Ceramah Master Cheng Yen: Menciptakan Berkah Bersama dengan Kebajikan dan Cinta Kasih sebagai Permata
“Tahun lalu, Tainan terkena dampak dari bencana gempa bumi dan topan. Seperti yang orang-orang katakan, bencana akan berlalu, tetapi cinta kasih akan selalu ada. Cinta kasih ini berasal dari para relawan Tzu Chi. Sesuai arahan Master, seluruh relawan Tzu Chi berinisiatif untuk memperhatikan korban bencana,” kata Huang Wei-zhe, Wali Kota Tainan.
“Saya ingin melaporkan secara sederhana kepada Master dan para relawan Tzu Chi tentang 3 hal yang mengagumkan. Pertama, kalian langsung mencurahkan perhatian. Kedua, kalian membantu upaya perbaikan rumah warga, termasuk atap, dan mendirikan rumah prapabrikasi. Ketiga, bantuan kalian terus berlanjut,” lanjut Huang Wei-zhe.
“Kini, bencana telah berlalu dan media tak lagi memberitakannya. Namun, para relawan Tzu Chi tetap terus mencurahkan perhatian. Ini sangat menyentuh,” pungkas Huang Wei-zhe.
“Saya sangat berterima kasih kepada Tzu Chi yang tak hanya mengirimkan barang bantuan, tetapi juga terjun secara langsung. Yang terpenting, kalian selalu tersenyum. Jadi, selama beberapa waktu itu, para korban bencana bisa memperoleh kedamaian batin dan melihat harapan,” kata Guo Nai-wen, Kepala Departemen Kesejahteraan Sosial Tainan.
Saya bersyukur kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan para pejabat lainnya yang hadir di sini. Sungguh, tahun lalu, Tainan dilanda beberapa bencana, termasuk gempa bumi dan topan. Semua ini pernah terjadi dan telah berlalu. Kita menaruh harapan pada tahun ini. Di tahun baru ini, saya yakin bahwa masa depan akan makin cemerlang.

Suasana di Tainan selalu sangat sederhana. Saat berkunjung ke Tainan, Dalin, Chiayi, dan sekitarnya, saya mendengar para insan Tzu Chi dan warga setempat berbagi bahwa mereka sangat berpuas diri. Mereka berpuas diri karena pemerintah setempat peduli terhadap mereka. Jika ingin masyarakat damai dan tenteram, pemerintah dan masyarakat harus saling bekerja sama. Jika pemerintah peduli terhadap masyarakat dan masyarakat menunaikan kewajiban masing-masing, ini akan menjadi berkah bagi masyarakat.
Saat kondisi dunia internasional tidak stabil, Taiwan tetap aman dan tenteram. Ketenteraman ini bergantung pada manusia. Hendaklah setiap orang menunaikan tanggung jawab. Yang terpenting, kita harus memperhatikan satu sama lain. Kita sering membahas tentang pengelolaan SDM. Bagaimana cara mengelolanya? Dengan memperhatikan. Contohnya, Tzu Chi. Di Tzu Chi, urusan administrasi juga sangat banyak. Kita selalu mengawalinya dengan memperhatikan.
Saat ada negara yang dilanda bencana, ketua kita dan berbagai departemen akan memperhatikan perkembangan bencana tersebut. Pertama-tama, kita harus mencari tahu apakah relawan di sana aman dan selamat. Jika aman, kita akan mendorong mereka untuk memantau kondisi bencana dan mencari tahu kebutuhan korban bencana, lalu segera melaporkannya kepada kita.
Bumi ini sangatlah luas. Tzu Chi berpusat di Taiwan dan kita memperhatikan seluruh dunia. Untuk membawa manfaat bagi umat manusia, mulai sekarang, setiap orang harus mencurahkan cinta kasih. Jika ingin tenteram, kita harus mencurahkan cinta kasih. Hendaklah semua orang menunaikan kewajiban masing-masing dan menghormati satu sama lain. Inilah permata Taiwan. Saya selalu berkata bahwa Taiwan tidak memiliki permata apa pun selain kebajikan dan cinta kasih.

Tahun lalu, Guangfu, Hualien juga dilanda banjir besar. Semua orang berinisiatif untuk bersumbangsih. Orang yang menjangkau daerah bencana untuk membantu mencapai 500 ribu orang. Betapa antusiasnya orang-orang berbuat baik. Semua orang datang dengan membawa peralatan sendiri. Mereka datang diam-diam, bersumbangsih diam-diam, dan pulang diam-diam. Melihat keharmonisan mereka, saya sangat tersentuh dan kagum.
Taiwan tidak memiliki permata apa pun selain kebajikan dan cinta kasih. Inilah berkah sesungguhnya bagi Taiwan. Semoga warga Taiwan selalu menjaga keselarasan pikiran. Jika pikiran manusia selaras, alam pun akan selaras. Jadi, hendaklah kita memotivasi satu sama lain. Warga kita juga sangat membutuhkan motivasi dan doa dari pemerintah. Saya sangat bersyukur pada kalian.
“Terima kasih, Master. Saya tersentuh sampai sulit untuk berbicara. Saya sangat berterima kasih kepada Tzu Chi yang segera menenangkan hati korban bencana begitu bencana terjadi. Saat terjadi gempa bumi ataupun topan, warga sangat ketakutan. Pukul 5 pagi, Tzu Chi sudah menyiapkan sarapan bagi warga. Karena itu, saya sangat berterima kasih,” kata Jiang Lin-huang, Wakil wali Kota Tainan.
“Selain itu, Tzu Chi juga memperbaiki rumah warga sehingga mereka dapat menempatinya dengan tenang. Terima kasih banyak. Semangat Tzu Chi adalah semangat yang seharusnya kami pelajari. Saya sangat berterima kasih kepada Master yang memimpin Tzu Chi untuk membawa kedamaian bagi masyarakat. Terima kasih banyak, Master,” pungkas Jiang Lin-huang.
Selain bersyukur kepada insan Tzu Chi, kalian hendaknya juga mendoakan mereka. Tzu Chi bisa bersumbangsih di komunitas seperti ini karena memiliki banyak relawan. Setiap jalan yang dijangkau oleh insan Tzu Chi terlihat lebih bersih dan terasa lebih harmonis.


Kini, insan Tzu Chi terus menggalang "Toko Cinta Kasih". Di setiap toko di sepanjang jalan, kita menaruh celengan bambu. Dengan demikian, setiap toko di sepanjang jalan itu merupakan Toko Cinta Kasih yang penuh dengan cinta kasih. Insan Tzu Chi selalu memotivasi para pemilik toko, "Sebagai Toko Cinta Kasih, toko Anda akan penuh dengan cinta kasih."
Di setiap toko terdapat satu celengan bambu dan pemilik toko bisa berkata pada pelanggan mereka, "Jika Anda bersedia, uang kembalian Anda dapat dimasukkan ke dalam celengan bambu ini untuk menolong yang membutuhkan di seluruh dunia."
Dahulu, ada orang yang berkata, "Tzu Chi hanya memberikan bantuan ke luar negeri, tidak memberikan bantuan di Taiwan." Mendengar ucapan demikian, saya berkata, "Jangan berkata bahwa Taiwan membutuhkan bantuan. Dapat menyalurkan bantuan ke luar negeri, Taiwan sungguh dipenuhi berkah. Jangan menjadi orang yang membutuhkan bantuan." Jika warga Taiwan penuh dengan cinta kasih, saat bencana terjadi, pasti ada orang baik yang bergerak untuk membantu. Demikianlah Taiwan yang sehat.
Saya sangat bersyukur kepada wali kota Tainan dan para pejabat lainnya yang telah bekerja sama dengan harmonis. Jika ini bisa dipertahankan, Tainan akan terus berkembang dan penuh dengan semangat budaya humanis. Saya mendoakan kalian. Terima kasih.
Warga Taiwan kaya akan cinta kasih
Insan Tzu Chi segera bergerak untuk menolong para korban bencana
Mempraktikkan kebajikan bersama dan menciptakan berkah tanpa batas
Menunjukkan semangat budaya humanis lewat kerja sama yang harmonis
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 21 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 23 Januari 2026







Sitemap