Ceramah Master Cheng Yen: Menciptakan Siklus Kebajikan dengan Melatih Diri dan Membimbing Sesama


“Celengan bambu memberi saya makin banyak topik untuk memperkenalkan Tzu Chi kepada pelanggan saya. Berhubung saya membuka apotek, sebagian besar pelanggan saya adalah orang yang tidak nyaman secara fisik dan batin serta tidak bisa tidur nyenyak. Saya mengajak mereka untuk menyisihkan uang ke dalam celengan bambu sebagai wujud doa bagi diri sendiri dan orang-orang yang menderita di dunia ini. Pada saat seperti itu, mereka selalu sangat terharu. Saya yakin bahwa niat baik mereka juga terbangkitkan,”
kata Zhou Pei-chen, relawan Tzu Chi.

“Selain itu, juga ada banyak penyuplai yang terinspirasi oleh kami. Mereka juga bersedia menyumbangkan produk mereka dan memasukkan semua hasil penjualan produk itu ke dalam celengan bambu. Kemudian, berhubung mulai mengikuti pelatihan relawan, saya juga mengikuti para relawan lain terjun ke jalan untuk menggalang Toko Cinta Kasih. Ada banyak orang yang harus menjaga toko seperti saya sehingga tidak bisa keluar untuk menjalankan Tzu Chi. Karena itu, saya berbagi pengalaman dengan mereka,” pungkas Zhou Pei-chen.

“Saat menghadiri pertemuan Toko Cinta kasih wilayah utara, saya mendengar seorang relawan dari wilayah lain yang berkata bahwa dia akan menggalang seribu toko. Saya berkata, ‘Jika target Anda ialah seribu toko, target saya ialah lima ratus toko.’ Saya memberi tahu ketua Heqi kami dan beliau memberi saya sebuah kantong sepatu dengan angka 584 (terdengar seperti ‘saya bersumpah’). Ketua Heqi kami berkata, ‘Anda telah bersumpah. Karena itu, Anda harus menjalankannya’,” kata Hong Zhang Chun-xia, relawan Tzu Chi.

“Pada bulan Mei tahun lalu, saya telah menggalang 500 Toko Cinta Kasih. Namun, Master pernah berkata bahwa orang baik yang tak terhingga akan menciptakan berkah yang tak terhingga. Karena itu, tim kami akan terus bekerja keras,” pungkas Hong Zhang Chun-xia.

“Kakek Guru, hati saya tidak berubah. Anak Anda telah kembali. Saya adalah generasi kedua Tzu Chi. Saya pernah mengikuti kelas anak Tzu Chi dan bersekolah di SMA Tzu Chi Hualien. Semangat budaya humanis di sekolah menjadi nutrisi penting dalam pertumbuhan saya. Setelah lulus, saya bergabung menjadi anggota Tzu Ching. Master berkata, ‘Mudah untuk mengajak orang berbuat baik, tetapi sulit untuk mengajak orang bervegetaris’,” kata Liu Yan-xi, pemilik restoran.

“Hingga kini, saya telah membuka restoran vegetaris selama hampir 8,5 tahun. Lewat makanan, saya menyebarkan konsep melindungi kehidupan, pelestarian lingkungan, dan pola hidup sehat. Kami juga tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dan menerapkan semangat Tzu Chi dalam keseharian,” lanjut Liu Yan-xi.

“Dalam mempromosikan semangat celengan bambu, saya merasa bahwa asalkan kita melakukannya dengan tulus, orang-orang pasti akan tersentuh. Kakek Guru, mohon tenang. Hati Buddha dan tekad Guru sudah ada di dalam hati saya,” pungkas Liu Yan-xi.

Sungguh, hati anak-anak tidak berubah. Sejak lulus dari SMA Tzu Chi hingga sekarang, kamu masih mengingatnya. Baik. Jangan pernah berubah.

“Tzu Chi hampir berusia 60 tahun. Kami akan terus menggalang hati, cinta kasih, dan relawan. Jangan lupakan tekad awal masa celengan bambu dan teruslah melangkah untuk membawa kembali murid Master.”


Segera bantu saya membawa mereka kembali. Seperti yang dikatakan tadi, "Hati anak-anak tidak berubah." Setiap kali mendengar kalimat ini, saya sangat tersentuh karena ada anak yang kembali lagi. Kini, juga ada banyak pengusaha yang kembali dan berkata, "Master, hati kami tidak berubah. Kami adalah alumni Tzu Ching."

Asosiasi Tzu Ching sudah berdiri sangat lama. Sekitar 30 hingga 40 tahun lalu, saya sudah mendirikan Asosiasi Tzu Ching. Saat itu, saya juga mendirikan Asosiasi Guru Tzu Chi. Kini, jika anggota Asosiasi Guru Tzu Chi kembali ke Griya Jing Si, saya akan meminta mereka untuk berbagi pengalaman. Saya berkata, "Kalian harus berbagi pengalaman. Saya telah lanjut usia dan tidak tahu berapa sisa waktu saya. Renungkanlah kembali pengalaman kalian dahulu dan catat kisahnya satu per satu."

Setiap orang dan setiap tim hendaknya mencatatnya dengan baik. Bagaimana kalian menjalankan Tzu Chi di tengah masyarakat seiring perkembangan zaman? Bagaimana kalian bergabung? Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian menginspirasi orang lain? Inilah yang terpenting. Tujuan kita bukanlah uang. Di mana pun orang membutuhkan, asalkan ada jalinan jodoh, kita hendaknya segera bersumbangsih. Ini disebut menciptakan berkah. Karena itulah, Taiwan dipenuhi berkah.


Selama puluhan tahun ini, asalkan mendengar bahwa ada negara yang membutuhkan, kita akan berusaha untuk mengirimkan barang bantuan. Belakangan ini, ada berbagai negara yang membutuhkan. Saya sangat khawatir dan ingin mengirimkan barang bantuan ke sana, tetapi karena peperangan, barang bantuan dari luar tidak bisa masuk. Sungguh sangat sulit.

Barang bantuan saja tidak bisa dikirimkan ke sana. Ini membuat saya sangat khawatir. Jadi, selama 60 tahun ini, setiap hari ada hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, kita bisa melihat kesungguhan hati dan cinta kasih semua orang. Yang terpenting, semua orang bekerja sama dengan harmonis. Sungguh, semua orang harus bersatu hati, saling mengasihi, dan bergotong royong.

Tzu Chi adalah organisasi besar. Dalam organisasi besar ini, setiap orang hendaknya melatih diri dengan baik. Dalam aktivitas sehari-hari, hendaklah kalian selalu bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong. Lihatlah tali-tali untaian bacang ini. Semua orang harus bersatu seperti ini.

Dalam kunjungan kali ini, saya melihat untaian bacang. Setiap butir bacang sangatlah padat. Saat mengikat bacang, kita harus mengikatnya dengan erat. Dengan daun bambu, kita bersungguh hati membungkus beras dan isinya, lalu mengikatnya erat-erat dengan tali. Saat mengangkat untaian bacang, kita bisa melihat bacang yang diikat dengan rapi. Inilah yang saya lihat. Kalian sangat bersungguh hati, tekun, dan bersemangat.


Saya paling sukacita mendengar kalian berbagi kisah. Topik hari ini sangatlah istimewa. Saya mendengar tentang Toko Cinta Kasih. Program Toko Cinta Kasih ini bukan berawal dari saya. Pertama kali mendengarnya, saya berpikir, "Sejak kapan ada Toko Cinta Kasih?" Saya juga berpikir, "Bagaimana relawan kita menggalang Toko Cinta Kasih?"

Saya sangat memperhatikan program ini dan kalian melakukannya dengan sangat baik. Program ini telah membangkitkan cinta kasih banyak orang. Jika sebuah toko bergabung menjadi Toko Cinta Kasih, berarti ada cinta kasih di toko tersebut. Jika pemilik toko mengizinkan kita untuk menaruh celengan bambu di tokonya, itu menandakan bahwa mereka bersedia berbuat baik. Ini saja sudah mendatangkan berkah. Jadi, ada celengan cinta kasih di Toko Cinta Kasih.

Cinta kasih adalah berkah. Di toko yang ada cinta kasih, pasti ada berkah. Jika pemilik toko memiliki kelapangan hati, tokonya akan dipenuhi berkah. Menyediakan ruang untuk menaruh celengan bambu menunjukkan kelapangan hati mereka. Jika tidak, mereka akan berkata, "Sudah tidak ada ruang untuk celengan bambu." Jadi, menerima celengan bambu di toko menunjukkan kelapangan hati para pemilik toko. Mereka bersedia menyediakan ruang untuk menaruh celengan bambu. Kelapangan hati mendatangkan berkah.

Selain itu, jika pemilik toko bertanya untuk apa celengan bambu itu, kita harus segera menjelaskan bahwa Tzu Chi menghimpun tetes demi tetes donasi untuk menolong lebih banyak orang. Kita hendaknya juga berkata, "Saksikanlah Da Ai TV agar kalian bisa melihat bagaimana Tzu Chi bersumbangsih di seluruh dunia." "Inilah berkah bagi Taiwan."

Hendaklah kita lebih banyak bertutur kata baik dan lebih banyak berbuat baik. Jika kita memberikan keteladanan seperti ini, setiap orang akan penuh cinta kasih. Jadi, cinta kasih adalah berkah. Berkah akan membawa ketenteraman bagi Taiwan.

Ingatlah awal mula berdirinya Tzu Chi dan pertahankan tekad awal
Melatih diri dan menggalang cinta kasih untuk menciptakan siklus kebajikan
Mewariskan silsilah Dharma dan semangat untaian bacang
Ketenteraman adalah berkah bagi semua makhluk

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 10 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 12 Januari 2026
Dengan keyakinan yang benar, perjalanan hidup seseorang tidak akan menyimpang.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -