Ceramah Master Cheng Yen: Membimbing Semua Makhluk Melenyapkan Kegelapan Batin
“Kami berada di area yang sangat rentan. Karena itu, semua barang bantuan ini sangat bermanfaat. Saya merasa bahwa mereka akan tenang beberapa minggu karena semua ini adalah barang kebutuhan sehari-hari, seperti makanan. Jadi, mereka dapat menghemat banyak pengeluaran. Yang terpenting, mereka dapat merasakan kehangatan. Sebuah aksi kecil dapat membawa manfaat besar,” kata David, Kepala sekolah.
“Kami akan memanggil kalian berdasarkan daftar nama yang kalian tanda tangani saat datang. Kami akan memanggil kalian maju satu per satu, lalu relawan akan membagikan barang bantuan pada kalian,” kata Cecilia, relawan Tzu Chi.
“Apa yang memotivasi kalian untuk datang membantu di sini pada hari Minggu?” tanya Chen Shu-zhen, relawan Tzu Chi.
“Kami harap dapat membantu keluarga yang membutuhkan. Kami tengah belajar tentang logistik, termasuk pengiriman, pembongkaran, dan pemindahan,” kata Murid-murid SMK.
Di seluruh dunia, orang yang menderita begitu banyak. Apakah yang harus kita lakukan? Saya selalu mengingatkan orang-orang untuk terus melakukan estafet cinta kasih. Ini tidak mungkin dilakukan seorang diri. Butuh partisipasi banyak orang. Namun, bisakah semua orang melakukan estafet ini tanpa henti?
Kita harus menginspirasi mereka untuk melakukannya dengan ketulusan dari lubuk hati. Asalkan ada tekad dan ikrar, maka ada kekuatan. Jika hanya ada tekad tanpa ikrar, tidak akan ada kekuatan. Jadi, hendaklah kita senantiasa membangkitkan ikrar. Akan tetapi, janganlah kita terus memikirkan siapa yang akan membantu kita menjalankan ikrar.
Mengharapkan kekuatan orang lain seperti ini bukanlah solusi jangka panjang. Setiap orang hendaknya menghimpun kekuatan bersama. Namun, bagaimana kita menghimpun kekuatan dan melakukan estafet? Saya selalu berkata bahwa kita harus melakukannya hingga kehidupan mendatang.

Di kehidupan sekarang, saya mengandalkan kekuatan dan ketulusan kalian. Kalian juga harus menginspirasi generasi penerus kalian untuk mengerahkan kekuatan. Wariskanlah ketulusan ini dari generasi ke generasi. Hanya tersentuh tidaklah cukup. Setelah tersentuh, kita harus mengerahkan kekuatan. Selain kekuatan fisik, kita juga harus membangkitkan ketulusan.
Ketulusan tidaklah berwujud. Kekuatan ikrar juga tidak bisa dilihat. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kita harus bisa melepas segalanya dan lebih giat menemukan kembali kekuatan diri sendiri. Jadi, kita tidak boleh tumbang. Dengan berpegang pada prinsip ini, kita akan terus mendorong diri sendiri untuk berjalan, berbicara, dan bersumbangsih.
Saudara sekalian, ini adalah isi hati saya. Saat ini, saya juga bersusah payah mendorong diri sendiri. Dahulu, saya mengira bahwa hanya butuh kekuatan ikrar sebagai dukungan dan dorongan bagi saya.
Namun, kini saya juga membutuhkan kekuatan fisik. Saya tidak bisa sekadar berpikir, "Jangan melekat pada tubuh ini. Abaikanlah rasa sakit dan kelemasan ini. Itu hanyalah wujud yang semu. Hakikat sejati saya tidak berubah." Namun, tanpa tubuh ini, bagaimana kita bisa melatih diri? Jadi, kita harus mengakui bahwa kita membutuhkan tubuh yang semu ini.


Saya juga bersyukur atas hakikat sejati saya yang terus mendukung saya. Akan tetapi, suatu hari nanti, ia mungkin tak bisa mendukung saya lagi. Saat tahu bahwa waktu-Nya tidak lama lagi, Buddha juga hendak mencari tempat yang hening dan tenang. Namun, bisakah Beliau berada di sana sendirian? Tidak. Di mana pun tempat yang ditemukan-Nya, tetap akan ada murid yang mendampingi-Nya.
Saat Buddha memberi tahu Ananda hal ini, Ananda benar-benar tidak sanggup menerimanya. Dia berlari ke luar dan menangis. Dia tidak dapat menerimanya. Dia tahu bahwa waktu Buddha sudah tidak lama lagi, tetapi apa yang bisa dia lakukan? Lalu, murid Buddha yang memiliki mata batin kembali. Dia kembali karena tahu bahwa Buddha akan segera parinirvana.
Melihat Ananda, dia berkata, "Ananda, engkau merasa tidak rela dan tak bisa menerimanya. Aku pun demikian. Namun, apa yang bisa kita lakukan? Kita harus segera menggenggam waktu untuk mempersiapkan mental guna meneruskan Dharma di masa mendatang." Dengan ajaran Buddha, barulah kita dapat menolong dan menyelamatkan orang-orang dari penderitaan akibat kegelapan batin.
Dunia ini membutuhkan ajaran Buddha. Ajaran Buddha menyebarkan kebajikan dan menginspirasi orang-orang untuk menjadi Bodhisatwa. Bodhisatwa juga menyebarkan kebajikan. Meski memiliki kebijaksanaan, tanpa berkah, kita tidak dapat melakukan apa-apa.
Kita harus menjalin jodoh baik dengan orang-orang. Jika tidak, kita tidak dapat membimbing orang-orang. Saya sering mengingatkan untuk menghargai jalinan jodoh. Dengan adanya jalinan jodoh, barulah kita dapat menolong sesama. Bodhisatwa sekalian, mari kita lebih banyak menjalin jodoh baik.

“Berhubung cuaca sangat dingin, kasur dan selimut menjadi sangat penting,” kata Suresh Rajput, korban bencana.
“Orang-orang tidak akan datang dari tempat sejauh itu. Namun, kini kalian mengatasi berbagai kesulitan untuk datang ke sini. Mengenai hal ini, saya tulus berterima kasih pada kalian,” kata Tinku Majhi, korban bencana.
“Doa kalian membuat kami merasa penuh kehangatan. Segala sesuatu yang kami miliki telah hilang diterjang banjir. Tidak ada satu pun yang tersisa,” kata Sombari Urang, korban bencana.
Kini, saya ingin mengingatkan orang-orang untuk memperhatikan fenomena nyata di dunia. Saya sering menyerukan hal ini. Fenomena nyata di dunia sungguh tak habis untuk diceritakan dan dilihat. Kita harus terus memperhatikan dan membagikannya.
Sebagai Bodhisatwa dunia, kalian harus terus melihat penderitaan dan membagikan apa yang telah dan tengah terjadi. Kita tidak bisa melihat esok hari, tetapi pastinya masih banyak hal yang akan terjadi. Hal-hal inilah yang membentuk sejarah dunia. Sejarah dunia dapat menginspirasi orang-orang untuk membangkitkan kesadaran hakiki.
Mengajak orang banyak untuk menolong orang yang menderita
Mewariskan cinta kasih secara estafet dan menjalankan ikrar
Memanfaatkan tubuh untuk melatih diri dengan teguh
Menghargai jalinan jodoh untuk menyebarkan Dharma dan melenyapkan kegelapan batin
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 22 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 24 Oktober 2026







Sitemap