Ceramah Master Cheng Yen: Menebarkan Cinta Kasih melalui Kemurahan Hati Tenaga Medis


“TIMA Malaysia berdiri pada tanggal 23 Agustus 2001. Jika kita menelusuri kembali jalinan jodoh saat itu, kondisi perekonomian Malaysia masih sangat tertinggal dan kehidupan masyarakat sangat sulit. Sebanyak 80 persen pasien gagal ginjal meninggal dunia karena tidak mampu menanggung biaya cuci darah yang mahal. Terlebih lagi, dari pendataan kasus misi amal, kami menemukan cukup banyak keluarga yang datang mencari bantuan biaya karena ada anggota keluarga yang menderita penyakit ginjal dan membutuhkan cuci darah,” kata Zhuang Wan-jia, Wakil ketua Tzu Chi Kedah, Malaysia.

“Melihat kondisi tersebut, ketua Kantor Cabang Tzu Chi Penang, Kakak Guo Ji-hang, tergerak oleh welas asihnya untuk mendirikan pusat cuci darah yang memberikan pelayanan gratis demi membantu mereka yang kesulitan,” pungkas Zhuang Wan-jia.

“Ketika bergabung dengan TIMA dalam pelayanan komunitas dan misi amal, saya menyadari bahwa Tzu Chi bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh satu orang saja. Sebuah kasus memerlukan uluran tangan banyak orang agar dapat tertangani dengan baik. Ketika orang yang kesulitan tidak bisa keluar, kita yang lebih beruntung harus menjangkau mereka,” kata Ye Jin-yan, Perawat kesehatan masyarakat Tzu Chi Malaysia.

“Kami akan menjadikan hati Buddha dan tekad Guru sebagai arah dalam kehidupan, menjadikan budaya humanis dalam pelayanan medis sebagai misi, tetap berpegang teguh pada tekad awal, dan tidak akan pernah mundur. Kami mohon Master untuk tidak khawatir.”

Terima kasih. Semua ucapan kalian telah saya ingat di dalam hati. Bukan hanya untuk saat ini, melainkan kehidupan ke kehidupan. Teruslah mengingat dan mengikuti jejak saya setiap saat. Simpanlah saya di dalam hati kalian. Saya berharap dalam kehidupan mendatang, saya masih dapat terjun ke tengah masyarakat. Saya membutuhkan banyak orang untuk berjalan bersama dan bersumbangsih bagi dunia. Apakah kalian bersedia? (Bersedia.) Baik. Terima kasih. Inilah persembahan terbesar bagi saya.


Saya berterima kasih dan mendoakan kalian semua. (Terima kasih, Master.) Bawalah doa ini kembali ke Malaysia atas nama saya. Sampaikan kepada semua orang baik bahwa saya berharap setiap orang dapat menghimpun tetes demi tetes cinta kasih. Dengan begitu, barulah kita benar-benar dapat mewujudkan cinta kasih agung. Terima kasih. Saya mendoakan kalian. (Terima kasih, Master.)

Saya merasa sangat bersukacita dan bersyukur. Para tenaga medis yang hadir di sini semuanya adalah Bodhisatwa Agung. Apa pun agama kalian, baik Kristen Katolik maupun Protestan, kalian semua adalah malaikat. Sebutan yang kalian gunakan ialah "malaikat", sedangkan kami menyebutnya sebagai "suciwan". Suciwan yang dimaksud ialah Bodhisatwa Avalokitesvara. Jadi, kalian semua adalah insan yang penuh cinta kasih.

Di Tzu Chi, orang-orang dari agama apa pun ada. Semuanya membuka hati dan menghadapi penderitaan manusia dengan ketulusan. Semua orang di sekitar kita yang memiliki cinta kasih juga bersatu dengan tulus. Kita saling memperlakukan seperti saudara sendiri. Hubungan kita semua begitu dekat. Kekuatan cinta kasih sungguh tak terbayangkan.

Sesungguhnya, sepanjang hidup ini, saya belum pernah pergi ke luar negeri. Saat ini, usia saya sudah lanjut dan tidak ada kesempatan untuk bepergian. Namun, kalian masih bisa sering kembali ke sini. Hal yang paling penting ialah kita memiliki kesatuan hati dan kekuatan cinta kasih. Sistem medis merupakan kekuatan terbesar di masyarakat karena penderitaan terbesar dalam kehidupan ialah penyakit. Hanya dokter dan perawat yang dapat meringankan penderitaan tersebut. Jadi, saya memandang dokter sebagai Tabib Agung, yaitu Buddha hidup. Sementara itu, perawat saya ibaratkan sebagai Bodhisatwa Avalokitesvara.


Buddha dan Bodhisatwa Avalokitesvara memiliki cinta kasih yang tidak terbatas. Jadi, ketika melihat para dokter dan perawat, saya memandang mereka seperti Buddha hidup dan Bodhisatwa. Saya merasa sangat bersyukur. Ketika kalian kembali ke sini, saya merasakan kedekatan; ketika pulang nanti, bawalah cinta kasih bersama kalian.

Wakili saya untuk menyampaikan cinta kasih dan kerinduan saya terhadap semua insan Tzu Chi. Saya selalu memikirkan para murid yang jauh. Saya yakin meski mereka berada di tempat yang jauh, jalinan kasih sayang antara Tzu Chi dan mereka tetap terjalin erat.

Ketika kalian membagikan pengalaman di sini, mereka yang berada di negara asal kalian juga dapat mendengarnya. Dengan kemajuan teknologi saat ini, apa yang kita bicarakan di sini dapat terdengar dengan jelas oleh mereka yang di sana. Ketika kita bernyanyi di sini, mereka di sana pun ikut bernyanyi mengikuti irama. Jadi, teknologi masa kini telah membuktikan kembali ajaran Buddha pada lebih dari 2 ribu tahun lalu.

Pada zaman Buddha, hanya dengan satu suara, ajaran-Nya dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia sehingga semua orang dapat mendengar suara-Nya. Saat ini, kita berada di sini dengan bantuan teknologi sehingga suara kita dapat tersebar ke seluruh dunia. Saya percaya bahwa saat ini, tayangan kalian juga dapat dilihat dan didengar oleh insan Tzu Chi di seluruh dunia. Jadi, hendaknya kita menghargai kemajuan teknologi dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Dengan cinta kasih dan melalui perkataan, setelah pulang, kalian juga dapat berbagi kepada semua orang tentang pemandangan di Taiwan dan harapan Master. Setiap orang harus mewujudkan nilai cinta kasih di dalam kehidupan. Wakili saya untuk menyampaikan doa kepada semua orang. Jangan lupa sampaikan kepada mereka bahwa saya selalu mendoakan insan Tzu Chi di seluruh dunia. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Baik.


Hendaknya semuanya tekun dan bersemangat. Seperti sepatu bayi yang kalian buat. Meski terbuat dari bahan daur ulang yang dilipat dan dianyam, saya akan sangat menghargainya. Sebab, di baliknya ada kesungguhan hati dan cinta kasih. Dengan tangan yang terampil, semuanya dibuat dengan kesungguhan hati. Kesungguhan hati ini sangatlah bernilai.

Biji saga disusun menjadi angka 60. Di dalam kotak juga terdapat kantong dan kartu. Saya akan sangat menghargainya dan menggunakannya untuk menjalin jodoh dengan para insan Tzu Chi. Saya akan menyampaikan bahwa ini adalah wujud ketulusan dari Bodhisatwa Malaysia yang selalu bersama dengan saya. Saya berterima kasih kepada kalian. Semua ini sangatlah berharga.

Saya sangat senang melihat kalian kembali. Ini adalah hal yang paling membahagiakan bagi saya. Saya berharap di negara asal kalian, kekuatan cinta kasih dapat menghimpun makin banyak orang dan kekuatan yang makin besar. Dengan begitu, kita dapat memperluas jaringan relawan medis kita. Berkat adanya kalian, kita dapat merawat orang-orang yang memiliki jalinan jodoh dengan kita.

Jadi, kita harus terus memperluas pelayanan kita agar dapat membantu makin banyak orang. Inilah kekuatan cinta kasih Tzu Chi. Kita tidak boleh menghentikan langkah cinta kasih ini. Saya mendoakan semuanya dengan penuh ketulusan. Terima kasih.

Menghormati Master melalui persembahan yang tulus
Kemurahan hati tenaga medis dapat melenyapkan penderitaan
Menyebarkan Dharma yang ajaib melalui satu suara
Menggalang Bodhisatwa dan menebarkan cinta kasih

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 04 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 06 Oktober 2026
Dengan keyakinan, keuletan, dan keberanian, tidak ada yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -