Ceramah Master Cheng Yen: Meneruskan Misi Amal dengan Cinta Kasih yang Berkelanjutan


Saya tetap bersyukur. Setiap minggu, kita mengadakan rapat untuk membahas apa yang telah Tzu Chi lakukan dalam seminggu terakhir. Selama bertahun-tahun, yang kita lakukan tak lain ialah bersumbangsih dengan cinta kasih. Kita terjun ke tengah masyarakat dan langsung memberikan bantuan jika orang yang membutuhkan ada di dekat kita.

Di tempat yang jauh, kita juga melihat para insan Tzu Chi yang tersebar di berbagai negara. Di negara-negara itu, saat terjadi bencana alam, baik bencana besar maupun kecil, asalkan ada insan Tzu Chi di sana, mereka akan segera mengembangkan potensi kebajikan. Karena itulah, dalam beberapa tahun terakhir, tugas insan Tzu Chi Taiwan menjadi lebih ringan.

Dahulu, di mana pun bencana terjadi, insan Tzu Chi Taiwan akan segera bergerak. Kita bukan sekadar menggalang dana, tetapi juga menggalang cinta kasih dan tenaga. Dahulu, kita juga pernah menggalang pakaian. Orang-orang pun merespons dengan antusias. Sesungguhnya, itu juga demi menggalang cinta kasih. Setelah mendengar dan memikirkannya, orang-orang bersedia untuk melakukan tindakan nyata. Jadi, apa pun yang orang-orang sumbangkan, kita akan menerimanya.

Lalu, para insan Tzu Chi akan memilahnya. Pakaian yang kotor harus dicuci satu per satu, pakaian yang sobek juga harus dijahit satu per satu. Jika ada pakaian yang kancingnya tidak lengkap, relawan kita juga mengganti semua kancingnya sehingga terlihat seragam. Semua pakaian juga digosok hingga terlihat seperti baru, baru dikemas.

Pakaian anak-anak, pria, dan wanita, semuanya dipilah berdasarkan ukurannya dan dikemas dalam dus dengan rapi. Lalu, semuanya dimasukkan ke dalam peti kemas dan dikirimkan lewat laut. Saat ada kebutuhan darurat, kita juga melakukan pengiriman lewat udara. Inilah yang kita lakukan pada masa-masa awal di tengah kondisi yang penuh kesulitan. Namun, kekuatan dan tekad yang berharga itu masih sama hingga sekarang.


Pada masa-masa awal yang penuh kesulitan, tanpa orang-orang yang bertekad dan mengerahkan tenaga, Tzu Chi tidak mungkin bisa menjangkau dunia internasional sekarang. Kini, saat melihat dan mendengar laporan relawan kita, saya selalu sangat tersentuh. Rasa syukur saya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Saya berharap Bodhisatwa sekalian dapat bertekad untuk terus mengulurkan tangan. Dengan demikian, kekuatan cinta kasih akan berlanjut hingga selamanya. Jadi, misi amal akan terus kita jalankan hingga selamanya.

Tekad yang kita bangkitkan dahulu tidak pernah berubah hingga sekarang. Hendaklah kita mempertahankan tekad kita hingga masa mendatang yang tak terhingga. Jangan membiarkan tekad kita terputus. Kita harus mencurahkan cinta kasih secara berkelanjutan.

Buddha membabarkan ajaran tentang sebab, kondisi, buah, dan akibat. Sebab, kondisi, buah, dan akibat akan terus berlanjut dari kehidupan ke kehidupan. Dahulu, pada generasi kita, kehidupan masyarakat memang membutuhkan uluran tangan insan penuh kasih.

Kini, kehidupan orang-orang telah membaik. Meski demikian, jika memanfaatkan teknologi sekarang untuk memandang ke seluruh dunia, kita akan melihat kesenjangan yang ekstrem. Yang kaya sangat kaya, sedangkan yang miskin teramat miskin.


“Saat saya pergi mengambil air atau makanan, ada banyak orang yang berdesak-desakan. Terkadang, saya mendapatkan makanan. Terkadang, saya hanya pulang dengan tangan kosong. Suatu kali, saya terkena tumpahan sup hingga mengalami luka bakar,” kata Luai Saifan, Pengungsi Jalur Gaza.

“Apa yang kamu inginkan?” tanya relawan.

“Telur’,” jawab Luai Saifan.

Seperti inikah kehidupan manusia? Mereka juga manusia, tetapi kehidupan mereka tidak seperti orang-orang pada umumnya. Kehidupan sehari-hari mereka jauh dari kata normal. Saya sungguh tidak tega melihatnya.

Mereka berada jauh dari kita. Namun, berhubung kini insan Tzu Chi telah tersebar di berbagai negara, kita hendaknya lebih sering membagikan hal-hal seperti ini agar makin banyak orang yang terinspirasi dan kekuatan kita untuk bersumbangsih pun terus meningkat. Singkat kata, pelaksanaan misi amal membutuhkan aksi nyata banyak orang.


Kita harus menginspirasi orang-orang untuk menggalang lebih banyak tenaga dan cinta kasih. Kita hendaknya senantiasa menghimpun tenaga dan cinta kasih orang banyak. Di dunia yang luas ini, yang biasanya kita lihat ialah orang-orang yang hidup dengan sangat baik. Akan tetapi, ada pula orang-orang menderita yang tidak bisa kita lihat secara langsung.

Lewat siaran berita internasional, kita baru mengetahui keberadaan mereka. Kita selalu menjalankan Tzu Chi dan menjalin kontak dengan dunia internasional. Saat menerima informasi tentang bencana yang terjadi di suatu tempat, kita akan pergi ke sana untuk mencurahkan perhatian. Di mana pun ada orang yang kelaparan, kita akan segera menyediakan bahan pangan untuk membebaskan mereka dari kelaparan. Hendaklah kita lebih bekerja keras dalam hal ini.

Relawan Tzu Chi bersumbangsih dan melenyapkan penderitaan di wilayah masing-masing
Menggalang cinta kasih dan melakukan estafet untuk menyalurkan bantuan
Membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain dengan rasa syukur dan rasa hormat
Meneruskan misi amal dengan cinta kasih yang berkelanjutan

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 14 September 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 16 September 2026
The beauty of humanity lies in honesty. The value of humanity lies in faith.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -