Ceramah Master Cheng Yen: Menenteramkan Hati yang Ketakutan dan Memberikan Bantuan


Saat ini, kita sedang menghadapi bencana besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi ini begitu mengerikan dan terjadi dengan begitu cepat. Melihat rekaman video, air tiba-tiba datang dengan begitu deras dan langsung menerjang semuanya.

Sungguh, pemandangan seperti itu sangat mengejutkan. Inilah ketidakkekalan hidup dan rentannya bumi. Semua terjadi dalam sekejap. Orang-orang bahkan tidak sempat menoleh, bencana sudah terjadi. Setelah bencana terjadi, pemandangan yang terlihat sudah sangat berbeda. Yang tampak hanyalah tanah yang kosong. Sungguh sulit untuk mendeskripsikannya.

“Hari ini, ketika tiba di sini, saya benar-benar melihat kondisi jalan yang dipenuhi lumpur. Selain lumpur, aroma di sekitar sini juga sangat tidak sedap. Rasanya seperti mencium bau jenazah,” kata Zhao Xin-yu, relawan Tzu Chi Singapura.

“Lumpur dari sungai telah membanjiri seluruh wilayah, termasuk rumah sakit. Jadi, rumah sakit terpaksa berhenti beroperasi. Lantai dasar dipenuhi begitu banyak lumpur. Saat ini, warga setempat bersama para relawan sedang membersihkan seluruh area. Semua ini benar-benar mengandalkan tenaga manusia dan membutuhkan waktu,” kata Su Qi-feng, relawan Tzu Chi Malaysia.

Bencana datang begitu cepat. Sekarang, kita perlu memikirkan bagaimana membantu proses pemulihan. Dalam bencana kali ini, begitu banyak rumah yang rusak. Korban jiwa juga sangat banyak. Ada pula yang belum ditemukan sehingga belum diketahui apakah mereka selamat atau tidak. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana kita menenteramkan batin dan fisik mereka? Kita perlu melihat apa yang dapat kita lakukan karena saat ini mereka benar-benar kekurangan tenaga.


“Tzu Chi datang ke toko cabang dan menghubungi kami. Karena kami tidak dapat pergi langsung ke wilayah bencana, kami berharap dapat turut memberikan sedikit kepedulian dengan menyediakan bantuan bagi warga yang terdampak. Melihat cinta kasih, welas asih, dan bantuan kemanusiaan Tzu Chi, saya sungguh sangat tersentuh dan mulai berpikir untuk bergabung menjadi relawan dan mencurahkan sedikit tenaga untuk membantu orang-orang yang membutuhkan,” kata Nakita, Manajer pusat perbelanjaan.

Jika di daerah setempat sudah ada tim relawan atau orang-orang yang membangkitkan tekad, saya berharap mereka dapat bekerja sama untuk membentuk tim relawan. Yang kita berikan bukan hanya bantuan berupa materi. Kita juga menghibur dan menenangkan hati mereka. Kita harus terlebih dahulu meredakan rasa takut mereka agar hati mereka kembali tenang dan merasa aman.

Selain membantu kebutuhan hidup, kita juga perlu memperhatikan kondisi batin mereka. Kita harus membantu mereka agar kehidupan mereka kembali stabil. Dalam hal tempat tinggal, kita juga dapat membantu menyediakan tempat tinggal sementara bagi mereka dengan mendirikan rumah rakitan sementara. Jangan membiarkan mereka tinggal di tenda.

Rumah rakitan sementara lebih mirip sebuah rumah. Untuk membangun kembali rumah mereka, setidaknya dibutuhkan waktu satu hingga dua tahun, bahkan mungkin lebih dari dua tahun. Bisakah kita menuju arah ini, yakni membantu menyediakan tempat tinggal untuk jangka pendek atau menengah bagi mereka? Kita hendaknya mempertimbangkan hal ini terlebih dahulu dan memberikan bantuan secepat mungkin.


Kita juga perlu segera membentuk tim di sana untuk terus berkoordinasi dengan kantor pusat. Apa yang paling dibutuhkan dan harus segera dilakukan? Bagaimana rencana bantuan untuk tahap berikutnya? Kita dapat menyediakan bantuan sesuai dengan urutan kebutuhan tersebut. Dengan demikian, barulah penanganan bencana dapat menenteramkan jiwa dan raga para korban bencana. Dengan cara ini, kita dapat membantu mereka menjalani proses pemulihan secara bertahap.

Pada saat seperti ini, selama masih ada yang dapat dibantu, kita harus berusaha semaksimal mungkin. Bantuan yang mendesak harus segera kita berikan. Kita perlu mengevaluasi kapan waktu yang tepat untuk memberikan bantuan. Jika yang dibutuhkan adalah tempat tinggal dan makanan yang bersifat darurat dan bantuan kita dibutuhkan, kita hendaknya turut bersumbangsih.

Setelah masa darurat berlalu, kita perlu memikirkan kehidupan mereka ke depannya. Mungkin saja ada yang kehilangan tempat tinggal. Penyaluran bantuan harus dibedakan, apakah jangka panjang atau pendek. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.)

Cuaca di sana sangat panas. Hendaknya kalian mengingatkan satu sama lain, jika cuaca terlalu panas, berteduhlah di bawah pohon dan jangan terlalu lama berada di bawah terik matahari. Masih banyak hal yang harus kita lakukan. Jadi, kalian harus menjaga kesehatan dan terus menumbuhkan cinta kasih. Setiap orang harus saling menjaga kesehatan agar tetap dapat membantu orang lain.


Saya berterima kasih kepada dr. Nirdesh Shakya yang menjadi pendukung kita di sana. Melihat kehadirannya, hati saya menjadi jauh lebih tenang. Harap dr. Nirdesh dapat menjaga para relawan kita.

Dalam gelombang bantuan internasional kali ini, mungkin para insan Tzu Chi dari berbagai negara akan datang secara bertahap. Para relawan dari Singapura dan Malaysia saat ini sudah tiba di lokasi. Dokter Nirdesh, hendaknya Anda menjaga relawan dan tim medis setempat dengan baik. Saya juga berharap Anda dapat mengerahkan lebih banyak tenaga untuk mengajak lebih banyak dokter atau apoteker guna mendukung aksi kita.

Dokter Nirdesh, di Nepal, Anda dapat memberikan dukungan besar. Para relawan dari Singapura dan Malaysia sudah tiba. Cinta kasih mereka terlihat dari kesediaan mereka mengesampingkan keluarga dan pekerjaan untuk datang memberikan bantuan. Anda adalah warga setempat sekaligus murid saya. Jadi, Anda harus mengerahkan kekuatan untuk menyelesaikan tugas ini bersama dengan para relawan lainnya.

Apa pun yang dapat kita lakukan dalam bencana kali ini, kita harus berusaha melakukannya sebaik mungkin. Anda juga perlu lebih banyak berkoordinasi dengan para relawan kita agar mereka lebih mudah dalam menjalankan tugas mereka. Sebagai warga setempat, Anda terlebih harus menjaga masyarakat di sana dan mendukung para relawan yang datang dari luar agar dapat membantu masyarakat setempat. Apakah Anda mengerti? (Mengerti, Master).

Kalau begitu, saya percayakan semuanya kepada Anda. Terhadap kalian yang hendak membagikan bantuan, saya ingin berkata bahwa baik relawan setempat maupun yang datang dari luar, hendaknya kalian menyatukan hati dan tekad. Kalian harus saling menjaga satu sama lain. Mari kita bersama-sama membantu masyarakat Nepal melewati bencana kali ini. Selain itu, kita juga harus menenangkan hati mereka. Kita harus menenteramkan batin sekaligus kehidupan mereka. Apakah kalian mengerti? (Mengerti).

Terima kasih.

Kehidupan tidak kekal dan bumi pun rentan
Memberikan penghiburan kepada warga yang ketakutan
Menggalang tim medis untuk menenteramkan tubuh dan batin
Memberikan bantuan dengan cinta kasih agung

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 30 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 01 September 2026
Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -