Ceramah Master Cheng Yen: Mempraktikkan Kebajikan dengan Sifat Hakiki yang Murni


“Saat kuliah, kami pernah bermagang di ICU. Saat merawat pasien, kami melihat bahwa mereka harus dipasang tabung endotrakeal dan intubasi nasogastrik untuk menjaga pernapasan dan asupan gizi mereka. Cara tradisional untuk menetapkan posisi tabung-tabung ini ialah menggunakan plester dan tali kapas ini. Namun, plester ini harus diganti setiap hari sehingga kulit pasien mungkin mengalami luka robek dan luka tekan,” kata Ye Jia-yan, Mahasiswa keperawatan Universitas Tzu Chi.

“Setelah mengikuti kelas inovasi keperawatan, kami baru menyadari bahwa sebagai mahasiswa, kami juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan. Kami berfokus untuk menetapkan posisi tabung-tabung ini dan bekerja sama dengan alumni universitas kami,” lanjut Ye Jia-yan.

“Beliau membuat gambar yang dibuat menjadi cetakan tiga dimensi dan terus berkembang hingga menjadi seperti ini. Ini adalah versi pertama yang kami buat dengan tangan. Dengan pemikiran di dalam otak kami, kami membuat prototipe ini. Lalu, ini adalah versi terbaru saat ini, lebih ringan dan fungsinya lebih beragam,” pungkas Ye Jia-yan.

Ini untuk pasien yang terbaring di ranjang?

“Untuk pasien di ICU.”

Apa manfaatnya bagi pasien?

“Untuk menetapkan posisi tabung yang disebutkan tadi.”

Di manakah posisinya?

“Ini dipasang di tabung. Di sini.”

“Awalnya, saya melakukan percobaan dari perspektif peneliti dan pengembang. Namun, sebulan yang lalu, saya mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga terluka di bagian ini. Saya pun makin memahami betapa tidak berdayanya terbaring di atas ranjang. Ini membuat saya sadar bahwa saat melakukan percobaan, saya harus bisa berpikir dari perspektif pasien,” kata Huang Fu-shan, Mahasiswa keperawatan Universitas Tzu Chi.

“Cobalah sendiri produk yang kita kembangkan agar kita tahu bagian mana saja yang perlu diperbaiki. Jika bisa turut merasakan penderitaan pasien, kita akan bisa terus melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan pasien,” pungkas Huang Fu-shan.


Sungguh, anak-anak kita sangatlah unggul. Saya sungguh sangat bersyukur. Tentu saja, kita harus membimbing mereka untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Saat ini, teknologi sangatlah canggih. Manusia telah menciptakan AI yang entah harus dipuji atau ditakuti. Ini merupakan kemajuan yang mencengangkan.

Tentu saja, segala sesuatu memiliki dua sisi. Jika digunakan oleh orang yang baik, ia bisa membawa manfaat yang tak terhingga bagi orang banyak. Namun, jika ada yang menggunakannya dengan niat dan tujuan yang tidak benar, ia juga bisa membawa kerugian besar bagi dunia. Karena itulah, pendidikan sangat penting.

Saat anak-anak datang ke sekolah kita dengan hati yang murni, kita hendaknya terus membimbing mereka agar memahami bahwa seiring perkembangan dunia, setiap bidang dapat menciptakan sesuatu yang bernilai. Gunakanlah keahlian kita untuk bersungguh hati membimbing mereka.

Kita juga harus memberi tahu mereka bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki dua sisi, bisa membawa manfaat, juga bisa membawa kerugian. Ini bergantung pada kebijaksanaan para guru. Dalam mendidik anak-anak, kita sebaiknya menggunakan kebijaksanaan atau pengetahuan?

Anak-anak yang dididik dengan kebijaksanaan selalu menuju arah yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat. Jika kita hanya mendidik mereka dengan pengetahuan, mereka akan memahami banyak hal, tetapi juga mungkin membangkitkan niat buruk sehingga membawa kerugian besar bagi dunia. Jadi, kita harus membimbing anak-anak dengan kebijaksanaan.


Tzu Chi adalah organisasi Buddhis. Semua agama mengajarkan kebaikan. Saya merasa bahwa agama Buddha selalu menggunakan kebijaksanaan untuk membimbing orang-orang kembali pada sifat hakiki mereka. Sifat hakiki manusia adalah bajik. Setiap orang memiliki hakikat kebuddhaan.

Namun, seiring berjalannya waktu, segala sesuatu di dunia ini terus berkembang. Orang-orang yang berniat buruk pun menggunakannya untuk membawa kerugian bagi dunia. Karena itu, saya selalu berharap kita dapat mendidik anak-anak kita dengan baik tanpa ketinggalan dari sekolah lain sekaligus menjaga sifat hakiki mereka yang murni dan membimbing mereka memahami ajaran Buddha.

Kita juga bisa mengadakan kelas untuk berbagi tentang bagaimana ajaran Buddha membawa manfaat bagi dunia. Gunakanlah materi yang mudah dipahami, jangan terlalu dalam. Ajaran Buddha sangatlah dalam, mencakup ilmu filsafat, kedokteran, psikologi, dan lain-lain.

Buddha juga terkenal dengan sebutan "Tabib Agung". Saya juga menyebut dokter kita sebagai "Tabib Agung". Tabib Agung adalah salah satu dari nama Buddha. Ini karena Buddha dapat mengobati penyakit batin dan membangkitkan kebijaksanaan orang-orang.


Berbagai prinsip tentang fisika, fisiologi, dan lain-lain, semuanya terkandung dalam ajaran Buddha dan dapat kita bagikan kepada orang-orang. Saya yakin bahwa dengan mulai mempelajari ajaran Buddha, kalian akan memperoleh sedikit pemahaman dan tertarik untuk mendalaminya lagi hingga memahami kebenaran sejati ajaran Buddha.

Prinsip kebenaran ajaran Buddha pasti selaras dengan ajaran agama lainnya. Jadi, kita harus belajar secara luas, tetapi juga harus memilih arah yang benar karena usia kehidupan kita terbatas. Jika ajaran yang dipilih sesuai dengan kapasitas kita, kita akan berfokus memasuki pintu dan menapaki jalan ini.

Berhubung telah menyadari manfaat dari ajaran Buddha, kita pun berfokus mendalami ajaran Buddha. Tentu saja, ajaran Konfusius juga sangat baik. Konfusianisme mengajari orang untuk menjadi orang baik dan menapaki jalan yang benar. Prinsipnya sangat mendekati prinsip Buddha.

Berhubung hidup di era yang sama, mereka pun memberikan ajaran sesuai kebutuhan orang-orang pada saat itu. Meski memiliki sifat hakiki yang sama, kebiasaan orang-orang bisa jauh berbeda. Seiring waktu, muncullah makin banyak ajaran yang berbeda-beda. Tentu saja, kita harus membimbing orang-orang dengan baik. Intinya, saya berharap kita dapat belajar lebih jauh lagi, termasuk ajaran Buddha.

Sekarang, masyarakat menjadi sangat beragam. Di tengah masyarakat yang beragam, kita terlebih harus membagikan ajaran Buddha. Ajaran Buddha bagaikan permata dalam saku kita, tetapi kita tidak pernah mengeluarkannya untuk melihatnya dengan saksama. Permata ini sungguh sangat berisi. Hendaklah kalian bersungguh hati memahaminya.

Kemajuan teknologi memiliki fungsi yang luas
Niat buruk yang terbangkitkan mendatangkan bencana yang tak terhingga
Mendalami ajaran Buddha sesuai kapasitas masing-masing
Mendidik dan membimbing orang-orang mempraktikkan kebajikan

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 18 September 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 20 September 2026
Mampu melayani orang lain lebih beruntung daripada harus dilayani.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -