Ceramah Master Cheng Yen: Memperhatikan dan Menolong Orang yang Menderita
“Kakek Guru yang terhormat dan terkasih, apa kabar? Saya adalah Jay Ababa. Kini, saya bisa membiayai pendidikan adik-adik saya. Terima kasih,” kata Jay Ababa, Pengasuh di pusat perawatan RS Tzu Chi Dalin.
“Saya sangat bersyukur kepada Kakek Guru atas bantuan terhadap kami selama ini. Saya juga berterima kasih telah diberi kesempatan untuk bekerja di sini,” kata salah seorang Pengasuh di pusat perawatan RS Tzu Chi Dalin.
“Saya akan berjuang bersama yang lain. Saya juga bersyukur kepada Kakek Guru yang memperhatikan semua orang di dunia ini dengan cinta kasih dan welas asih agung. Terima kasih,” kata salah seorang Pengasuh di pusat perawatan RS Tzu Chi Dalin lainnya.
“Awalnya, mereka bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mereka. Kini, kondisi ekonomi keluarga mereka telah membaik. Mereka juga berubah dari menerima menjadi memberi. Hingga kini, mereka masih terus berdonasi. Mereka merasa bahwa kini mereka telah mampu untuk melakukan hal yang lebih bermakna, yaitu berdonasi untuk menolong sesame,” kata Liao Hui-yan, Wakil kepala departemen keperawatan RS Tzu Chi Dalin.
Kita telah mendengar ucapan sekelompok anak muda dari Filipina. Mereka sangat menggemaskan dan berhati bajik. Demi membantu menafkahi keluarga, mereka meninggalkan kampung halaman dan datang ke Taiwan. Para dokter dan perawat di Dalin terus mengajari dan membimbing mereka dengan penuh cinta kasih. Ini juga sangat bermanfaat bagi misi kesehatan kita. Di masa mendatang, jika ada yang membutuhkan perawatan jangka panjang, mereka juga bisa mendampingi kaum lansia setiap hari. Ini sangatlah baik.
Saya sangat bersyukur kepada para dokter dan perawat kita di Dalin yang bersumbangsih dengan cinta kasih dan hati Bodhisatwa. Edukasi sangatlah penting. Merawat pasien juga harus dilakukan dengan penuh perhatian. Ada banyak kaum lansia yang membutuhkan perhatian dan anak-anak muda ini dapat membantu kita untuk menjaga mereka. Jadi, kita harus mengajari mereka. Sungguh, saya sangat bersyukur.


“Jian Yi-lin lahir pada tanggal 14 Agustus 2000, sehari setelah RS Tzu Chi Dalin diresmikan. Dia tumbuh besar dalam lingkungan Tzu Chi. Saya sangat dipenuhi berkah. Selain bersekolah di TK Cinta Kasih Tzu Chi, pada tahun 2018, dia juga diterima di fakultas kedokteran Universitas Tzu Chi. Setelah lulus kuliah, dia bermagang di RS Tzu Chi Dalin. Pada bulan Agustus tahun ini, dia akan menjadi dokter residen di IGD RS Tzu Chi Dalin. Jadi, bisa dikatakan bahwa dia lahir dan besar di Dalin, menuntut ilmu di Hualien, lalu kembali ke kampung halamannya untuk memberikan pelayanan,” kata Jian Rui-teng, Kepala RS Tzu Chi Douliu.
“Saya bersyukur atas bimbingan, harapan, dan dukungan Ayah terhadap saya, juga bersyukur atas bimbingan Tzu Chi selama ini sehingga saya dapat mengembangkan potensi kebajikan di dunia kedokteran. Saya akan meneruskan pelatihan saya untuk menjadi dokter residen di IGD RS Tzu Chi Dalin,” kata Jian Yi-lin, Dokter dalam pelatihan.
Kita mendengar Kepala RS Jian dan putrinya berbagi kisah. Lihatlah, putrinya begitu menggemaskan. Dia menikah saat mendedikasikan diri di RS Tzu Chi Hualien. Suatu kali, saat saya berkunjung ke Dalin, istrinya tengah mengandung. Saat kembali berkunjung, saya melihat anak mereka. Kini, anak tersebut akan segera menjadi dokter. Saya berharap para dokter kita dapat membimbing anak mereka menjadi dokter. Saya tidak tahu ada berapa dokter di sini yang anaknya memilih jurusan kedokteran atau keperawatan.
Dalam dialek Taiwan, "menjaga kesehatanmu" terdengar mirip dengan "keperawatan". Saya sering berkata bahwa kita harus memberikan pelayanan untuk melindungi kesehatan dan kehidupan dengan cinta kasih. Untuk melindungi kehidupan, kita harus melindungi kesehatan orang-orang dengan cinta kasih yang tulus. Saya hampir mengatakannya setiap hari. Demi beberapa kata ini saja, saya telah sibuk seumur hidup. Hingga mengembuskan napas terakhir, kata-kata ini akan selalu ada dalam benak saya.
Saya berikrar untuk kembali ke dunia ini dan saat itulah giliran kalian untuk membimbing saya. Kelak, saya juga ingin menjadi "Tabib Agung". Asalkan ada ikrar, maka ada kekuatan. Dalam ajaran Buddha dikatakan bahwa kita harus membangun ikrar agung dari kehidupan ke kehidupan. Kita harus membangun ikrar yang tulus dan menjalankannya dengan tekun.


Saya sering mengulas tentang donasi 50 sen yang menjadi awal mula berdirinya Tzu Chi. Dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit setiap hari, kita dapat menolong sesama. Karena itu, kini saya juga ingin mengimbau para dokter dan perawat kita untuk berkata kepada pasien, "Apakah Anda ingin berbuat baik? Jika ingin berbuat baik, masukkanlah uang kecil di saku kalian ke dalam celengan bambu. Ini untuk menolong orang-orang yang menderita." Ini bukan demi uang. Saya berharap kalian semua dapat bertutur kata baik untuk memotivasi orang-orang berbuat baik. Ini mendatangkan pahala. Dengan demikian, kalian juga dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berbuat baik.
Saya mendengar tentang perawatan jangka panjang kita yang sangat luar biasa. Namun, alangkah baiknya jika warga komunitas dapat turut berpartisipasi dalam hal ini. Kita sering mencurahkan perhatian kepada orang-orang yang membutuhkan. Jika dapat bekerja sama dengan warga komunitas dalam melakukan hal ini, hasilnya akan lebih maksimal. Saya sendiri pun telah lanjut usia dan tidak bisa berjalan seleluasa sebelumnya. Orang lain tidak bisa menggantikan saya untuk berjalan. Saya tetap harus berjuang. Saya selalu bersyukur.
Di kehidupan sekarang, saya dipenuhi berkah karena ada begitu banyak orang di sekeliling saya. Terlebih lagi, saya menyadari bahwa kaum lansia membutuhkan pendampingan dan perhatian. Di Dalin, Chiayi, dan Douliu, kita memiliki tiga fasilitas kesehatan. Betapa banyaknya orang yang telah kita tolong. Kita juga menjangkau Dapu yang jaraknya sangat jauh dari fasilitas kesehatan kita di Chiayi dan Dalin dan harus melewati jalan pegunungan.
Jadi, kita memiliki dokter yang dapat menjaga kesehatan warga di wilayah pegunungan, pesisir, dan dataran rendah. Badan misi kesehatan kita dapat membawa manfaat besar. Kita juga mencurahkan perhatian ke rumah warga dalam jangka panjang. Ini sungguh luar biasa. Hal yang patut disyukuri tak habis untuk diceritakan.


Saya bersyukur pusat perawatan pascapersalinan kita telah dijalankan dengan sangat baik. Kita juga bisa mempromosikan pola makan vegetaris di pusat perawatan pascapersalinan fasilitas kesehatan lain. Ini juga sangat baik dan dapat mendatangkan pahala. Jika menyembelih seekor ayam setiap hari, itu berarti 30 ekor ayam dalam sebulan. Para ibu yang menjalani masa nifas di pusat perawatan pascapersalinan kita mengonsumsi makanan vegetaris sehingga tidak ada hewan yang perlu disembelih. Betapa banyaknya kehidupan yang terselamatkan.
Menyelamatkan seekor ayam berarti menyelamatkan satu kehidupan. Kita memberikan pelayanan medis untuk menyelamatkan kehidupan. Pusat perawatan pascapersalinan kita juga mengurangi pembunuhan hewan dan menciptakan pahala. Karena itulah, berkunjung ke Dalin membuat saya sukacita. Saya bisa melihat keteguhan kalian dalam bervegetaris. Ini juga dapat menginspirasi warga setempat untuk menerapkan pola makan vegetaris. Ini sangatlah baik. Saya sangat bersyukur.
Membina insan berbakat untuk merawat dengan penuh perhatian
Menjalankan ikrar yang tulus dengan tekun dan mewariskannya
Tekun menggalang hati dan menolong orang yang menderita
Mencurahkan perhatian dan mempromosikan vegetarisme mendatangkan pahala yang tak terhingga
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 13 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 15 Maret 2026







Sitemap