Ceramah Master Cheng Yen: Memperlakukan Pasien seperti Keluarga Sendiri


Kita bisa melihat teknologi masa kini yang benar-benar sangat canggih. Dahulu, saat datang untuk mendirikan rumah sakit di sini, saya berpikir, "Siapakah yang bisa mengemban tanggung jawab ini?" Kebetulan, saat itu Dokter Lin Jun-long kembali dari Amerika Serikat. Saat beliau kembali ke Griya Jing Si, saya berkata, "Saya sangat khawatir. Sebagai murid saya, berikanlah dukungan dalam hal ini. Bisakah Anda kembali dari Amerika Serikat ke Taiwan untuk membantu saya? Kini, Tzu Chi juga akan membangun rumah sakit di Dalin."

Akhirnya, beliau pun kembali ke Taiwan. Jadi, kepala RS Tzu Chi Dalin yang pertama ialah Dokter Lin yang kembali dari Amerika Serikat. Beberapa waktu kemudian, tanggung jawab ini diteruskan kepada Kepala RS Chien, lalu Kepala RS Lai. Di sini, terdapat banyak dokter yang selalu bersama dalam suka dan duka. Mereka tidak keberatan untuk datang ke pedesaan ini. Setelah datang ke sini, semua orang bersatu hati dan harmonis.

Saya sering berkata bahwa tidak ada yang sulit jika semua orang dapat bersatu hati serta memiliki cita-cita dan tekad yang sama. Semua orang hendaknya berinteraksi dengan harmonis dan bersatu hati. Untuk itu, dibutuhkan ketulusan. Jika dapat menyatukan hati dengan penuh ketulusan, kita akan memiliki kekuatan. Jadi, jika semua orang dapat bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong, sebagai sebuah organisasi besar, tugas kita tidak akan terasa berat.

Lihatlah, para perawat kita juga sudah sangat senior. Mereka bekerja di sini dengan stabil. Semua orang memiliki kesatuan tekad. Mereka mengasihi saya dan tidak tega membiarkan saya merasa khawatir. Karena itulah, mereka selalu berusaha untuk menenangkan hati saya. Semua orang sangatlah dekat. Di Tzu Chi, semua orang dekat bagaikan satu keluarga.


Saya sangat bersyukur atas RS Tzu Chi Dalin yang membuat saya sangat tenang. Setiap kali kembali ke sini, yang paling menyenangkan ialah bertemu para dokter dan perawat yang datang pagi-pagi. Adakalanya, mereka mendampingi saya makan atau duduk di sini untuk berbincang-bincang. Mereka menganggap urusan pekerjaan seperti urusan rumah tangga sendiri.

Ada yang berbagi tentang kasus di departemen mereka, ada pula yang berbagi tentang pengalaman menarik yang mereka alami. Mereka berbagi kisah dengan saya. Mereka berinteraksi bagai saudara yang mengasihi satu sama lain. Saya sangat sukacita melihatnya. Sungguh, RS Tzu Chi Dalin bagaikan rumah saya.

Terhadap para dokter dan perawat, saya sangat bersyukur dan tersentuh. Jagalah kesehatan kalian dengan baik. Jika mendengar bahwa ada yang jatuh sakit, saya akan sangat khawatir dan tidak tega. Saya selalu merasa bahwa keegoisan terbesar saya ialah saya tidak ingin kehilangan satu orang pun. Jadi, harap kalian dapat menjaga kesehatan dengan baik. Ini bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga demi Tzu Chi dan demi saya.

Mari kita membangun tekad dan ikrar untuk bersungguh hati mendedikasikan diri di RS kita dan memandang semua makhluk yang menderita dengan tatapan penuh welas asih.


“Ini adalah kasus seorang nenek berusia 87 tahun. Tiga puluh tahun lalu, beliau pernah menjalani operasi jantung terbuka karena miksoma jantung. Belakangan ini, beliau merasa makin sesak napas dan staminanya jauh menurun dari sebelumnya. Setelah diperiksa, beliau didiagnosis mengalami stenosis aorta yang serius. Kami menanganinya dengan mengganti katup baru,”
kata Zhang Jian-hua, Kepala departemen bedah jantung.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim anestesia. Untuk penggantian katup aorta transkateter, tim anestesia menggunakan sedasi. Sedasi mungkin terlihat sederhana. Namun, yang terlihat sederhana biasanya makin sulit. Jadi, dalam proses operasi ini, kami harus menjaga pertukaran oksigen tanpa intubasi sekaligus memastikan bahwa pasien tidak bisa bergerak dan tidak merasa sakit. Terlebih bagi pasien yang menderita penyakit jantung, ini adalah sesuatu yang sangat sulit,” lanjut Zhang Jian-hua.

Zhang Jian-hua melanjutkan “Pada hari dijalankannya operasi, hadir 21 orang dalam ruang operasi. Setelah menjalani operasi, berhubung tanpa intubasi, beliau kembali ke ruang perawatan intensif. Saat keluarganya datang menjenguknya, sang nenek sudah bisa berbicara dan mulai makan.”

“Kami sangat bersyukur kepada seluruh tim kami. Kami bersyukur kepada semua rekan yang berjuang bersama. Kami juga bersyukur kepada semua orang yang pernah membantu kami. Kata orang, kita harus sangat bekerja keras, baru bisa membuat semuanya terlihat mudah. Sungguh, inilah arah tujuan tim kami. Kami menanggung semua kesulitan demi menjaga kesehatan pasien,” pungkas Zhang Jian-hua.

Melihat dan mendengar kalian berbagi kisah, saya sangat sukacita dan merasa bahwa ada banyak orang yang memiliki kesatuan tekad. Kalian memilih untuk menjadi dokter atau perawat dan telah menuntaskan pendidikan kalian di bidang terkait. Kalian menuntaskan pendidikan dengan lancar dan telah merampungkan pelatihan kalian di rumah sakit lain. Kini, kalian berhimpun di sini. Kalian memiliki potensi kebajikan di bidang medis.

Para dokter juga disebut "Tabib Agung". Dalam ajaran Buddha, "Tabib Agung" merupakan salah satu nama Buddha. Para perawat juga disebut "Suciwan Berjubah Putih" yang bagaikan Bodhisatwa Avalokitesvara. Bukankah demikian? Dokter adalah penyelamat dalam kehidupan pasien. Jika kalian bisa lebih ramah terhadap pasien, pasien akan sangat sukacita dan merasa bahwa dokter yang ditemuinya adalah sandaran dalam hidupnya. Jadi, jika kalian bisa menepuk mereka dengan lembut, mereka akan sangat sukacita.


Saudara sekalian, kekuatan cinta kasih terkandung dalam ucapan dan tindakan kita. Janganlah kalian berpikir bahwa sebagai dokter, kalian cukup memeriksa dan mendiagnosis kondisi pasien. Itu tidaklah cukup. Dokter harus bisa dikasihi pasien. Kita mengasihi orang-orang, termasuk para pasien. Pasien juga mengasihi dokter. Inilah interaksi yang penuh cinta kasih. Selain itu, saat melihat pasien lansia, apakah kalian menganggap mereka sebagai orang tua sendiri?

Di pedesaan Dalin, sebagian besar kaum muda telah merantau. Ada yang pergi untuk meniti karier, ada pula yang pergi untuk menuntut ilmu. Jika kita tidak datang ke sini untuk melindungi kesehatan para pasien ini, siapa yang akan melakukannya? Mengenang masa lalu, daerah ini sungguh kekurangan fasilitas medis. Kita selalu berusaha memenuhi kebutuhan orang-orang.

Kita selalu menjangkau wilayah yang membutuhkan. Meski harus bersusah payah, kita yakin bahwa ada banyak orang yang memiliki kesatuan tekad. Memang ada banyak orang yang memiliki kesatuan tekad. Awalnya, tidak ada dokter di sini. Dokter dari Hualien-lah yang datang untuk mendukung. Namun, yang terlihat sekarang membuat saya sangat tenang. Singkat kata, para dokter kita sangat tulus, merawat pasien dengan penuh cinta kasih, dan menganggap pasien lansia seperti orang tua sendiri. Saya sangat gembira akan hal ini.

Karena itulah, belakangan ini, saya sering berkata bahwa saya tidak perlu khawatir lagi. Pada usia saya sekarang, apa yang terlihat di setiap sudut rumah sakit kita membuat saya merasa tenang. Apa yang saya dengar dalam perjalanan saya membuat saya makin gembira dan tenang. Hendaklah kalian mempertahankan semangat masa lalu dan terus berjuang untuk masa depan.

Bekerja sama dengan harmonis untuk mewujudkan cita-cita yang sama
Kesatuan tekad semua orang membuat Master tenang
Membangkitkan ikrar agung untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga
Memperlakukan pasien seperti keluarga sendiri

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 26 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 28 Juni 2026
Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -