Ceramah Master Cheng Yen: Meneruskan Jalinan Jodoh Dharma di Dunia yang Indah dan Bajik


“Beliau berkata, ‘Master, tenanglah, saya akan menjaga Kantor Tzu Chi ini dengan baik.’ Beliau berpegang pada janjinya ini hingga berusia 80-an tahun dan tidak bisa berjalan dengan stabil. Dengan upaya besar, kami baru berhasil memintanya untuk kembali ke Vihara Yuantong. Jadi, sepanjang hayatnya, beliau menjalankan Tzu Chi dengan sepenuh hati dan tekad,” kata Master Fa Ming, Pengurus Vihara Yuantong.

“Urusan Tzu Chi Pingtung selama hampir 50 tahun ini tak lepas dari Master Jian Hui yang selalu memberikan dukungan pada kami. Di sini, kami memperingati satu tahun kepergiannya. Dalam kesempatan ini, para insan Tzu Chi juga mengenang kembali sejarah Kantor Cabang Tzu Chi Pingtung,” kata Xie Dong-xian, relawan Tzu Chi.

Saya sangat bersyukur. Bagi saya, ladang pelatihan di Pingtung penuh kehangatan. Pada masa-masa awal, Master Wei Li dan Master Jian Hui datang ke Hualien dan menjangkau pedesaan bersama kita untuk menyurvei kondisi warga kurang mampu. Demikianlah permulaannya.

Master Jian Hui sangat setuju dengan semangat Tzu Chi. Saat berkunjung ke Pingtung, saya juga merasakan suasana yang mirip dengan Griya Jing Si. Saya bisa merasakan suasana yang akrab di sana. Jadi, saat berkunjung ke Pingtung, saya selalu merasa sangat nyaman, bagai berada di Hualien. Secara alami, saya pun merasa bahwa Pingtung dan Hualien memiliki jalinan yang erat.

Saudara sekalian, jika dapat lebih memahami saya dan hal-hal yang ingin saya lakukan, kalian akan bertekad untuk bersumbangsih bersama bagi dunia. Kehidupan kita bernilai jika kita dapat bersumbangsih bagi dunia. Jika tidak bersumbangsih di tengah masyarakat dan hanya mementingkan diri sendiri, kita hanya akan hidup di tengah ketidaktahuan dan kehidupan kita akan berlalu dengan sia-sia.

Jika hanya hidup di tengah ketidaktahuan dan tidak memiliki kontribusi apa pun bagi dunia, kita tidak akan meninggalkan nilai apa-apa. Namun, kita memiliki Jalan Tzu Chi yang telah dibentangkan dengan kokoh dan pemandangan di sekitarnya pun sangat indah. Pemandangan ini adalah kisah-kisah Tzu Chi yang telah kalian ketahui. Itulah pemandangan Tzu Chi di dunia.


Kita hendaknya senantiasa berbagi tentang kisah para insan Tzu Chi. Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Buddha membabarkan ajaran-Nya. Kata-kata Buddha saat itu dicatat dalam Sutra sehingga sering ada kalimat yang dimulai dengan "demikianlah yang aku dengar". Saat itu, Buddha membabarkan ajaran lewat ucapan karena orang-orang belum tahu bagaimana menapaki Jalan Kebenaran di dunia.

Kata-kata Buddha menunjukkan jalan dan kita harus menyerap kata-kata-Nya ke dalam hati agar kita tahu untuk membentangkan jalan yang lebih rata, menanam pohon di sekitarnya dengan baik, dan menciptakan pemandangan yang indah. Semuanya harus baik dan indah. Demikianlah dunia yang indah dan bajik.

Saat ini, kita adalah Bodhisatwa dunia yang tengah melangkah di dunia yang indah dan bajik. Jadi, nilai yang sesungguhnya ialah datang ke dunia, menerima ajaran Buddha, dan menghimpun kekuatan dengan kesatuan tekad. Kita membangun misi di dunia dan misi-misi ini telah menjadi pemandangan indah di dunia ini.

Jadi, Tzu Chi dan Pingtung sudah lama menjalin jodoh dan sangat akrab. Saat itu, saya sangat bersyukur Master Wei Li mengajak Master Jian Hui untuk menemui saya. Saat bertemu Master Jian Hui, saya merasa seperti bertemu teman lama. Saat pergi ke sana, saya juga merasakan suasana yang sama seperti di Hualien. Saya merasa sangat nyaman. Sejak saat itu, kita menerima banyak kasus di Pingtung.


“Setiap bulan, setelah menerima data keluarga kurang mampu dari berbagai pihak, anggota komite akan membagi diri ke dalam beberapa tim untuk menyurvei kondisi keluarga kurang mampu secara bergilir dan memahami kondisi mereka secara nyata,” kata Master Fa Ming.

Pagi-pagi, kami berangkat dengan membawa bekal untuk melakukan survei dan kembali pada sore hari. Jika masih ada waktu luang, saya akan menginap dua atau tiga hari di sana. Orang-orang pun datang untuk berbincang-bincang dengan saya. Mereka mendengarkan cita-cita saya, lalu mempraktikkannya secara nyata.

Kini, para relawan yang duduk di hadapan saya sudah sangat senior. Dibandingkan dengan sekarang, Tzu Chi di masa lalu sangatlah sederhana. Yang kita lakukan hanya itu-itu saja dan kita memiliki lebih banyak waktu. Kini, Tzu Chi membutuhkan lebih banyak tenaga. Kita juga memiliki anggota TIMA. Dahulu, kita menjalankan misi amal demi menjaga kelangsungan hidup orang-orang. Kini, misi amal kita telah dipadukan dengan misi kesehatan.

“Kantor Perwakilan Tzu Chi Donggang mengadakan baksos kesehatan untuk pekerja asing. Seorang relawan mengajak saya karena saya menguasai bahasa Indonesia. Saya lalu mengajak teman-teman saya untuk membantu menerjemahkan dalam baksos kesehatan agar mereka berkesempatan untuk mengembangkan potensi mereka. Saya sangat bersyukur kepada Tzu Chi dan tim kita yang mengadakan baksos kesehatan ini. Terima kasih, Master,” kata Lin Xiu-ling, relawan Tzu Chi.


“Anggota TIMA Pingtung bertekad dan berikrar untuk mengobati pasien, mengobati penyakit, dan mengobati batin. Kami akan bersumbangsih dengan cinta kasih, melindungi pasien dengan keahlian, dan menyebarkan cinta kasih agung dengan aksi nyata.”

Baik, ikrar baik harus diwujudkan. Terima kasih.

Anggota TIMA yang hadir di sini juga tidak sedikit. Pingtung adalah wilayah yang memanjang dan ada area yang hanya bisa dijangkau dengan melintasi gunung dan mengarungi lautan. Karena itu, di Pingtung, banyak hal yang dapat kita lakukan. Tzu Chi Taiwan merupakan teladan. Saat insan Tzu Chi luar negeri kembali, jika ingin berbagi dengan mereka tentang perkembangan Tzu Chi Taiwan, ada banyak kisah di Pingtung yang bisa dibagikan.

Kita juga dapat membimbing orang-orang untuk memahami kondisi Tzu Chi di ujung selatan Taiwan. Kita juga dapat membimbing orang-orang dengan kisah yang indah. Yang paling sering kita lihat ialah orang kurang mampu. Saat melihat orang kurang mampu, kita harus bisa menyadari berkah dan menghargai berkah. Lalu, kita akan menyadari bahwa masih ada banyak ruang bagi kita untuk berkembang dan lebih maju lagi. Jadi, hendaklah kita lebih tekun dan bersemangat.

Saya sungguh berharap kehidupan kita sekarang adalah kehidupan yang bernilai karena kita telah bersama-sama menjalankan Tzu Chi. Di Tzu Chi, kita telah melihat banyak orang yang menderita. Setelah melihat penderitaan, renungkanlah kondisi diri sendiri. Kita sungguh dipenuhi berkah. Kehidupan yang penuh berkah bukan tentang banyaknya uang yang dimiliki, melainkan tentang besarnya nilai kehidupan. Kita harus menilainya sendiri.

Menelusuri perkembangan sejarah Tzu Chi Pingtung
Menghimpun kekuatan dan menghargai jalinan jodoh Dharma
Membentangkan jalan agung sesuai ajaran Buddha
Kembali menciptakan berkah di dunia yang indah dan bajik

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 11 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 13 Oktober 2026
Kekuatan akan menjadi besar bila kebajikan dilakukan bersama-sama; berkah yang diperoleh akan menjadi besar pula.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -