Ceramah Master Cheng Yen: Menciptakan Tanah Suci dan Mewujudkan Kedamaian Dunia
“Master, kami akan terus menggali sumur. Mohon Master tenang.”
“Sumbangsih kami di pos penyedia makanan tak akan berhenti.”
“Master, ini adalah ruang bersalin di Zimbabwe.”
“Master, di sini disediakan pelayanan ginekologi dan obstetri.”
“Di masa mendatang, kami akan menyambut banyak kehidupan baru.”
“Kami akan menjaga banyak perempuan.”
“Terima kasih, Master.”
“Master yang terkasih, kami adalah partner Kakak Chu. Kami akan mengikuti langkah Master. Murid-murid Master di Zimbabwe akan selalu ada. Mohon Master tenang.”
“Mohon Master tenang. Kami akan mengikuti langkah Kakak Chu serta terus melangkah maju untuk bersumbangsih dan menjalankan Tzu Chi,” kata Li Zhao-qin, relawan Tzu Chi Zimbabwe.
“Master, kami akan selalu ada. Kami akan mendukung Ibu. Mohon Master tenang,” kata Zhu Guan-yu Putra Li Zhao-qin.
Relawan Chu telah menginspirasi banyak relawan. Saya sungguh sangat bersyukur. Zhao-qin, bimbinglah relawan setempat dengan baik. Relawan Chu telah membangun fondasi yang sangat kokoh. Kamu harus mempertahankan semangatnya dan membimbing putra kalian dengan baik agar dia dapat mewarisi semangat dan filosofi ayahnya. Karier dan misi tidaklah bertentangan. Kalian menjalankan misi untuk menciptakan berkah bagi masyarakat. Kalian juga bisa mengembangkan karier untuk membawa manfaat bagi dunia.


Saya sangat bersyukur melihat seluruh keluarga kalian begitu mendukung Relawan Chu. Relawan Chu telah menyelesaikan perjalanan hidup ini dan mewariskan semangatnya secara utuh pada kalian. Dia mungkin telah meneruskan jalinan jodohnya dan kembali ke dunia ini. Saya yakin bahwa dia terlahir dalam keluarga yang sangat menyukai dan menyayanginya. Dia akan segera kembali untuk mengemban misi Tzu Chi. Namun, kita harus terlebih dahulu menerima tongkat estafet darinya.
Dia telah berikrar untuk mendedikasikan diri di Zimbabwe selama lima kehidupan. Berhubung tekad dan ikrarnya sangat teguh, saya yakin bahwa dia telah kembali. Jadi, Zhao-qin, saya harap kamu dan anakmu dapat memahami tekad dan ikrarnya. Saya mendoakannya, juga mendoakan kalian. Semoga para Bodhisatwa di Zimbabwe dapat terus bersumbangsih dengan kekuatan cinta kasih.
“Ini adalah tali untaian bacang para relawan Afrika Selatan. Kami akan mengikuti langkah Master dari kehidupan ke kehidupan,” Pan Ming-shui, relawan Tzu Chi Afrika Selatan.
“Seluruh murid Jing Si Afrika Selatan akan terus melangkah maju di Jalan Bodhisatwa.”
Asalkan memiliki tekad, kita pasti bisa bersama-sama menarik tali ini dari kehidupan ke kehidupan. Dengan demikian, kita tidak akan terpisah di Jalan Bodhisatwa. Kita akan selalu bergandengan dengan erat.
“Master yang terhormat dan terkasih, saya membuat dua hadiah ini untuk Master. Selamat ulang tahun,” kata Chen Bao-lian, relawan Tzu Chi Filipina yang berusia 91 tahun.
Sungguh sangat indah. Berkah dan kebijaksanaan. Saya mendoakanmu.
“Terima kasih,” pungkas Chen Bao-lian.
Kamu sangat sehat. Jagalah kesehatanmu baik-baik.


“Master, ini adalah kue yang dibuat oleh guru dan murid di kelas memanggang. Master bisa melihat bagian tengah ini. Master mengajari kami untuk menapaki Jalan Bodhisatwa yang lapang dan lurus ini. Master juga mengajari kami untuk ‘belajar’ hingga ‘tersadarkan’. Buku bersampul biru ini adalah Sutra Makna Tanpa Batas yang diajarkan Master. Buku ini sebagai simbol ‘belajar’. Untuk simbol ‘sadar’, mereka menggunakan teratai ini. Selain itu, juga ada bendera Tzu Chi,” kata Denise Tsai, relawan Tzu Chi Mozambik.
“Para relawan juga mengingat kaki kecil yang ada di meja Master. Artinya, kami akan membina berkah dan kebijaksanaan di jalan ini. Master, ada sebuah paket kami yang dikirimkan ke Griya Jing Si untuk Master,” pungkas Denise Tsai.
Saya akan memberikan ceramah asalkan ada murid saya yang tekun mendengarkannya, di mana pun mereka berada. Saya memberikan ceramah setiap hari. Saya harap orang-orang di dunia yang luas ini dapat memahami ceramah saya meski memiliki perbedaan kewarganegaraan dan bahasa. Saya harap Jalan Bodhisatwa di dunia dapat dipraktikkan oleh setiap orang. Ini juga merupakan tujuan utama Buddha datang ke dunia.
Ajaran Buddha terus diwariskan dari kehidupan ke kehidupan dan dari tahun ke tahun. Hingga kini, ajaran Buddha telah diwariskan lebih dari dua ribu tahun. Dari zaman Buddha Sakyamuni hingga sekarang, ajaran-Nya masih terus diwariskan. Meski demikian, ia mungkin ada batas waktunya. Bagaimanapun, kini kita harus menggenggam Dharma sejati ini. Setelah menerima ajaran Buddha, kita akan selalu berpikir untuk mempraktikkan kebenaran, mengembangkan kebijaksanaan, dan menciptakan berkah bagi dunia. Inilah tujuan Buddha datang ke dunia.


Saat ini, kita harus bekerja keras. Kita semua berharap dunia bisa damai dan tenteram. Untuk itu, orang-orang harus berbuat baik. Orang yang baik tentu akan berbuat baik setiap hari. Jika semua orang berbuat baik, masyarakat akan selalu damai. Yang paling mengkhawatirkan ialah pikiran manusia bergejolak. Saat pikiran bergejolak, mudah timbul ketidakharmonisan antarmanusia sehingga masyarakat dan dunia ini penuh dengan konflik dan kegelapan batin.
Orang-orang bertikai satu sama lain, ini menunjukkan bahwa kegelapan batin terus meningkat berkali-kali lipat. Orang yang baik terus berkurang, sedangkan orang yang diliputi kegelapan batin dan menciptakan karma buruk terus bertambah. Masyarakat yang penuh keburukan akan memicu ketidakstabilan di dunia ini. Karena itu, kita harus waspada dan senantiasa menjaga pikiran dengan baik. Saat jiwa dan raga setiap orang selaras, barulah kedamaian di dunia ini bisa dipertahankan dalam waktu yang lebih lama.
Saya sungguh sangat bersyukur. Jika mendengar Dharma dan mempraktikkannya setiap hari, kita akan dipenuhi sukacita Dharma setiap hari serta terbebas dari noda batin, kegelapan batin, dan kerisauan. Kita pun bagaikan hidup di tanah suci setiap hari. Kita harus menyucikan dunia ini. Dunia ini juga bisa menjadi tanah suci asalkan semua orang memiliki kesatuan hati. Terima kasih.
Harap semua orang mengingat semangat bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong hari ini. Setiap hari, kondisi batin kita haruslah benar, bajik, dan indah. Apa yang kita katakan, itulah hendaknya yang kita jalankan.
Melenyapkan penderitaan dengan ikrar yang teguh
Memikul tanggung jawab dan mengikuti langkah Master dengan erat
Meneruskan silsilah Dharma dan mempraktikkan Jalan Kebenaran
Menciptakan tanah suci dan mewujudkan kedamaian dunia
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 13 Mei 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 15 Mei 2026







Sitemap