saya telah sepenuh hati menyebarkan Sutra Makna Tanpa Batas. Di masa muda, ketika mempelajari Dharma, saya sangat tersentuh dengan teks Sutra ini karena sangat sesuai dengan hati saya. Saya menyalin setiap kata dan kalimat tidak hanya dengan kuas, melainkan juga mengukirnya dengan pelat baja. Jadi, saya benar-benar mengukirnya dalam hati.


Sutra ini sangat diperlukan di zaman ini. Sutra ini berisi inti sari Dharma. Buddha datang ke dunia ini demi satu tujuan utama, yaitu mengajarkan praktik Bodhisatwa. Oleh karena itu, Buddha membabarkan Sutra Teratai. Inti dari Sutra Teratai terletak pada Sutra Makna Tanpa Batas. Oleh karena itu, saya senantiasa mengingatkan kalian untuk mempelajari Sutra Makna Tanpa Batas. Meski Anda tidak langsung tercerahkan setelah mempelajari inti sari Sutra Makna Tanpa Batas, tetapi setiap kalimat yang ada dalam Sutra tersebut sangat berharga karena mengandung prinsip kebenaran di dunia dan kehidupan sehari-hari serta mengajarkan bagaimana kita menghadapi orang dan hal.

Para pengusaha lebih perlu untuk mengerti bagaimana bertindak dan berbicara dengan lembut. Terkadang, ketika mendengar perkataan yang tidak baik, kita mungkin akan mengingatnya. Namun, jika kita tidak mengingat apa pun, kita juga tidak akan mengingat kata-kata baik. Sutra Teratai mengajarkan kepada kita tentang nilai moral dan prinsip kebenaran alam semesta. Sutra yang terdiri atas 7 jilid ini mengajarkan sangat banyak hal.

Dahulu, ketika pertama kali membabarkan Sutra ini, waktu tiga bulan tidak cukup bagi saya untuk menjelaskan kata "demikianlah" pada ungkapan "demikianlah yang telah kudengar". Kata "demikianlah" menunjukkan kebenaran ajaran Buddha. Untuk membuat orang-orang meyakini kebenaran dan setuju akan hal itu, tiga bulan lebih tidak cukup untuk membahasnya, apalagi menjelaskan ungkapan "yang telah kudengar". Intinya, ketika sungguh-sungguh mendengarkan Dharma, baik Sutra Teratai maupun Sutra Makna Tanpa Batas, jika kita dapat memahami makna di balik ungkapan "demikianlah yang telah kudengar" saja, kita akan menuju Jalan Agung yang lapang.

Intinya, Tzu Chi telah menjalankan Sutra Makna Tanpa Batas selama lebih dari 50 tahun. Kita memulainya dengan mendalami Sutra Teratai yang merupakan tujuan Buddha datang ke dunia ini. Saya menyelami Sutra Teratai dengan sepenuh hati. Tentu saja, ajaran Buddha tidak hanya ada di dalam Sutra Makna Tanpa Batas saja. Sutra Makna Tanpa Batas hanyalah mengajarkan inti sari Dharma. Sesungguhnya, masih banyak prinsip kebenaran yang tidak akan habis untuk dibahas seumur hidup.


Buddha juga mengatakan bahwa Beliau akan membabarkan Dharma dari kehidupan ke kehidupan. Hal yang Buddha bicarakan bukan hanya alam manusia, melainkan kebenaran yang mencakup tiga kelompok alam. Alam manusia termasuk dalam alam nafsu. Selain itu, ada alam rupa dan alam tanpa rupa. Tiga kelompok alam ini ada dalam pikiran kita. Ada sangat banyak prinsip kebenaran di dalamnya. Namun, sesungguhnya, seumur hidup tidak akan cukup untuk memahami Sutra Teratai dan Sutra Makna Tanpa Batas. Namun, jika Anda tidak mempelajarinya, Anda akan lebih tidak memahaminya di kehidupan mendatang. Oleh karena itu, kita harus percaya akan ajaran Buddha.

Saya sangat berterima kasih kepada Grup Opera Tang Mei Yun dan U-Theatre. Semua insan Tzu Chi, telah membantu saya dalam banyak hal. Di zaman sekarang, bagaimana kita bisa menunjukkan dedikasi kita ini? Semuanya telah mendedikasikan diri di Tzu Chi dengan kesungguhan hati dan tindakan nyata. Namun, bagaimana cara agar orang-orang melihat nilai dan dedikasi kita? Melalui pementasan adaptasi Sutra. Pementasan adaptasi bukan hanya sekadar pertunjukan, melainkan harus bisa menyampaikan isi Sutra melalui gerakan. Inilah yang disebut dengan pementasan adaptasi Sutra, tidak hanya menjelaskan dengan kata-kata, melainkan juga dengan gerakan dan tindakan.

Saya berterima kasih karena kalian telah bekerja dalam kesatuan dan keharmonisan. Kalian yang di bawah panggung juga bekerja sama dengan baik untuk membantu menyukseskan pementasan ini agar pementasan makin agung dan rapi. Ini adalah hal yang baik dan benar untuk dilakukan. Dengan demikian, semuanya dapat melatih diri bersama. 

Sutra Makna Tanpa Batas bermakna amat dalam dan menakjubkan
Menyerap ajaran di dalam Sutra ke dalam hati
Menyukseskan pementasan adaptasi Sutra dengan kesatuan dan keharmonisan
Menyelami Sutra Teratai di ladang pelatihan yang agung

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 14 Oktober 2023
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Felicia
Ditayangkan Tanggal 16 Oktober 2023
Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -