Ceramah Master Cheng Yen: Meneruskan Jiwa Kebijaksanaan dan Membawa Manfaat bagi Dunia


“Para murid akan merespons ajaran Master. Kami tidak akan melupakan tekad awal dari semangat celengan bambu. Kami akan selamanya mengingat ikrar agung silsilah Dharma dan mazhab Tzu Chi. Kami akan mewariskan jiwa kebijaksanaan Tzu Chi dari generasi ke generasi. Kami akan mengikuti Master dari kehidupan ke kehidupan.”

Saya merasa sangat bersukacita. Suara kalian begitu lantang, bahkan saya bisa mendengarnya dari sini. Yang terpenting bagi kalian di sana ialah bekerja sama dalam kesatuan dan keharmonisan setiap hari. Hendaknya kalian menjalankan misi Tzu Chi dengan tekun dan bersemangat. Tzu Chi membutuhkan kalian semua.

“Ci Ming dan saya memang sudah tidak muda lagi. Namun, dalam menjalankan misi Tzu Chi, tidak ada batasan usia. Kami akan mempertahankan tekad awal dan tidak akan pernah mundur. Kami berikrar untuk mengikuti jejak langkah Master dari kehidupan ke kehidupan. Dengan ketulusan dan kasih sayang, kami akan menjaga jiwa kebijaksanaan para relawan. Kami akan bergandengan tangan dan saling menautkan hati untuk melangkah maju dengan mantap,” kata Huang Ji En, relawan Tzu Chi.

“Saya akan mengikuti jejak langkah Master selamanya dengan ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kejujuran,” kata Zhuang Ci Ming, relawan Tzu Chi.

Saya sangat bersukacita. Saya sudah lama tidak bertemu kalian. Rambut kalian pun sudah memutih. Itu menandakan bahwa waktu telah berlalu. Perubahan pada diri manusia adalah bukti perjalanan waktu. Itulah yang disebut dengan menua. Saya telah melihat bagaimana kalian membimbing generasi muda dan paruh baya. Para Bodhisatwa senior pun senantiasa bekerja sama dalam kesatuan dan keharmonisan. Semua ini adalah hasil dari waktu yang menyempurnakan kita.

Seiring waktu yang panjang, banyak misi Tzu Chi yang telah kita lakukan. Saya sangat berharap kalian dapat sungguh-sungguh menceritakan kisah Tzu Chi kepada mereka agar mereka tahu betapa sulitnya perjuangan awal ketika kalian mulai menjalankan Tzu Chi. Inilah yang disebut dengan sejarah. Terlebih lagi, ajaran Buddha bukan untuk kebaikan diri sendiri saja, melainkan untuk membawa manfaat bagi orang lain.


Kita semua bersumbangsih demi masyarakat. Hendaknya kita semua memegang prinsip "demi ajaran Buddha, demi semua makhluk". Biarlah semua orang tahu bahwa ajaran Buddha benar-benar hadir di dunia untuk bersumbangsih bagi masyarakat. Di dunia ini pasti ada orang yang menderita. Ketika mendengar ada yang kesulitan, hendaknya kita segera mencurahkan perhatian. Saya berharap Bodhisatwa sekalian dapat mengembangkan misi Tzu Chi di Texas dengan baik.

“Master, kami sangat mengasihi Anda. Kami teringat ketika Master berkata kepada Kakak Ji Cheng bahwa di kehidupan ini, Master telah menggandeng tangan beliau dan di kehidupan mendatang, beliaulah yang akan menggandeng tangan Master. Saat ini, para murid Jing Si di Dallas juga ingin menggandeng tangan Master. Bolehkah Master mengulurkan kedua tangan untuk kami?” kata Ge Ji Jie, relawan Tzu Chi.

Hendaknya semua orang mengulurkan kedua tangan untuk bersama-sama mendorong misi Tzu Chi. Terima kasih. Di dalam rasa sukacita ini, terselip juga sedikit rasa haru. Saya percaya Ji Cheng akan datang kembali. Saya berharap beliau datang kembali ke dunia ini untuk membimbing lebih banyak makhluk. Kita harus percaya bahwa dari kehidupan ke kehidupan, kita akan terus menapaki Jalan Bodhisatwa.

Bodhisatwa sekalian, kita harus menjaga kesehatan diri dengan baik. Dalam kehidupan ini, hendaknya kita membuka Jalan Bodhisatwa secara luas dan membentangkannya dengan rata. Hendaknya kita bersama-sama bekerja demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk dengan menjadi Bodhisatwa dunia. Jadi, kita harus bersatu dan harmonis.


“Tzu Chi California Utara akan terus bekerja sama dalam kesatuan dan keharmonisan sebagai persembahan bagi Master. Kami sangat mengasihi dan merindukan Master. Setiap kali merindukan Master, air mata kami hampir menetes. Master, kami pasti akan mencurahkan hati dan tenaga untuk mengembangkan misi Tzu Chi dengan baik. Terima kasih, Master,”
kata Chen Xue-ling, relawan Tzu Chi.

Saya berharap kekuatan cinta kasih terus tersambung makin erat. California Utara adalah tempat awal perkembangan Tzu Chi di Amerika Serikat. Hal ini mengingatkan saya pada "Nenek Lembah Silikon". Setiap kali beliau kembali, rasanya sangat dekat dengan saya. Namun, kehidupan memang selalu ada pertemuan dan perpisahan. Sesungguhnya, semua itu hanyalah sebutan. "Nenek Lembah Silikon" selamanya ada di sisi kita dan selalu ada dalam benak saya.

Saya sangat bersyukur karena para Bodhisatwa di California Utara sudah sangat senior dan memiliki cinta kasih. Saat ini, hendaknya kita memanfaatkan jalinan jodoh. Akar Tzu Chi harus makin diperdalam dan diperkuat. Misi amal dan misi kesehatan di Amerika Serikat berjalan berdampingan. Saat ini, pekerjaan Tzu Chi di sana telah meluas hingga empat misi. Hendaknya insan Tzu Chi senantiasa bekerja sama dalam kesatuan dan keharmonisan agar semangat Tzu Chi dapat makin kokoh dan berakar di Amerika Serikat.

Dalam keseharian, hendaknya kalian saling mengirimkan surat elektronik untuk sekadar menyapa dan mengetahui keadaan satu sama lain. Semua orang telah membangkitkan ketulusan untuk bekerja demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk. Hal yang terpenting ialah membangkitkan semangat Tzu Chi untuk melayani dunia. Dalam hal ini, semuanya tidak mementingkan diri sendiri dan memiliki satu landasan yang sama, yaitu cinta kasih. Terlebih lagi, cinta kasih itu adalah cinta kasih agung yang tulus.


Saya percaya bahwa dengan kesatuan hati, tekad, dan ikrar, kita bisa menapaki Jalan Bodhisatwa di dunia. Hendaknya kita menyatukan kekuatan untuk bekerja demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk. Semua agama harus kita hormati dan kasihi. Namun, Tzu Chi dibangun berlandaskan ajaran Buddha. Tzu Chi adalah perwujudan semangat ajaran Buddha. Tanggung jawab kita ialah membawa manfaat bagi dunia dan mengembangkan nilai kehidupan.

Kita lahir ke dunia memang untuk melayani dunia. Lihatlah kembali ke diri kita, sudahkah kita bersumbangsih sebagaimana seharusnya? Setiap hari, saya pun menginventarisasi kehidupan. Setiap malam, saya merenungkan tentang berapa banyak hal yang sudah saya lakukan di hari itu yang membawa manfaat bagi dunia. Saya selalu menginventarisasi kehidupan seperti itu.

Jadi, Bodhisatwa sekalian, saya berharap kalian dapat mengasihi dan menghargai kehidupan diri sendiri, serta menghormati nilai kehidupan masing-masing. Kalian harus sama seperti saya yang selalu menginventarisasi kehidupan setiap hari. Jika hari ini ada yang terlewat, segera tebus pada esok hari. Kita bukan sekadar menebusnya, melainkan benar-benar melengkapinya. Bahkan, kita harus menambah kebajikan setiap hari, bukan sekadar menebus keburukan.

Saya berharap semuanya dapat bersungguh hati. Dengan menghargai waktu, barulah kita bisa menghargai jiwa kebijaksanaan. Jiwa kebijaksanaan sangatlah penting. Dalam kehidupan ini, kehidupan mendatang, bahkan dari kehidupan ke kehidupan, semuanya bergantung pada jiwa kebijaksanaan.

Bekerja sama dalam kesatuan dan keharmonisan dengan tekun dan bersemangat
Menyebarkan Dharma, membawa manfaat bagi sesama, dan mewariskan semangat Tzu Chi
Menghargai jiwa kebijaksanaan dan menginventarisasi kehidupan
Mencurahkan perhatian dan bersumbangsih bagi dunia

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 22 Februari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 24 Februari 2026
Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -