Ceramah Master Cheng Yen: Meneruskan Cahaya dan Kasih Sayang hingga Selamanya


“Ada banyak orang yang mendaftar untuk menjadi relawan dengan sangat antusias. Sebagian besar dari mereka mengenal Tzu Chi, tetapi belum benar-benar memahami Empat Misi Tzu Chi serta semangat dan filosofi kita. Karena itu, materi pertama kita ialah memberi tahu mereka mengapa mereka harus bergabung menjadi relawan,”
kata Chen Ji-min, Wakil ketua Tzu Chi Malaysia.

“Dalam setahun terakhir, ada sebagian orang yang telah mengikuti pelatihan untuk menjadi relawan. Bahkan, ada staf yang berbagi tentang apa yang mereka pelajari dan lihat selama bersumbangsih sebagai relawan,” kata Zhang Ai-bin, relawan Tzu Chi Singapura.

“Di celengan bambu, ada gambar tangan. Tangan ini melambangkan warga Nepal yang mempraktikkan cinta kasih agung dan kebajikan. Kami berharap dapat menyebarkan kisah celengan bambu agar semua orang mengetahuinya. Tujuan utama kita ialah membangkitkan cinta kasih mereka,” kata Zhao Xin-yu, Wakil ketua Tzu Chi Singapura.

“Selama kegiatan berlangsung, saya merasa bahwa setiap orang terhubung oleh welas asih dan cinta kasih terhadap orang-orang yang menderita,” kata Ananda Ranabhat, relawan Tzu Chi.

“Master mengajari kita untuk menjadi satu keluarga. Karena itulah, kita berusaha untuk mewujudkannya di sini. Jadi, daripada menyebut tempat ini sebagai kantor, kami lebih memilih untuk menyebutnya sebagai rumah. Setiap orang sangat rendah hati dan menempatkan diri pada level yang sama,” kata Nirdesh Shakya, relawan Tzu Chi.


Sungguh, saya sangat sukacita. Saya merasa sukacita karena melihat harapan. Tzu Chi memiliki empat misi, tetapi yang kita jalankan bukan hanya itu. Kita menyebutnya Empat Misi dan Delapan Jejak Dharma Tzu Chi. Sesungguhnya, setiap misi Tzu Chi memiliki berbagai cara untuk mewujudkan kebajikan dan keindahan. Bagaimana cara mewujudkan kebajikan dan keindahan? Intinya terletak pada cinta kasih agung. Dengan cinta kasih agung, kita menghimpun segala kebajikan. Ternyata, kebajikan bisa dijalankan dengan sangat indah.

Ada banyak orang yang bisa melihat barisan relawan Tzu Chi yang tertib dan berjalan dengan wajah penuh senyum. Inilah keindahan dari ketertiban. Di Tzu Chi, orang-orang dari berbagai tahapan usia berbuat baik bersama. Ada anak-anak yang masih kecil, ada pula kaum lansia yang telah berusia 80-an, 90-an, bahkan hampir 100 tahun. Mereka semua mencurahkan cinta kasih. Kaum lansia tetap memiliki kekuatan cinta kasih. Begitu pula dengan anak-anak.

Kita sering melihat anak-anak membawa celengan bambu yang sangat berat. Berhubung mereka masih kecil, kita beranggapan bahwa celengan bambu yang dipegang seharusnya tidak terlalu berat sehingga tidak mengerahkan cukup tenaga untuk menerimanya. Berhubung tidak mengerahkan cukup tenaga, celengan bambu mereka sering kali hampir terjatuh dari tangan kita. Ini karena kita tidak siap. Kita merasa bahwa anak kecil tidak mungkin bisa membawa sesuatu yang berat. Kita terlalu meremehkan anak-anak. Karena itulah, saat menerima celengan bambu mereka, kita terkadang hampir menjatuhkannya. Inilah yang disebut tidak bisa diprediksi.

Saat kita bertekad untuk melakukan sesuatu dan berharap orang-orang juga giat melakukan hal yang sama, kita mungkin juga merasa bahwa itu tidak bisa terwujud sehingga tekad kita menjadi mundur. Saat kita berharap orang-orang dapat melakukan sesuatu, tetapi merasa bahwa kemungkinan terwujudnya tidak besar, kita mungkin tidak menaruh harapan besar dalam hal ini.

Saat berinteraksi dengan anak-anak, saya sungguh merasa bahwa janganlah kita menilai sebuah buku dari sampulnya. Saya mengingatkan diri sendiri untuk menghargai kekuatan tekad anak-anak untuk berbuat baik. Siapakah yang memberi mereka kekuatan ini? Orang tua atau kakek dan nenek mereka. Jika tidak, bagaimana anak-anak ini bisa menyisihkan begitu banyak uang ke dalam celengan bambu? Jadi, setiap anak memiliki sumber kekuatan untuk bersumbangsih. Sumber kekuatan ini menginspirasi anak-anak untuk membantu sesama dengan penuh cinta kasih.


Saat menerima celengan bambu dari anak-anak, saya selalu bertanya, "Ini untuk apa?" Mereka menjawab, "Untuk menolong orang." Jadi, di dalam hati anak-anak sudah ada niat untuk menolong sesama. Ini disebut pewarisan. Kita harus terus menginspirasi masyarakat untuk berbuat baik. Ini merupakan tanggung jawab Da Ai TV.

Saat mendengar "Da Ai" (cinta kasih agung), orang-orang tahu bahwa ini berkaitan dengan kebajikan. Kita tidak mungkin hanya menyebarkannya dari mulut ke mulut. Pada zaman-Nya, Buddha mengajarkan untuk menyebarkan Dharma. Dalam Sutra Teratai dikatakan bahwa semua orang harus bertekad untuk bersungguh-sungguh mengajak lebih banyak orang menyebarkan kebenaran. Dengan demikian, akan terhimpun kekuatan besar. Jika tidak, kekuatan satu orang dalam menyebarkan Dharma sangatlah terbatas.

Belakangan ini, saya sering mengulas tentang kunang-kunang dan banyak orang yang kembali menyebarkannya. Setiap ekor kunang-kunang dapat memancarkan cahaya meski redup. Bagaikan kunang-kunang, setiap orang juga memiliki kekuatan untuk berbuat baik meski sangat kecil. Saat semua orang menghimpun kekuatan bersama, terbentuklah kekuatan besar. Dengan saling berinteraksi dan berbagi pengalaman, kita akan melihat harapan.


Saat kita hendak melakukan sesuatu dan tahu bahwa orang lain tengah melakukannya, kita akan merasa, "Benar, inilah yang ingin saya lakukan. Ini bukanlah hal yang mustahil." Ketika bertemu orang yang sejalan, kita bisa bergabung bersama mereka. Awalnya, kita mungkin merasa kekuatan kita terlalu kecil, tetapi saat mendengar pengalaman orang lain, kekuatan kita pun meningkat.Menginspirasi orang untuk bersumbangsih bersama, ini sangatlah penting.

Sesungguhnya, berapa besar sumbangsih Tzu Chi bagi seluruh dunia? Tzu Chi bisa bersumbangsih berkat dukungan insan Tzu Chi di seluruh dunia. Mengapa kita bisa menginspirasi begitu banyak orang? Karena ketulusan. Saya sering mengulas tentang cinta kasih yang tulus. Saat kita bersumbangsih dengan cinta kasih yang tulus dan tanpa pamrih, secara alami orang-orang akan bergabung. Semangat ini harus kita teruskan hingga selamanya. Begitu pula dengan Da Ai TV.

Da Ai TV hendaknya mempromosikan praktik celengan bambu dan menyebarkan kisah-kisah masa lalu. Pikirkanlah cara untuk menyebarkannya. Ada banyak kisah singkat yang sangat menyentuh, sederhana, dan penuh kehangatan. Ini disebut memperpanjang jalinan kasih sayang. Saya sering berkata bahwa kita harus memperpanjang jalinan kasih sayang. Bagaimana membawa kehangatan dalam interaksi antarmanusia? Kita harus mencari cara untuk mewujudkannya. Ini membutuhkan kesatuan tekad dan jalan.

Ajaklah orang-orang untuk kembali ke sini agar saya bisa berbagi tentang kisah masa lalu yang penuh kehangatan sehingga mereka makin memahami bahwa sifat hakiki manusia ialah bajik dan tahu bagaimana menginspirasi orang lain. Waktu sangatlah penting. Renungkanlah apa yang saya bagikan hari ini. Seusai makan atau saat minum teh, kalian bisa mendiskusikannya bersama. Sungguh, semua ini bisa dilakukan.

Empat Misi dan Delapan Jejak Dharma Tzu Chi menghimpun segala kebajikan
Anak-anak memiliki kekuatan tekad yang kuat meski masih kecil
Mempraktikkan kebenaran dan menghimpun cahaya dengan hati tertulus
Meneruskan kasih sayang hingga selamanya

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 02 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 04 Januari 2026
Gunakanlah waktu dengan baik, karena ia terus berlalu tanpa kita sadari.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -