Ceramah Master Cheng Yen: Menenangkan Jiwa dan Raga serta Menciptakan Jalinan Jodoh Berkah
“Master sangat memperhatikan keselamatan para murid di rumah masing-masing. Para relawan Beigang pun mengunjungi A-tian untuk mencurahkan perhatian dan mengerjakan proyek peningkatan keamanan rumah dengan memasang pegangan tangan dan fasilitas penerangan. Saat itu, Kakak Gao Jin-feng melihat keterampilan A-tian dalam seni ukir kayu dan mengusulkan agar beliau mengukir sebuah ‘Kereta Lembu Putih’,” kata Cai Yi-da, relawan Tzu Chi.
“A-tian tidak memakai kayu baru, melainkan sisa potongan dan serpihan kayu dari orang lain. Dia mengubah limbah menjadi sesuatu yang berharga. Di tangan terampilnya, kayu bekas itu diberi kehidupan baru hingga terwujud sebuah ‘Kereta Lembu Putih’ yang melambangkan semangat Tzu Chi,” pungkas Cai Yi-da.
Saya selalu merasa sukacita ketika datang ke Dalin. Dalin itu sangat sederhana dan terasa seperti suasana pedesaan. A-tian juga sangatlah polos dan sederhana. Meski pendengarannya tidak begitu baik, hatinya sangatlah murni. Dia memiliki keterampilan yang luar biasa. Lihat saja ukiran lembu itu, terukir sangat indah dan penuh semangat.


“Berkat ajaran dan arahan Master, saya bisa mengukirnya sedikit demi sedikit hingga terwujudlah ‘Kereta Lembu Putih’ ini. Bagian depan lembu melambangkan Jalan Agung yang lurus; kepala lembu melambangkan Master yang menuntun insan Tzu Chi melangkah maju; pikulan lembu melambangkan keberanian memikul tanggung jawab dengan tekun dan bersemangat; gagang kereta melambangkan prinsip bekerja demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk; empat kaki lembu melambangkan kesatuan hati, keharmonisan, sikap saling mengasihi, dan gotong royong; tubuh lembu melambangkan kekuatan kesatuan; roda kereta melambangkan roda Dharma Master yang terus berputar; dudukan teratai melambangkan insan Tzu Chi yang berkembang di mana-mana; teratai yang menopang bola melambangkan insan Tzu Chi yang melindungi Bumi; jalan yang terjal melambangkan masa awal Tzu Chi yang penuh perjuangan dengan semangat celengan bambu; empat pilar besar melambangkan Empat Misi Tzu Chi; papan kereta yang terbagi menjadi 8 bagian melambangkan Delapan Jejak Dharma Tzu Chi agar insan Tzu Chi dapat mengembangkan potensi bajik,” kata Lai Zheng-tian, relawan Tzu Chi.
Teratai itu menopang Bumi di atasnya. Dari situ, terlihat rasa tanggung jawab misi. Teratai yang menopang Bumi sama seperti apa yang tertulis di Sutra Teratai, yaitu tentang menyeberangkan semua makhluk ke pantai kebahagiaan. Ini sangatlah bermakna. Meski tempat ini tergolong pedesaan, pikiran warganya sangat jernih serta selalu tekun dan bersemangat. Begitu pula dengan para dokter.
Kemarin, saya mendengar laporan yang mereka bagikan bahwa pelayanan medis kita di sini sangat murni dan berkualitas. Saya berharap semuanya dapat mendukung rumah sakit kita dengan kesungguhan hati. Para dokter juga harus memikul tanggung jawab untuk melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih agar seluruh warga di wilayah ini terlayani dengan baik.


Bodhisatwa sekalian, jumlah lansia di sini cukup banyak. Saya berharap insan Tzu Chi dapat menjaga satu sama lain. Di sini juga banyak relawan senior Tzu Chi karena daerah ini sudah sejak lama memiliki relawan Tzu Chi. Mei-niang dan yang lainnya termasuk angkatan awal. Dahulu, saya sering melihat dia datang ke Griya Jing Si bersama dengan A-jing dan yang lainnya.
Banyak dari mereka merupakan angkatan awal Tzu Chi yang selalu kembali ke Griya Jing Si setiap bulan. Terkadang, dalam satu bulan, mereka datang beberapa kali, entah untuk menjadi relawan rumah sakit maupun sekadar bertemu dengan saya. Para bhiksuni di Griya sangatlah sibuk dan mereka pun ikut membantu. Semuanya bagaikan satu keluarga besar.
Saat ini, saya melihat bahwa usia semua orang sudah lanjut. Namun, saya sangat bersukacita karena tubuh kalian masih sehat, hanya saja rambut mulai memutih, ada yang beruban, ada pula yang sudah putih semua. Namun, saya melihat tubuh kalian masih tegap.
Pagi tadi, Bhiksuni Dao Jun datang karena kepeduliannya kepada saya. Terkadang, beliau datang ke Hualien dan terkadang berada di sini. Beliau sangat mendukung dan mengasihi Griya Jing Si serta misi-misi Tzu Chi.
Pagi itu, beliau berkata kepada saya, "Saya ingin terus menyisihkan sedikit demi sedikit untuk Master gunakan menjalankan misi Tzu Chi." Inilah rekan seperjalanan yang melangkah di jalan yang sama untuk mencurahkan perhatian dan bersumbangsih. Perasaan seperti ini sungguh istimewa. Saya merasa sangat bersyukur. Begitulah perasaan yang dimiliki oleh insan Tzu Chi.


Insan Tzu Chi terus bersumbangsih dengan menabung sedikit demi sedikit agar bisa membantu banyak negara. Terkadang, dalam satu waktu, beberapa negara sekaligus membutuhkan bantuan kita. Saat ini, akibat perubahan iklim, banyak negara mengalami bencana, seperti gempa bumi, angin topan, dan banjir besar.
Bencana yang berkaitan dengan empat unsur kerap terjadi. Perubahan iklim mengakibatkan bencana di mana-mana. Oleh karena itu, saya merasa khawatir setiap hari. Perubahan iklim adalah salah satu kekhawatiran saya, tetapi yang lebih saya cemaskan ialah bencana akibat ulah manusia. Jika hati manusia tidak ditenangkan, konflik akan terus tumbuh. Jika perang berlangsung lama, hati manusia akan makin dipenuhi sikap saling memusuhi.
Saya sering berkata bahwa ketika ada kedamaian, kita harus bersyukur. Jika semua orang dapat menenangkan hati dan hidup dengan harmonis, negara pun akan tenteram. Jangan berpikir, "Ini hak saya dan saya harus mendapatkannya," atau merasa ingin terus menuntut lebih banyak lagi. Jika pola pikir seperti itu berkembang, hati manusia akan makin tidak seimbang. Masalah kecil akan membesar, lalu berubah menjadi ketidakadilan sosial dan kekacauan dunia.
Semua hal bermula dari manusia. Jika saya melihat semua orang hidup damai dan harmonis, hati saya pun menjadi tenang. Melihat setiap orang di berbagai bidang menjalankan tugas dengan baik, saya merasa bahwa tanpa perlu mengatakan apa pun, semuanya telah menciptakan berkah bagi dunia. Saya merasa sangat tenang.
Mengemban tanggung jawab misi dan menyeberangkan semua makhluk
Melindungi kesehatan dengan pelayanan medis yang bermutu
Memiliki kesatuan tekad dan jalan untuk memupuk niat baik bersama
Menciptakan jalinan jodoh berkah dengan kedamaian dan keharmonisan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 17 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 19 Januari 2026







Sitemap