Ceramah Master Cheng Yen: Mengajarkan Keluhuran dan Membangkitkan Kebijaksanaan


“Tidak perlu menunggu hingga saya tumbuh dewasa, baru menolong orang lain. Contohnya, dengan membuat kue tahun baru hari ini, hasil penjualannya juga dapat menolong sesama,”
kata Foo Kai Jun, Murid Sekolah Tzu Chi.

“Kami membuat kue-kue ini untuk dijual, lalu akan menyumbangkan penghasilannya untuk dijadikan dana bantuan pendidikan,” kata Tee Bo Xuan, Murid Sekolah Tzu Chi.

“Kita harus bertutur kata baik, berbuat baik, dan menyisihkan uang ke dalam celengan bambu. Sisihkanlah uang ke dalam celengan bambu setiap hari untuk menolong lebih banyak orang,” kata Jornes Cheong, Murid TK Tzu Chi.

Pendidikan adalah Proyek Harapan. Pendidikan sangatlah penting. Cinta kasih juga harus dibina lewat pendidikan sejak usia dini. Saya sungguh sangat bersyukur. Pendidikan memang sangat penting. Untuk mewujudkan keharmonisan masyarakat dan mendukung kemajuan umat manusia, semuanya membutuhkan pendidikan. Namun, jika tingginya pendidikan tidak diiringi dengan keluhuran, maka makin tinggi pendidikan dan wawasan, tanpa arah yang benar, kondisi dunia akan makin kacau.

Sesungguhnya, setiap orang memiliki arah yang benar karena memiliki hati Buddha yang murni. Kebijaksanaan Buddha sangat murni dan tanpa noda. Dengan kebijaksanaan yang tulus dan murni, kita mengerahkan cinta kasih. Inilah keluhuran. Setiap orang hendaknya memiliki keluhuran dan cinta kasih agung yang murni tanpa noda. Inilah yang kita bina dengan kebijaksanaan.

“Sejak kelas 1 SD hingga sekarang, saya selalu menyisihkan uang ke dalam celengan bambu,” kata Adik Lai Murid SD.

“Di dalam ini ada cinta kasih saya. Saya ingin menyebarkan cinta kasih kepada orang-orang yang menderita,” kata Adik Li Murid TK.

“Sejak kembali ke Griya Jing Si sebelumnya, saya mulai menyisihkan uang karena saya merasa bahwa menolong sesama adalah hal yang sangat menyenangkan,” kata Adik Peng, Murid SD.


Tzu Chi hampir berusia 60 tahun. Belakangan ini, saya sering mengenang bagaimana kita menabur benih pada masa-masa awal hingga kini memiliki hamparan hutan yang begitu luas. Kita sudah menciptakan hutan yang rimbun. Kita telah membangun Empat Misi Tzu Chi dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Kita juga telah mengembangkan misi relawan komunitas, pelestarian lingkungan, dan lain-lain hingga membentuk Empat Misi dan Delapan Jejak Dharma Tzu Chi. Saya sangat bersyukur semua orang sangat tekun. Semua orang bersatu hati. Tiga orang atau lebih dapat membentuk kelompok. Semua orang bersama-sama mendukung Empat Misi Tzu Chi dengan tekun dan penuh cinta kasih.

Kita menjaga tekad dan menjalankan ajaran. Saya berharap tekad dan ikrar kita dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Untuk itu, dibutuhkan pendidikan. Kita bisa melihat di Tainan dan Hualien, para kepala sekolah dan guru sangat bersungguh hati. Saya bersyukur atas dukungan para orang tua murid dan dedikasi para guru.

Semua orang memiliki kesatuan tekad. Melihat bagaimana kita mendidik anak-anak sejak usia dini membuat kita dipenuhi keyakinan. Kita yakin bahwa asalkan para guru terus membina murid-murid dengan cinta kasih, kita pasti bisa membina insan berbakat. Meski misi pendidikan kita bertujuan untuk membina insan berbakat bagi dunia, kita juga harus ingat untuk membina insan berbakat bagi badan misi kita sendiri.

Kita harus mengukuhkan empat misi kita lewat misi pendidikan. Jadi, kita harus berbagi dengan murid-murid bagaimana misi amal bersumbangsih bagi orang-orang di seluruh dunia dengan tulus. Agar mereka lebih memahami nilai Tzu Chi, kita juga hendaknya berbagi dengan mereka tentang pelaksanaan misi amal di dunia internasional.


Kita juga harus berbagi tentang bagaimana misi kesehatan melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih. Kita juga harus berbagi dengan mereka tentang bagaimana kita memberikan pendidikan menyeluruh dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah, perguruan tinggi, bahkan hingga menjadi dokter atau perawat.

Kita membina insan berbakat bagi badan misi sendiri. Kita harus membuat orang-orang bisa mendengar dan melihat bagaimana berbuat baik dan menuju arah yang benar. Kita berbagi tentang bagaimana kita menjalankan misi amal, budaya humanis, pendidikan, dan kesehatan untuk membina insan berbakat.

Untuk menjalankan Empat Misi Tzu Chi di berbagai negara, kita harus membina insan berbakat sendiri. Kelak, kita juga bisa mengutus mereka ke luar negeri untuk mengemban Empat Misi Tzu Chi. Kita harus membina insan berbakat sendiri. Jika bisa demikian, kehidupan kita akan bernilai.

Belakangan ini, saya sering berkata bahwa kita harus mengembangkan nilai kehidupan. Untuk terus mengembangkan nilai kehidupan, pertama-tama, kita harus melakukan hal yang benar. Berhubung telah memiliki empat misi, kita hendaknya membina insan berbakat sendiri. Dengan demikian, barulah jiwa kebijaksanaan bisa diteruskan.

Jadi, saya sangat berharap kita dapat membina insan berbakat bagi seluruh dunia. Namun, saat ini, kita harus terlebih dahulu mengukuhkan Empat Misi Tzu Chi. Tentu saja, kita juga membutuhkan insan berbakat. Karena itu, saya berharap kita dapat terus memantapkan diri.

Cahaya lampu tak hanya menerangi lingkungan sekitar. Dengan adanya cahaya lampu, kita dapat mengamati dan menginventarisasi diri sendiri. Kita juga harus memperhatikan apakah ada bagian tubuh yang kurang sehat. Jadi, kita harus menginventarisasi luar dan dalam.


Kita membina insan berbakat untuk meneruskan jiwa kebijaksanaan. Kehidupan perlu dijaga, jiwa kebijaksanaan juga perlu dijaga. Ini harus diterapkan di seluruh dunia. Ini merupakan harapan saya yang sangat besar. Intinya, saya berharap semua orang bersungguh hati mengukuhkan silsilah Dharma dan mazhab Tzu Chi.

Silsilah Dharma berkaitan dengan jiwa kebijaksanaan, sedangkan mazhab Tzu Chi berkaitan dengan Empat Misi Tzu Chi, yakni misi kesehatan, pendidikan, budaya humanis, dan amal. Untuk menumbuhkan jiwa kebijaksanaan, silsilah Dharma kita harus terus diwariskan. Karena itulah, saya sering berkata bahwa silsilah Dharma Jing Si adalah giat mempraktikkan jalan kebenaran; mazhab Tzu Chi adalah Jalan Bodhisatwa di dunia.

Kita harus giat bersumbangsih bagi dunia untuk mengembangkan nilai kehidupan kita. Sulit untuk terlahir sebagai manusia. Seiring berlalunya waktu, kaum paruh baya menjadi kaum lansia, kaum muda menjadi kaum paruh baya. Kita membina kaum muda sejak mereka berusia dini hingga menjadi insan berbakat bagi kita.

Mari kita bersatu hati untuk menumbuhkan jiwa kebijaksanaan dan cinta kasih murid-murid kita sekarang dan di masa mendatang. Inilah harapan terbesar saya.

Melindungi cinta kasih lewat Proyek Harapan
Membina insan berbakat dengan mengajarkan keluhuran dan membangkitkan kebijaksanaan
Meneruskan misi hingga selamanya dan menuju arah yang benar
Mengukuhkan silsilah Dharma dan menyebarluaskan mazhab Tzu Chi

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 10 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 12 April 2026
Kita sendiri harus bersumbangsih terlebih dahulu, baru dapat menggerakkan orang lain untuk berperan serta.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -