Ceramah Master Cheng Yen: Mengabadikan Keindahan dan Kebajikan serta Mewariskannya
Dalam kehidupan ini, waktu terus bergulir. Apa lagi yang kita inginkan? Saya tidak menginginkan apa-apa lagi, hanya berharap saat saya duduk dan berbicara di sini, semua orang dapat mendengarnya dengan jelas. Hanya demikian.
Saya berharap misi kita dapat terus dijalankan dan Jalan Tzu Chi dapat makin panjang dan luas. Untuk memperpanjang jalan ini, hendaklah kita terus membentangkan dan menapaki jalan ini. Kita juga harus terus memperluas jalan ini agar siapa pun yang bertekad dapat menapakinya. Hendaklah kita membentangkan jalan seluas itu.
Dahulu, saat Tzu Chi dimulai dengan praktik donasi 50 sen, jalan kita masih sangat sempit. Seiring perjalanan kita, jalan ini pun makin terbentang luas. Setelah mendirikan misi amal, kita juga mendirikan misi kesehatan, misi pendidikan, lalu misi budaya humanis. Semangat misi kita ialah saat orang-orang dilanda kemiskinan dan bencana, Tzu Chi selalu berusaha semaksimal mungkin untuk bersumbangsih tanpa pamrih.
Dahulu, kita menyisihkan 50 sen setiap hari untuk membeli beras bagi orang yang kekurangan. Untuk keluarga yang anggotanya agak banyak, kita membagikan lebih banyak beras. Setelah membagikan beras, jika melihat mereka tidak memiliki minyak dan sayuran, kita juga akan membantu agar mereka dapat membelinya. Jadi, bantuan yang kita berikan terus bertambah.

Saat Tahun Baru Imlek hampir tiba, kita tahu bahwa anak-anak selalu mendambakan pakaian baru. Karena itu, kita segera membeli perlengkapan Tahun Baru Imlek bagi setiap keluarga yang membutuhkan. Ada kincam, jamur kuping, dan terkadang juga ada jamur shitake. Dahulu, jamur shitake sangatlah mahal.
Saya berpikir, "Umumnya, pada Tahun Baru Imlek, orang-orang dapat makan enak beberapa hari, mengapa orang-orang kurang mampu tetap hanya bisa makan nasi dengan kecap asin?" Saya harap mereka juga dapat merasakan suasana tahun baru dan memberikan angpau kepada anak-anak. Mereka telah bersusah payah seumur hidup. Kita harap baik anak-anak maupun orang dewasa, semuanya dapat merasakan sukacita Tahun Baru Imlek.
Saat itu, menjelang bulan 12 Imlek, kita mulai bergerak untuk mengukur pakaian, termasuk seragam warna khaki anak-anak dan pakaian yang akan dikenakan warga lansia pada Tahun Baru Imlek. Pada masa-masa awal, selama sekitar 10 tahun, kita menyiapkan perlengkapan Tahun Baru Imlek bagi setiap keluarga kurang mampu dan memastikan bahwa mereka mengenakan pakaian baru.
Sejak belum memiliki apa-apa dan baru mulai menyerukan praktik celengan bambu, kita berusaha bersumbangsih semaksimal mungkin. Kita menghimpun tetes demi tetes donasi orang banyak serta terus menyebarkan cinta kasih agar orang-orang mengerti bahwa cinta kasih dapat mendatangkan berkah bagi dunia.


“Pascabencana di Guangfu kali ini, curahan perhatian insan Tzu Chi tidak pernah terputus. Guangfu pun terus pulih secara bertahap. Sebelum Topan Ragasa menerjang, kami semula memiliki 8 Toko Cinta Kasih. Sejak bulan Desember, kita kembali melakukan kunjungan. Hingga kini, sudah ada 55 toko yang turut mencurahkan cinta kasih dan bergabung menjadi Toko Cinta Kasih,” kata Huang Li-yun, relawan Tzu Chi.
Cinta kasih hendaknya terus kita sebarkan. Kali ini, kalian kembali menggalang banyak Toko Cinta Kasih. Saya berharap para pemilik toko dapat langsung melihat celengan bambu kita begitu membuka pintu. Bambu itu berongga dan yang dimasukkan ke dalamnya adalah dana cinta kasih. Setiap hari, saat mengelap meja, pemilik toko akan mengangkat celengan bambu itu, mengelapnya, lalu menaruhnya kembali.
Jadi, pemilik toko pasti akan menyentuh celengan bambu ini setiap hari. Mereka dapat melihat orang memasukkan uang ke dalamnya dan mendengar bunyinya. Ada pula yang memiliki banyak uang logam dan memasukkan semuanya ke dalam celengan bambu. Mereka memasukkannya dengan sukacita, orang yang melihatnya juga sangat sukacita. Begitu pula dengan orang yang mengumpulkan donasi mereka.
Cinta kasih berdiam di Toko Cinta Kasih. Dalam dialek Taiwan, kata "toko" dan "berdiam" terdengar hampir sama. Aksara Tionghoa "berdiam" ini terdiri atas "toko" dan "hati". Jadi, yang berdiam di sini adalah cinta kasih dari hati.
Program Toko Cinta Kasih membuat saya sangat sukacita. Sebelumnya, mereka mungkin tidak memiliki jalinan jodoh untuk bergabung dengan Tzu Chi. Saat memperkenalkan celengan bambu ini pada mereka, kita secara alami akan berbagi tentang kisah celengan bambu Tzu Chi. Saya berharap setiap orang dapat membangkitkan cinta kasih setiap hari.


Kini, Tzu Chi telah berdiri 60 tahun. Jalan kita pun menjadi jauh lebih lapang. Saat ini, bantuan Tzu Chi telah menjangkau 139 negara dan wilayah. Karena itu, saya sungguh sangat bersyukur. Mengenang masa lalu, saya merasa bahwa kedatangan saya di dunia ini tidak sia-sia. Mari kita memikirkan dan menginventarisasi sejarah Tzu Chi di Taiwan dan di seluruh dunia serta menulisnya menjadi buku demi buku. Ini sama seperti Sutra Agama dalam Buddhisme.
Belakangan ini, saya sering mengimbau kalian untuk mempelajari Sutra Agama yang mengandung banyak kisah pada era Buddha. Kini, saat hendak membabarkan Dharma, kita dapat mengambil kisah-kisah dalam Sutra Agama yang dibabarkan oleh Buddha dahulu. Saat itu, Buddha bisa bercerita tentang kisah pada berbagai kehidupan lampau.
Kini, kita tidak perlu bercerita tentang kehidupan lampau, cukup berbagi tentang kisah di berbagai negara pada kehidupan sekarang. Kita memiliki tanggung jawab untuk menulis kisah-kisah Tzu Chi di berbagai negara. Demikianlah cara kita membalas kebaikan Bodhisattva dunia zaman sekarang. Kitab sejarah Tzu Chi ini bagaikan Sutra Agama Tzu Chi dan bisa sangat menakjubkan. Jadi, mari kita lebih bersungguh hati.
Waktu terus bergulir dan kehidupan tidaklah kekal. Kenyataan ini telah terpampang di hadapan kita. Saya pun telah lanjut usia. Saya terus berpikir, saat waktu saya tiba, apa yang akan kalian lakukan? Kini, saya terus melihat dan mendengar kalian berbagi pemahaman dan pemikiran kalian. Hendaklah kalian menyusunnya menjadi sebuah buku. Itu bagaikan Sutra Agama zaman sekarang. Hendaklah kalian menyuntingnya dengan baik.
Memulai langkah dari dana kecil dan terus membentangkan jalan agung
Menolong orang yang membutuhkan dan menciptakan berkah secara luas
Menghimpun cinta kasih lewat celengan bambu di toko
Mengabadikan keindahan dan kebajikan serta mewariskannya
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 09 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 11 Oktober 2026







Sitemap