Ceramah Master Cheng Yen: Menarik Kereta Lembu Putih agar Bergerak Maju

“Menyambut Tahun Baru, mengucapkan selamat. Meninggalkan yang lama, memulai yang baru, keberuntungan tiba. Batin pun memulai lembaran baru. Semoga suara Dharma yang menyucikan hati manusia dapat tersebar dengan cepat; masyarakat harmonis dan hutan Bodhi bertumbuh. Kami berikrar, di tahun yang baru lebih giat memikul misi, lebih cepat mewariskan silsilah Dharma, lebih banyak menumbuhkan jiwa kebijaksanaan. Kami akan senantiasa meyakini dan menjalankan ajaran Master demi merampungkan misi.”

Tekad dan ikrar dibangun dari lubuk hati. Tahun baru selalu membawa harapan. Semoga harapan setiap orang terwujud. Saya sendiri juga berharap semua orang segera terbebas dari masker. Dengan melepas masker, ucapan terdengar lebih jelas dan orang-orang lebih dapat memahaminya serta menyerapnya ke dalam batin. Kita dapat berbicara dari hati ke hati. Inilah harapan terbesar saya.

Semoga di tahun yang baru, setiap orang dapat saling berbicara dari hati ke hati dan pikiran setiap orang dipenuhi cinta kasih. "Memetik pelajaran besar demi manfaat semua makhluk."

 

Saat ini, sungguh sulit dikatakan kapan sesungguhnya pandemi ini akan mereda atau berakhir. Kondisi saat ini masih belum jelas. Jadi, hati saya masih sangat khawatir. Karena itu, setiap saat saya senantiasa berharap semua orang dapat bersatu hati untuk tulus berdoa semoga dunia senantiasa tenteram dan jauh dari pandemi, semua orang bebas dari masker dan dapat bertutur kata baik. Manusia juga hendaknya menghentikan pembunuhan dan mengendalikan nafsu akan cita rasa serta mengembangkan cinta kasih yang utuh di dalam hati.

Cinta kasih dalam hati setiap orang harus disatukan agar setiap orang dapat benar-benar tulus memetik pelajaran besar demi manfaat semua makhluk. Manusia hendaknya membangkitkan niat baik dan tulus bervegetaris. Inilah wujud dari ketulusan. Jadi, saya harap ini bukanlah slogan semata.

Kondisi kita di Taiwan relatif aman. Untuk itu, kita harus bersyukur. Kita harus bersyukur atas masa lalu. Kita telah melakukan hal yang benar di masa lalu sehingga kini kita bisa hidup tenteram. Kita juga harus bertekad dan berikrar untuk mempertahankan ketulusan kita. Dengan mempertahankan ketulusan ini, barulah segala sesuatu bisa berjalan sesuai harapan. Jika tidak bertekad dan berikrar, bagaimana kita bisa membawa kebaikan dan berkah?

Jika kita hanya berharap segala sesuatu berjalan lancar, tetapi tidak membangkitkan kebaikan di dalam hati dan tidak berusaha selaras dengan hukum alam, bagaimana segalanya bisa sesuai harapan? Jadi, dalam bersumbangsih, kita juga harus menjaga hati kita.

 

Dalam menjalankan berbagai aktivitas, kita harus membimbing orang-orang untuk membangkitkan niat baik dan berbuat baik. Saya percaya inilah yang disebut selaras dengan alam. Dengan demikian, barulah keharmonisan dunia akan terwujud dan umat manusia akan sehat dan bahagia.

Waktu terus berlalu. Kita semua harus memiliki arah yang sama. Terima kasih kepada para staf empat badan misi Tzu Chi, terutama para pimpinan yang terus berjalan di arah yang sama dan saling mendukung sehingga para staf kita dapat bersatu hati, harmonis, dan saling mengasihi.

Saat semua orang dapat bersatu hati, harmonis, dan saling mengasihi, semua orang dapat bergotong royong. Jika dapat bersatu hati, harmonis, dan saling mengasihi, kita akan dapat bergotong royong untuk menjalankan misi demi orang-orang yang menderita di dunia. Inilah kerja sama yang harmonis dalam misi amal.

Demikian pula, para staf badan misi kesehatan juga harus bekerja sama dengan harmonis. Kita harus terjun ke tengah masyarakat untuk menjaga kesehatan dan melindungi kehidupan dengan cinta kasih. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama yang harmonis. Saat melihat ada orang yang kekurangan dan sakit, misi kesehatan harus bekerja sama dengan misi amal.

 

Dalam misi amal, saat melihat lansia yang hidup sebatang kara dan mengalami disabilitas, kita harus memberinya pengobatan. Saat ini misi amal harus berpadu dengan misi kesehatan. Saat menemukan anak-anak yang mengalami kesulitan dalam biaya pendidikan, badan misi amal juga harus segera mencari cara agar anak ini dapat bersekolah di sekolah yang sesuai. Ini adalah perpaduan misi pendidikan dan amal.

Misi budaya humanis terlebih harus berpadu dengan tiga misi lainnya. Setiap orang harus memiliki semangat budaya humanis Tzu Chi. Budaya humanis Tzu Chi juga berlandaskan hati yang bajik. Melihat perkembangan misi kesehatan, kita juga harus melaporkannya dengan sungguh-sungguh. Melihat orang orang yang membutuhkan bantuan, kita juga harus memberitakannya dengan baik agar orang-orang tergerak dan berniat untuk membantu. Demikian pula misi pendidikan.

Misi pendidikan juga membutuhkan budaya humanis untuk membina tata krama yang baik, yang selaras dengan sifat hakiki manusia sehingga sifat hakiki yang bajik dalam hati ini terbangkitkan. Untuk membangkitkan sifat yang bajik ini, dibutuhkan bimbingan lewat misi budaya humanis. Jadi, misi-misi Tzu Chi di dunia ini sungguh mengandung pelajaran besar. Pelajaran besar ini dipraktikkan di tengah masyarakat demi mewujudkan masyarakat yang harmonis. Inilah ajaran yang dibagikan dari lubuk hati, bukan semata-mata slogan. Semua ini kita praktikkan selangkah demi selangkah.

 

“Semoga pandemi segera berlalu. Kita juga berharap semoga insan Tzu Chi dari seluruh dunia dapat kembali ke Griya Jing Si untuk mengunjungi Master,” kata Yan Bo-wen Ketua badan misi amal Tzu Chi.

“Semoga empat badan misi dapat bekerja sama dengan harmonis, memajukan empat misi Tzu Chi demi menyucikan hati manusia, mewujudkan masyarakat yang harmonis, dan mewujudkan dunia yang bebas dari bencana,” kata Wang Duan-zheng ketua badan misi budaya humanis Tzu Chi.

Ya, kita harus mewujudkan ketenteraman setiap hari. Kita semua harus berjalan ke arah ini. Jadi, kita harus memikul tanggung jawab untuk menarik "kereta lembu putih" dan membentangkan Jalan Bodhisatwa. Kita tidak boleh menyimpang sedikit pun. Inilah nilai budaya humanis kita. Kita menjalani kehidupan yang benar, bajik, dan indah. Di dalam dunia yang bajik ini,kita memiliki arah yang benar, bajik, dan indah.

Terima kasih kepada Bodhisatwa sekalian yang telah bersungguh hati memadukan empat misi di arah yang benar, bajik, dan indah. Terima kasih atas tim yang penuh cinta kasih ini. Terima kasih.

Mewujudkan kebenaran, kebajikan, dan keindahan di Jalan Bodhisatwa
Menarik "kereta lembu putih" agar bergerak maju
Bekerja sama dengan harmonis membawa manfaat bagi semua makhluk
Selaras dengan hukum alam mewujudkan keharmonisan

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 24 Februari 2021         
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 26 Februari 2021
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -