Ceramah Master Cheng Yen: Memupuk Kebajikan demi Manfaat Semua Makhluk

“Apa kabar, semuanya? Selalu menjaga hati layaknya melewati pergantian tahun. Semoga semuanya tenteram dan penuh berkah di tahun baru.”

“Terima kasih kepada Master yang telah memberi kami doa yang penuh cinta kasih. Mohon agar Master bertenang hati. Kami akan bersungguh-sungguh melestarikan lingkungan dan mengasihi Bumi. Kami juga ingin mendoakan semoga Master sehat selalu dan panjang umur.”

Kita telah melewati pergantian tahun. Suasana Tahun Baru penuh kedamaian dan kebahagiaan. Jika semua orang dapat menghimpun perbuatan baik, maka kebajikan ini akan membawa suasana harmonis. Suasana harmonis ini bermula dari manusia yang saling mendoakan dan mengucapkan selamat. Kita harus saling mendoakan.

Selain mendoakan, kita juga harus menciptakan berkah. Untuk menciptakan berkah, kita harus membangkitkan ketulusan di dalam hati. Ya, ketulusan sangatlah penting. Terlebih lagi, kita semua harus mulai untuk menyebarluaskan Dharma yang benar untuk membawa manfaat bagi semua makhluk.


Pandemi mengirimkan sinyal peringatan; perubahan iklim bertambah parah; menyosialisasikan vegetarisme dan pelestarian lingkungan tidaklah mudah. Namun, Tzu Ching akan berusaha. Mohon agar Kakek Guru tidak khawatir.

Tzu Ching Kuala Lumpur berikrar kepada Kakek Guru: menyosialisasikan vegetarisme, mengembangkan welas asih; berbuat baik, menciptakan berkah, membawa kehangatan cinta kasih; terjun ke kampus-kampus demi membawa manfaat bagi orang banyak; memikul "bakul beras" dan mempraktikkan Dharma. Kami berikrar untuk meneruskan pewarisan Dharma dan memikul tanggung jawab besar; tulus bervegetaris dan menyosialisasikan vegetarisme; menghimpun niat baik dan cinta kasih yang utuh; membawa manfaat bagi semua makhluk tanpa membeda-bedakan.

“Tahun 2021, biarlah cinta kasih berlanjut, dimulai dari diri sendiri. Setiap hari menjalankan pola hidup vegan, saya mau, saya mau. Senantiasa menyosialisasikan vegetarisme, saya akan melakukannya, saya akan melakukannya. Tekun dan bersemangat setiap detik, saya bisa, saya bisa. Baik sekali, sehat sekali, mudah sekali. Mohon agar Kakek Guru bertenang hati. Anak-anakmu akan menjalankan misi sosialisasi vegetarisme.”


Semoga di tahun 2021, pandemi berakhir dan semua orang dapat tersenyum kembali. Kami berikrar untuk melindungi kehidupan dan menyayangi Bumi. Sejak tahun lalu, saya berharap setiap orang mawas diri dan tulus. Terlebih saat ini, kita harus berdoa semoga pandemi cepat berlalu dan kita dapat terbebas dari masker serta dapat menghirup udara segar. Semoga pandemi ini dapat segera berlalu.

Untuk meredam pandemi ini, semua bergantung pada hati manusia. Kita harus selalu membangkitkan niat baik dan berbuat baik demi memupuk energi kebaikan dan keharmonisan. Dengan demikian, barulah kita dapat hidup tenteram. Jadi, saya sangat berharap suasana Tahun Baru ini terus kita pertahankan setiap hari.

Saya selalu berkata bahwa melewati setiap hari dengan sungguh-sungguh lebih penting daripada merayakan pergantian tahun. Kita harus selalu memiliki semangat Tahun Baru. Saat bertemu orang lain, kita dengan tulus mendoakan mereka seperti saat merayakan Tahun Baru. Saya berkata, "Semoga Andatenteram dan penuh berkah setiap hari."


Menjalani hari demi hari dengan baik jauh lebih penting daripada merayakan Tahun Baru. Jadi, dalam kehidupan kita setiap hari, pikiran kita tak boleh lepas dari niat baik. Kita harus berpikiran baik, bertutur kata baik, dan melakukan perbuatan baik.Saya berharap kita semua memiliki tiga kebaikan ini setiap hari.

Namun, manusia mudah terbawa tabiat buruk awam. Setelah tidak lagi berpantang atau mawas diri pada hari besar, manusia mulai kembali tersesat dan kembali pada kebiasaan lama. Mereka kembali pada belenggu perasaan cinta, sayang , benci, dan dendam. Manusia bersikap perhitungan antarsesama, bertutur kata buruk, dan berbuat jahat. Batin mereka kerap menyimpan rasa dendam atau benci.

Rasa dendam atau benci ini membuat manusia kembali pada perbuatan dan pikiran awam yang biasa. Perbuatan dan pikiran mereka sudah kembali mengikuti tabiat buruk yang biasa. Karena itu, manusia mudah tersesat dan melakukan berbagai kejahatan sehingga merusak keharmonisan dunia. Ini juga mudah memicu malapetaka bagi dunia.


Manusia berbuat jahat karena pikiran buruk terus terpupuk dalam batinnya. Semua ini menghasilkan karma yang didasari kebencian dan keburukan. Ini akan memengaruhi masyarakat dan alam. Dimulai dari perbuatan manusia, udara dan alam dapat kembali tercemar. Tatanan masyarakat juga akan kacau. Semua ini bermula dari pikiran manusia yang kembali pada tabiat awam yang sesuka hati.

"Saya mau melakukan ini." "Asalkan saya senang, tidak ada yang tidak boleh." Mereka tidak takut terhadap langit dan bumi, juga membawa kekacauan bagi masyarakat. Intinya, perayaan Tahun Baru Imlek terasa tenteram karena orang-orang menjaga perbuatan dan pikiran. Semua orang diingatkan bahwa saat merayakan Tahun Baru, kita harus bertutur kata baik.

Saat bertemu orang lain, kita memberi hormat dengan penuh tata krama. Karena itu, dalam suasana Tahun Baru Imlek, segalanya terasa lebih harmonis. Inilah semangat Tahun Baru Imlek. Kita melihat insan Tzu Chi juga selalu melakukan ini. Selain pada masa perayaan Tahun Baru Imlek, insan Tzu Chi menyebarkan Dharma sepanjang tahun dengan harapan dapat membawa manfaat bagi semua makhluk setiap hari. Inilah semangat yang harus kita miliki setiap hari.

Semua orang harus bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong untuk berbuat kebajikan. Setiap hari kita harus membangkitkan niat untuk melindungi dan mengasihi semua makhluk. Inilah yang perlu kita lakukan setiap hari.

Mengasihi dan melindungi semua makhluk demi meredam wabah
Meluruskan pikiran demi menghimpun keharmonisan
Setiap saat tidak lepas dari tiga kebaikan
Setiap hari memupuk kebajikan untuk membawa manfaat bagi semua makhluk

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 15 Februari 2021
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 17 Februari 2021
Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -