Ceramah Master Cheng Yen: Menabur Benih Berkah dan Meneruskan Praktik Kebajikan
Tzu Chi hampir berusia 60 tahun. Belakangan ini, saya berkata kepada para bhiksuni Griya Jing Si, "Saya telah lanjut usia. Kalian harus lebih bersungguh hati mendengar dan melihat. Berhubung saya telah melakukan hal yang benar selama bertahun-tahun ini, kalian harus terus mewariskannya."
Selain para bhiksuni Griya Jing Si yang mewariskan ajaran saya, juga dibutuhkan dukungan dari umat perumah tangga seperti kalian agar misi Tzu Chi dapat dijalankan hingga selamanya. Para insan Tzu Chi juga harus mewariskan semangat Tzu Chi dari generasi ke generasi. Dengan demikian, barulah Tzu Chi bisa terus diwariskan hingga masa yang tak terhingga.
Saya juga ingin mengingatkan kalian untuk mempererat jalinan jodoh di antara kita dan menggandeng tangan saya dengan erat. Kelak, ketika datang kembali, saya akan meneruskan misi dari tangan kalian. Jadi, kalian harus mengingat saya dan menggandeng tangan saya dengan erat.
Tahun ini, saya kembali berhimpun dengan kalian dalam acara Pemberkahan Akhir Tahun. Di dalam angpau kita, terdapat benih padi. Benih padi ini melambangkan berkah. Inilah cara saya menjalin jodoh baik dengan kalian dalam rangka Tahun Baru.
Bodhisatwa sekalian, cinta kasih harus diwariskan dari tahun ke tahun hingga selamanya. Tahun Baru Imlek hampir tiba, begitu pula dengan musim semi. Tahun Baru Masehi telah berlalu, Tahun Baru Imlek pun hampir tiba. Di musim semi, segala sesuatu bagaikan hidup kembali. Di bawah kerja keras semua orang, Tzu Chi pun akan makin berkembang.
Bodhisatwa sekalian, jangan melupakan misi Tzu Chi. Jalinan jodoh kita sebagai guru dan murid memiliki makna yang sangat dalam dan luas. Janganlah kalian melupakannya.

“Kami akan menggalakkan praktik celengan bambu di Yunlin dan Chiayi serta mewariskan misi Buddha dari generasi ke generasi. Kami akan menghimpun tetes demi tetes kebajikan hingga membentuk samudra dan meneladan Bodhisatwa Ksitigarbha yang berpegang teguh pada ikrar. Menjelang 60 tahun Tzu Chi, kami akan bersama-sama menggalang Bodhisatwa dunia.”
Terima kasih, Bodhisatwa sekalian. Ada begitu banyak orang yang penuh cinta kasih. Mereka memasukkan sekeping demi sekeping uang logam ke dalam celengan bambu. Tetesan air dapat membentuk sungai; butiran padi dapat memenuhi lumbung.
Lihatlah sebutir demi sebutir beras itu. Ada banyak orang yang menyisihkan segenggam beras setiap hari. Beras yang terhimpun telah membukit. Tumpukan beras ini dapat menolong banyak orang. Orang-orang yang menyisihkan segenggam beras ini merupakan orang kurang mampu. Benarkah orang yang kurang mampu tidak dapat menolong sesama? (Tidak.) Tidak.
Asalkan ada tekad dan ikrar, pasti ada kekuatan. Saat semua orang bersatu, kekuatan yang terhimpun pun sangat besar. Setiap bulan, jumlah beras yang terhimpun dapat digunakan untuk menolong ratusan orang. Jadi, janganlah kita meremehkan kebajikan kecil, lalu enggan melakukannya.

Tzu Chi juga bermula dari donasi 50 sen. Saat itu, saya mengimbau orang-orang untuk mendonasikan 50 sen setiap hari. Janganlah kita melupakan semangat pada saat itu. Mulai sekarang, ingatlah untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dahulu, kita menyisihkan 50 sen setiap hari. Kini, kita bisa menyisihkan 5 ataupun 3,3 dolar NT setiap hari untuk terus membantu orang yang membutuhkan.
Selain menjalankan praktik ini sendiri, kita hendaknya juga mewariskannya dalam keluarga masing-masing dan menjadikannya sebagai warisan keluarga. Kita harus mewariskannya. Inilah kebajikan. Kita hendaknya menganggap kebajikan sebagai permata dan mewariskannya kepada anak cucu kita. Demikianlah kita membina berkah dan kebijaksanaan sekaligus.
Kini, bagaimana kita menginspirasi anak kita berbuat baik? Dengan membagikan kisah Tzu Chi agar mereka tahu bahwa dengan akumulasi donasi kecil, Tzu Chi dapat menyalurkan bantuan ke berbagai negara. Di mana pun ada bencana dan penderitaan, Tzu Chi akan muncul untuk menyalurkan bantuan. Kalian harus memberi tahu anak-anak kalian. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Baik, terima kasih.
Hati kita bersyukur di tengah keheningan. Niat dan pikiran kita seharusnya telah menjangkau para Buddha dan Bodhisatwa. Semua orang memiliki harapan yang sama. Dengan tulus, kita berdoa semoga iklim bersahabat, negara damai, dunia bebas dari bencana, masyarakat tenteram, dan makin banyak orang yang bersumbangsih di tengah masyarakat dengan menapaki Jalan Bodhisatwa.


Setiap orang menjadi Bodhisatwa yang menciptakan berkah bagi dunia, inilah harapan terbesar dalam hidup saya. Kekuatan doa satu orang sangatlah kecil. Dibutuhkan banyak orang untuk berdoa dengan tulus. Prinsipnya sama dengan praktik celengan bambu.
Setiap hari, menyisihkan 50 sen ataupun 5 dolar NT bukanlah masalah. Yang penting, dijalankan dengan kesabaran, cinta kasih, dan ketulusan. Saat memasukkan uang ke dalam celengan bambu, kita membangkitkan niat baik yang sangat tulus. Jadi, kita menciptakan berkah bagi orang banyak dengan hati yang tulus.
Bodhisatwa sekalian, tadi kalian telah melihat saya memasukkan 50 sen ke dalam celengan bambu. Saat melakukannya, saya merasa batin saya seperti lahan kering yang dijatuhi tetesan air embun. Mari kita membasahi batin kita dengan tetesan air Dharma setiap hari agar benih Bodhi kita dapat terus bertumbuh menjadi pohon besar. Kita harus yakin bahwa tetesan air dapat membentuk sungai; butiran padi dapat memenuhi lumbung. Yang dikhawatirkan bukan kecilnya kekuatan cinta kasih, melainkan kita tidak bersedia bersumbangsih.
Bodhisatwa sekalian, hendaklah kita bersungguh hati membina cinta kasih serta mengembangkan berkah dan kebijaksanaan. Saya mendoakan semoga kalian dapat membina berkah dan kebijaksanaan setiap hari. Selamat Tahun Baru.
Selamanya mendengar, melihat, mempraktikkan, dan menjunjung Dharma
Menabur benih berkah dan mengembangkan misi Tzu Chi
Menjalankan praktik celengan bambu dan mengembangkan kebajikan
Tulus mendoakan ketenteraman dan tekun menggarap ladang batin
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 15 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 17 Januari 2026







Sitemap