Ceramah Master Cheng Yen: Memutar Roda Dharma dengan Keterampilan Tangan dan Kebijaksanaan


Setiap hari saya duduk di sini, semua orang berharap saya memutar roda Dharma. Jika dipikirkan, setiap perahu begitu besar. Semuanya adalah perahu cinta kasih yang menyeberangkan semua makhluk. Jadi, setiap perahu sangatlah besar dan roda Dharma sangatlah berat. Ini tidak mungkin diputar oleh satu orang. Harus banyak orang bersama-sama menggerakkannya.

Bodhisatwa sekalian, saya sering berkata kepada diri sendiri bahwa saya sangat dipenuhi berkah. Dalam kehidupan ini, saya memulai sebersit niat untuk mendirikan Tzu Chi. Sebersit niat itu telah berjalan hingga saat ini dan 60 tahun telah berlalu. Enam puluh tahun yang lalu, praktik donasi 50 sen dimulai dari Taiwan untuk menyerukan cinta kasih.

Sebesar apa pun kekuatan cinta kasih seseorang, tetap tidak akan cukup untuk melakukan hal yang besar. Kita membutuhkan banyak orang karena makin banyak orang, makin besar pula kekuatannya. Terlebih lagi, jika banyak orang memiliki tekad yang sama, kekuatan cinta kasih dan ikrar akan menyatu dan membawa sukacita bagi semua orang. Anda berbuat baik, saya pun berbuat baik.

Hendaknya kita memiliki kesatuan hati untuk bersumbangsih bersama demi meringankan penderitaan di dunia. Dengan cinta kasih yang kita berikan, kita dapat melenyapkan penderitaan orang-orang. Berkat sebersit niat yang muncul 60 tahun yang lalu, kini ada Anda dan dia yang bersama-sama berbuat baik bagi dunia. Oleh karena adanya tekad yang sama, kita pun terus memikirkan berbagai cara untuk terus membawa bantuan dan menghargai semua sumber daya.


Potongan kain kecil atau sisa bahan pun bisa kita kumpulkan untuk dimanfaatkan kembali. Saat ini, kita bisa melihat barang-barang kerajinan tangan yang sangat indah ini. Benang-benang dirajut menjadi sepatu yang sangat indah dipandang dan membawa sukacita bagi siapa pun yang melihatnya. Barang-barang yang tampaknya tidak berguna dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai besar. Ini sangatlah indah.

Memasangkan satu sepatu dengan sebelahnya, dalam bahasa Mandarin terdengar sama dengan kata "harmonis". Cinta kasih dan kasih sayang yang kita miliki sangatlah berharga. Saya merasa sangat puas.

Belakangan ini, saya menginventarisasi kehidupan saya. Melihat para insan Tzu Chi kembali, baik yang duduk bersama di sini maupun yang terhubung dari tempat jauh melalui teknologi, saya merasa hati kita tetap terhubung menjadi satu. Hendaknya semuanya bersungguh hati. Tzu Chi adalah misi kita bersama. Misi ini selaras dengan tujuan utama Buddha datang ke dunia dan terjun ke tengah masyarakat.

Sudah lebih dari dua ribu tahun berlalu sejak Buddha hadir di dunia. Buddha juga memiliki batas usia kehidupan. Pada usia 80 tahun, Buddha mencapai nirvana. Namun, jiwa kebijaksanaan Beliau tetap ada di dunia. Beliau mungkin sudah terlahir dalam wujud lain dan hadir di tengah-tengah kita, entah itu Anda, dia, atau saya.

Sejak lebih dari dua ribu tahun yang lalu, dari kehidupan ke kehidupan, kita terus mendengarkan Dharma, membangkitkan tekad, terjun ke tengah masyarakat, dan membimbing semua makhluk. Hanya saja, zamannya yang tidak sama. Jadi, kita harus menyesuaikan diri dengan zaman dan memanfaatkan Dharma untuk membimbing orang lain. Apa yang disebut dengan Dharma? Ini juga adalah Dharma.


Kita mengumpulkan barang daur ulang, lalu mengolahnya dengan keterampilan kita menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang lain merasa sukacita saat melihatnya. Inilah yang disebut dengan Dharma. Dengan Dharma, kita mengubah sesuatu yang tidak berguna menjadi berguna. Dengan pikiran dan keterampilan, kita dapat mewujudkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang di dunia. Ini semua disebut dengan Dharma.

Dharma bukan hanya bisa kalian peroleh dari mendengar ceramah saya. Bukan begitu. Segala sesuatu mengandung Dharma. Selama Anda mengajar dengan sepenuh hati, orang lain akan mendengarkan Anda. Selama ada jalinan jodoh, mereka akan mendengar dan menerima apa yang Anda ajarkan. Jadi, hendaknya kita membangun tekad untuk bertutur kata baik dan melakukan hal baik. Semua ini demi membawa manfaat bagi banyak orang.

Saudara sekalian, setiap orang itu berguna. Kita harus menggunakan diri kita untuk membawa manfaat bagi orang lain. Semua orang bisa berbicara dan hendaknya mengucapkan kata-kata yang baik. Kata-kata yang baik dapat menyentuh hati, menenangkan emosi, dan membimbing orang lain menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi, setiap ucapan kita bisa menjadi sarana dalam menyebarkan Dharma. Tangan pun demikian. Selama ada tekad, tangan kita bisa menghasilkan karya yang bermanfaat.


Saudara sekalian, hendaknya kalian memanfaatkan waktu dengan baik. Jangan menyia-nyiakan waktu dengan tidak melakukan apa pun. Hendaknya kita lebih banyak bertutur kata baik, terjun ke tengah masyarakat, dan membimbing semua makhluk. Lebih banyaklah berbuat baik meski hanya kebaikan yang sederhana. Apa yang kita pikirkan akan memengaruhi pencapaian kita. Dengan seutas benang yang sama, jika dipikirkan dan diolah dengan cara berbeda, hasilnya pun akan berbeda. Ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kebijaksanaan dalam dirinya.

Kebijaksanaan itu dapat digunakan untuk mengajar. Tidak ada hal yang tidak berguna. Jadi, hendaknya semua orang tahu bahwa kehidupan kita sangat bernilai dan dapat dimanfaatkan. Hari ini, saya ingin memberi tahu semuanya bahwa tidak ada hal yang sia-sia, tidak ada barang yang tidak berguna, dan tidak ada kata-kata baik yang tidak bermanfaat. Jadi, hendaknya kita semua menggunakannya dengan baik. Hendaknya setiap orang bertutur kata baik, melakukan perbuatan baik, dan menjadi pribadi yang baik.

Perahu cinta kasih menyelamatkan semua makhluk dari lautan penderitaan
Melanjutkan ikrar untuk menumbuhkan cinta kasih dan keharmonisan
Membawa manfaat besar dengan keterampilan tangan dan Dharma
Meneruskan jiwa kebijaksanaan Buddha serta menyakini, menerima, dan mempraktikkan ajaran-Nya

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 30 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 01 April 2026
Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -