Ceramah Master Cheng Yen: Membimbing ke Arah yang Bajik untuk Mengurangi Bencana
“Sejam sebelum bencana terjadi, kepala sekolah ini menerima panggilan telepon yang memintanya untuk segera mengevakuasi murid yang berjumlah 400-an orang. Berkat kewaspadaan kepala sekolah, anak-anak pun dibawa ke pegunungan. Keputusannya ini telah menyelamatkan nyawa lebih dari 400 murid,” kata Su Qi-feng, relawan Tzu Chi Malaysia.
Kita bisa melihat tanah longsor di Nepal. Hari itu, tidak turun hujan, juga tidak mendung, tetapi tiba-tiba, longsoran tanah menerjang ke bawah. Rekaman video pun menjadi gelap. Itu bukan karena koneksinya terputus, tetapi karena semuanya telah tertimbun tanah longsor. Sungguh, kita bisa melihat kehidupan yang tidak kekal.
Akibat perubahan iklim, bencana bisa terjadi dalam sekejap. Bencana di Nepal kali ini telah menelan lebih dari seribu korban jiwa. Ini sangat menakutkan. Para insan Tzu Chi di sana juga bergerak untuk memberikan bantuan, penghiburan, dan sebagainya. Saya sungguh khawatir melihatnya. Saya sering berkata bahwa saya sangat khawatir. Mari kita berdoa dengan tulus.
Meski saya mengatakannya dengan santai, tetapi hati saya terasa sangat berat. Saya juga tahu bahwa saat saya menyerukan untuk berdoa dengan tulus, orang-orang mungkin tidak menanggapinya dengan serius. Berhubung sudah lama hidup damai dan tenteram, orang-orang mungkin sudah tidak peduli terhadap bencana alam dan bencana akibat ulah manusia.
Namun, janganlah kita terbiasa dengan kondisi yang tenteram dan mengabaikan sekeliling kita. Saya khawatir orang-orang tidak menanggapi kata-kata saya dengan serius. Melihat kondisi bencana di Nepal, saya tetap harus mengingatkan bahwa pendidikan adalah salah satu dari misi Tzu Chi yang tak lepas dari konsep misi amal.
Jadi, kita harus berbagi informasi tentang bencana yang terjadi di seluruh dunia untuk mengedukasi orang-orang agar memahami ketidakkekalan. Bencana yang terjadi adalah bagian dari ketidakkekalan. Saat ketidakkekalan datang, dibutuhkan adanya kesatuan hati. Kita hendaknya menganggap semua umat manusia sebagai keluarga besar kita.

Mulai sekarang, kita harus memanfaatkan kondisi untuk memberikan edukasi. Contohnya Da Ai TV yang selalu menyiarkan berita tentang bencana dan penderitaan di seluruh dunia. Kita hendaknya mengedukasi murid-murid kita dengan berbagi tentang kondisi dunia saat ini agar mereka dapat memahami kebenaran sekarang juga. Edukasi bukan sekadar teori, harus ada praktik nyata.
Guru adalah teladan bagi murid-muridnya. Jadi, kita harus bekerja sama dengan harmonis untuk mendidik murid-murid dengan benar dan membina karakter mereka. Guru seperti inilah yang disebut guru yang baik. Menjadi guru yang baik dan teman yang bermanfaat, inilah tujuan kita semua.
Jika guru memberikan contoh yang baik hingga membentuk tradisi sekolah yang baik, murid-murid juga akan terinspirasi. Dengan demikian, mereka pun akan menaati aturan. Dalam hidup ini, kita hendaknya bertekad untuk menjadi teladan bagi orang-orang. Mari kita memulainya dari diri sendiri. Dengan demikian, orang-orang di sekitar kita juga akan demikian.


Setiap insan Tzu Chi luar negeri sama seperti insan Tzu Chi di Taiwan. Di mana pun bencana terjadi, mereka akan pergi untuk membantu. Begitu menerima informasi tentang bencana, para relawan akan saling menghubungi, segera berhimpun, dan mencari tahu bagaimana memberikan bantuan. Tzu Chi Taiwan bertanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan misi amal insan Tzu Chi di seluruh dunia.
Tzu Chi bermula dari sebersit niat baik. Demi orang-orang yang kekurangan, kita memulai misi amal. Kemudian, kita terus mengembangkan misi kita hingga kini menjadi Empat Misi Tzu Chi. Saya berharap misi pendidikan dan budaya humanis juga dapat dipadukan dengan misi amal.
Tanpa kebajikan, tidak akan ada keindahan dalam misi pendidikan dan budaya humanis kita. Misi pendidikan dan budaya humanis haruslah mengandung kebajikan, baru bisa menampilkan keindahan. Karena itu, saya sungguh berharap Empat Misi Tzu Chi dapat bersatu padu. Saya sering berkata bahwa Tzu Chi hendaknya menjalankan program pengurangan bencana.
Untuk itu, kita harus membimbing orang-orang ke arah yang bajik agar terbentuk energi positif. Jika bisa melakukannya dengan baik, kita dapat mengurangi bencana. Jika setiap orang di tengah masyarakat adalah orang baik, akan terbentuk energi kebajikan yang bagaikan lapisan pelindung.


Setiap orang baik yang memperoleh edukasi kebajikan akan menjalin jodoh baik dengan orang lain sehingga terbentuklah energi kebajikan yang dapat mengurangi bencana. Inilah yang disebut program pengurangan bencana. Kita juga hendaknya mengimbau orang-orang untuk bervegetaris. Makin sering kita bervegetaris, makin sedikit hewan yang disembelih.
Saat mengonsumsi daging, kita juga merenggut nyawa makhluk lain. Hendaklah kita membangkitkan sebersit niat baik untuk membebaskan kehidupan. Untuk membebaskan kehidupan, kita harus mengendalikan nafsu makan. Asalkan kita tidak mengonsumsi daging, hewan-hewan dapat hidup bebas dan tidak perlu berakhir di mulut kita.
Jadi, saya berharap kalian dapat menghayati kata-kata saya. Bayangkanlah jika kita ada di posisi mereka. Terluka sedikit saja, kita sudah merasa sakit, apalagi hewan-hewan yang dicabut bulunya, disembelih, dan digantung terbalik untuk mengeluarkan darah dari tubuh mereka.
Selain daging, manusia juga mengonsumsi darah. Daging-daging hewan itu digoreng, direbus, atau langsung dipanggang di atas api. Sungguh sangat kejam. Saya minta maaf atas penyampaian saya yang agak keras hari ini.
Saya berharap kita semua dapat bersatu hati dan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa perubahan. Kita harus memberi keteladanan untuk menginspirasi orang-orang berbuat baik dan membimbing murid-murid kita untuk berbuat baik. Semua ini merupakan tanggung jawab kita.
Memanfaatkan kondisi untuk memberikan edukasi agar orang-orang memahami ketidakkekalan
Membimbing orang ke arah yang bajik demi menjaga ketenteraman
Membina welas asih dengan bervegetaris dan berhenti menyembelih hewan
Memberikan teladan nyata dan bekerja sama dengan harmonis
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 04 September 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 06 September 2026







Sitemap