Ceramah Master Cheng Yen: Mempersembahkan Dharma dengan Jalinan Jodoh Istimewa
“Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti pementasan adaptasi Sutra. Saya bergabung karena di dalam ceramah pagi, Master berkata, ‘Mereka yang belum menanam akar kebajikan, hendaknya mulai menanamnya. Mereka yang telah menanam akar kebajikan, hendaknya mematangkannya. Mereka yang akar kebajikannya telah matang, hendaknya dibimbing menuju pembebasan.’ Saya baru bergabung tahun ini. Kami termasuk orang-orang yang belum menanam akar kebajikan,” kata Yang Xiu-ru, anggota tim perencanaan.
“Dalam latihan kami, ada sepenggal lirik yang berbunyi, ‘Waktu terus berlalu, mengikis sisa usia. Jangan sampai kehilangan jati diri dan menyia-nyiakan kehidupan.’ Kalimat ini membuat saya menyadari bahwa dalam hidup ini, kita seharusnya tak hanya bekerja keras demi mencari uang. Kita perlu mengembangkan nilai dalam kehidupan,” kata Wang Zi-rui, anggota tim perencanaan.
“Dalam bab Perumpamaan Kota Jelmaan, diulas tentang kota jelmaan dapat digunakan untuk beristirahat sejenak. Kami merasa bahwa kami baru saja sampai di kota jelmaan dan baru melihatnya. Namun, Bibi Ci Yue terus mengingatkan kami, ‘Cepat, cepat, cepat! Waktunya sudah tidak cukup’,” kata Chen Li-fen, anggota tim perencanaan.
“Ketika kami mengikuti pendalaman Dharma di Taipei dan mendengar penjelasannya tentang perencanaan skala besar di Taipei Dome, barulah kami menyadari bahwa ini benar-benar perjalanan ikrar dan praktik Sutra Teratai yang berpacu dengan waktu. Meski tubuh terasa lelah, tetapi dapat bersama-sama menyatukan tekad untuk menyebarkan Dharma, hati kami dipenuhi dengan sukacita Dharma,” pungkas Chen Li-fen.
Terima kasih. Saya sering berpikir, entah berapa banyak jalinan jodoh antara kalian dan saya selama kehidupan demi kehidupan. Entah berapa banyak kehidupan kita berjanji satu sama lain. Dari kehidupan ke kehidupan, kita terus memenuhi janji itu. Jadi, jalinan jodoh ini sungguh istimewa, indah, dan menakjubkan.
Setiap orang seolah memiliki kemampuan luar biasa. Kalian bukanlah ahli di bidang ini, tetapi kalian mampu memainkan setiap peran dengan baik. Kalian benar-benar mengubah kekosongan sejati menjadi eksistensi yang menakjubkan. Eksistensi menakjubkan ini telah meresap ke dalam hati dan pikiran orang-orang serta tidak akan pernah lenyap.


Keindahan pementasan di panggung ini akan selalu diingat oleh orang-orang. Keindahan ini bukan ditampilkan oleh orang lain, melainkan oleh kalian sendiri. Setiap gerakan tangan dan kaki kalian meninggalkan jejak. Jadi, setiap orang benar-benar dapat tersentuh. Kalian sendiri pun turut merasakan keharuan tersebut. Inilah yang membuat pementasan ini begitu bernilai.
Nilai ini bukan sesuatu yang semu atau palsu. Nilai ini benar-benar terwujud dari waktu yang kalian curahkan dan setiap gerakan yang kalian lakukan. Sesungguhnya, saya dapat membayangkan usaha kalian. Bahkan untuk berdiri, kaki mungkin harus menahan rasa sakit. Untuk melakukan suatu gerakan, kalian mungkin merasa kesulitan. Namun, kalian semua mampu bersatu dan bergerak tanpa kesalahan. Ini bukanlah hal yang mudah.
Melihat kesungguhan dan ketulusan kalian, saya pun merasa bahwa di kehidupan lampau, saya pasti telah menjalin jodoh baik dengan kalian semua, termasuk dengan keluarga Ci Yue. Saya sering teringat dan bersyukur atas 3 generasi dalam keluarga mereka, yaitu orang tua mereka, mereka sendiri, dan generasi penerus mereka. Saya berharap dari generasi ke generasi, mereka akan terus menjadi insan Tzu Chi. Saya juga berharap demikian terhadap kalian.
Sesungguhnya, ketika berbicara tentang rasa syukur, ada begitu banyak hal yang ingin saya ungkapkan. Semua ini sungguh menakjubkan, bukan hanya rasa syukur yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, tetapi juga masa lalu. Tadi, saya sudah berkata bahwa kita tidak tahu jodoh apa yang telah terjalin pada kehidupan lampau.


Saya bersyukur atas jalinan jodoh baik di kehidupan lampau. Berkat jalinan jodoh baik itu, ada kalian yang mewakili saya mewujudkan pementasan yang begitu indah. Ada yang mampu menulis, mengajar, dan menyusun materi yang sangat baik. Siapa pun yang terlibat dalam pementasan ini, semuanya memiliki jalinan jodoh baik dengan saya. Jadi, jalinan jodoh baik ini berpadu pada kehidupan sekarang.
Hendaknya kita memanfaatkannya untuk memperindah kehidupan. Kalian telah mempersembahkan gerakan tubuh, suara yang merdu, lantunan, dan perencanaan. Tubuh, pikiran, serta suara telah kalian persembahkan. Inilah yang disebut dengan berdana dengan Dharma, suara, dan kemampuan.
“Sesungguhnya, kami hanya memastikan setiap orang menjalankan tugasnya dengan baik di posisi masing-masing. Ketika setiap titik dan garis saling terhubung, akan membentuk perahu Dharma Tzu Chi. Inilah rangkaian cinta kasih yang menyatukan kita semua,” kata Wang Xuan-fang, anggota tim perencanaan.
“Saya merasa bahwa semua orang yang hadir di sini, baik kaum muda maupun para relawan senior yang mendampingi kami, bersedia meluangkan waktu, biaya, dan tenaga untuk terlibat dalam kegiatan ini. Kami ingin agar ajaran Buddha meninggalkan jejak sejarah di Taipei Dome. Kami juga ingin memperkenalkan perjalanan 60 tahun Tzu Chi kepada lebih banyak orang,” kata Xue Yu-xin, anggota tim perencanaan.


Melihat kalian semua, saya merasa sungguh beruntung. Keberuntungan ini membuat orang merasa terharu dan kagum. Kalian semua benar-benar memiliki hati yang tulus. Syukurlah, hati ini telah memilih jalan yang tepat. Banyak orang yang mengira bahwa hanya ada dua jalur. Sesungguhnya, setiap orang berdiri di atas jalan tiga jalur.
Ketika berada di titik awal, sesungguhnya kita harus memilih jalur kiri atau kanan? Perubahan dalam pikiran sangatlah halus. Hanya dengan sedikit perubahan pikiran, kita bisa beralih ke arah yang berbeda tanpa menyadarinya. Semuanya bergantung pada sebersit pikiran. Jalan terbentuk dari pikiran kita sendiri. Manakah jalur yang benar? Dari titik awal tersebut, kita membentuk satu jalan di tengah. Inilah "Jalan Tengah" yang dikatakan oleh Buddha.
Dalam ajaran Buddha, menapaki Jalan Bodhisatwa disebut dengan Jalan Tengah. Jadi, saat ini, kita tengah menapaki Jalan Tengah. Jika kalian merasa lelah, ucapkanlah, "Terima kasih." Ketika kita benar-benar merasa lelah, itu berarti kita telah bersungguh-sungguh. Kita tidak boleh mengerjakan sesuatu dengan asal-asalan. Kita harus menjalani kehidupan dengan sungguh-sungguh.
Setiap orang pada dasarnya memiliki hakikat kebuddhaan. Menyadari hal ini, berarti kita harus menjalani kehidupan dengan kesungguhan hati. Setiap orang adalah Buddha. Setiap orang mampu mencapai kebuddhaan. Kalian membentuk formasi dengan tertib hingga menampilkan aksara yang sangat rapi. Kerapian itu menunjukkan kekompakan kalian semua. Kerapian adalah keindahan yang membuat orang kagum. Semua orang di dunia dapat menyaksikan hal ini.
Jalinan jodoh baik di kehidupan lampau mempertemukan kita dengan penuh sukacita
Mempersembahkan Dharma melalui tubuh, pikiran, dan suara
Latihan pementasan adaptasi Sutra menguras tenaga
Menjalani kehidupan dengan sungguh-sungguh dan menapaki Jalan Tengah
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 14 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 16 Oktober 2026







Sitemap