Ceramah Master Cheng Yen: Memulihkan Daerah Bencana dengan Program Bantuan Lewat Pemberian Upah


“Satu-satunya rumah sakit di Galchhi ialah Rumah Sakit Baireni. Saya sangat bersyukur kepada Kakak Xin-yu dan Qi-feng yang begitu datang ke sini langsung mengajak personel tentara serta para relawan dan staf rumah sakit untuk bersama-sama melakukan pembersihan. Kami berharap dapat segera membersihkan rumah sakit ini dan menjadikannya sebagai rumah sakit rujukan bencana di daerah yang terkena dampak serius,”
kata Chen Ji-min, relawan Tzu Chi Malaysia.

“Saat ini, kami terlebih dahulu memulihkan pelayanan gawat darurat dan rawat jalan. Para perawat di rumah sakit melakukan pembersihan dari pagi hingga malam tanpa henti. Selain makan dan minum, mereka tidak pernah duduk untuk beristirahat. Saya berkata pada mereka bahwa semangat mereka dalam mendedikasikan diri sangat mengagumkan,” lanjut Chen Ji-min.

“Kepala perawat senior lalu berkata pada saya, ‘Melihat kalian datang dari luar negeri untuk membantu rumah sakit kami, kami sangat terinspirasi dan termotivasi. Kami harus lebih bekerja keras untuk memulihkan rumah sakit kami.’ Mereka semua berharap dapat belajar dari Tzu Chi dan Master. Semoga budaya humanis misi kesehatan Tzu Chi juga dapat diterapkan dalam rumah sakit mereka,” pungkas Chen Ji-min.

“Kami tengah mengurus persetujuan untuk seluruh proyek penyaluran bantuan bencana. Setelah memperoleh persetujuan resmi, kami bisa menjalankan seluruh aktivitas Tzu Chi secara legal dan baik di seluruh daerah bencana,” kata Nirdesh Shakya, relawan Tzu Chi Nepal.


Kalian semua telah bekerja keras. Sungguh, saya sangat tersentuh, tetapi juga sangat khawatir. Cuaca setempat sangat panas dan banyak ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Kalian tengah bersumbangsih di garis terdepan. Kalian sungguh sangat bekerja keras.

Di sana, masih banyak yang harus terus kita lakukan. Kelak, di manakah para korban bencana harus tinggal? Bagi yang tidak dapat membangun kembali rumah mereka, kita hendaknya mempertimbangkan untuk membantu mereka membangun rumah permanen. Kita harus memikirkannya dengan baik.

Jika ada yang mengalami kesulitan hidup, kita hendaknya memasukkan mereka ke dalam daftar penerima bantuan jangka panjang kita. Kaum lansia sebatang kara, orang yang jatuh sakit, atau orang yang tidak sanggup bekerja, mereka membutuhkan bantuan jangka panjang dan bisa dimasukkan ke dalam daftar penerima bantuan bulanan Tzu Chi. Semua ini bisa kita lakukan.

Mengenai bencana di Nepal kali ini, untung ada relawan Tzu Chi dari Singapura dan Malaysia yang menggantikan saya untuk menjangkau daerah bencana, mencari tahu kebutuhan warga setempat, dan mencari lokasi yang sesuai untuk tempat bernaung para korban bencana. Saya selalu bersyukur di dalam hati saya. Kalian telah mengatur segalanya dengan baik tanpa perlu saya ingatkan.

Saat ini, yang paling ingin saya sampaikan ialah kalian harus menjaga kesehatan dengan baik. Sepertinya masih banyak tempat yang harus dibersihkan dan dipulihkan. Kita juga bisa menjalankan program bantuan lewat pemberian upah. Di satu sisi, ini bermanfaat bagi finansial mereka. Di sisi lain, kita juga dapat merampungkan upaya pembersihan dengan lebih cepat. Karena itu, kita harus aktif mengajak warga setempat untuk berpartisipasi.


“Sekolah Menengah Shree Bageshwori terletak di belakang rumah sakit. Saat baru tiba, kami juga melihat tumpukan lumpur. Saya bersyukur kepada para relawan dari Kathmandu yang turut bergerak untuk membantu. Para murid dan orang tua murid juga turut berpartisipasi. Kami sangat bersyukur ada begitu banyak orang yang turut berpartisipasi. Kami juga akan berusaha secepat mungkin untuk menyiapkan semua fasilitas dan perlengkapan agar anak-anak dapat kembali bersekolah pada hari Rabu,” kata Su Qi-feng, relawan Tzu Chi Malaysia.

“Kami bersyukur kepada Master yang beberapa tahun lalu mengizinkan kami untuk membuka kelas menjahit sehingga kali ini, ibu-ibu di Lumbini dapat mengerahkan potensi mereka untuk segera membuat seragam sekolah. Pada hari libur, mereka tetap berhimpun di kompleks kita untuk membuat pakaian seragam. Kami akan berusaha untuk menyiapkan semua perlengkapan dan alat tulis pada 9 September agar anak-anak dapat kembali bersekolah dengan tenang,” kata Wang Ci Wei, relawan Tzu Chi Malaysia.

Pendidikan anak-anak adalah prioritas. Kalian telah melakukan hal yang benar. Urutan penyaluran bantuan telah kalian atur dengan baik. Saya sangat bersyukur.

Kepada warga setempat yang turut memberikan dukungan, sampaikanlah rasa syukur saya. Yang paling saya harapkan ialah orang-orang ini dapat menjadi insan Tzu Chi di masa mendatang. Saat bersumbangsih bersama, kita hendaknya menginspirasi dan mengajak mereka untuk bergabung. Membina relawan Tzu Chi setempat sangatlah penting.

Kalian yang merupakan relawan dari Malaysia dan Singapura tidak mungkin selamanya berada di sana. Karena itulah, kita perlu menginspirasi warga setempat untuk bergabung dengan Tzu Chi. Dengan demikian, kelak Tzu Chi juga akan memiliki rumah di tanah kelahiran Buddha. Dibutuhkan partisipasi warga setempat agar Tzu Chi dapat selamanya ada di Nepal.

Jadi, saat ini, membimbing warga setempat sangatlah penting. Kita harus menenteramkan hati mereka dan berbagi dengan mereka tentang Tzu Chi agar mereka dapat selamanya berpegang pada semangat Tzu Chi. Ini sangatlah penting.


Saya juga bersyukur kepada para anggota Sangha yang sepenuh hati mendedikasikan diri di Nepal. Terlebih, saat melihat setiap orang melantunkan Sutra Makna Tanpa Batas, saya sangat terharu. Sulit untuk mendeskripsikan rasa haru saya.

Pada saat seperti ini, kita terjun ke tengah masyarakat dan membawa manfaat besar dengan semangat dari Sutra Makna Tanpa Batas. Saya harap kalian dapat senantiasa membawa salinan Sutra Makna Tanpa Batas. Bacalah begitu kalian memiliki waktu luang. Meski hanya membaca satu kalimat, itu pun tidak masalah.

Asalkan memiliki jalinan jodoh, begitu membaca isi Sutra, kalian dapat mengingatnya di dalam hati dan pikiran kalian. Kalian akan mengingat kalimat atau penggalan Sutra ini. Meski hanya satu kalimat, asalkan menyerapnya ke dalam hati, kalian pasti bisa mempraktikkannya saat berinteraksi dengan orang lain.

Kali ini, kalian pergi ke sana untuk menyalurkan bantuan bencana sekaligus menyebarkan Dharma sejati Buddha. Kembali ke tanah kelahiran Buddha merupakan harapan besar saya selama beberapa tahun ini. Saya berharap jiwa kebijaksanaan setiap orang dapat terus bertumbuh.

Usia kehidupan manusia terbatas dan setiap orang tak luput dari urusan duniawi. Namun, setiap kalimat dan penggalan dalam Sutra Makna Tanpa Batas merupakan santapan spiritual bagi jiwa kebijaksanaan kita. Terima kasih. Jagalah kesehatan kalian baik-baik. Terima kasih. Saya mendoakan kalian semua.

Memprioritaskan pemulihan rumah sakit dan sekolah
Memulihkan daerah bencana dengan program bantuan lewat pemberian upah
Menyerap ajaran Sutra ke dalam hati dan menyebarkan Dharma
Dharma sebagai santapan jiwa kebijaksanaan ada dalam kesadaran dan tindakan

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 07 September 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 09 September 2026
Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -