Ceramah Master Cheng Yen: Mengemban Misi dan Tekad sebagai Dokter


Hari ini, kita mendengar kisah banyak dokter yang merupakan lulusan Universitas Tzu Chi. Saya merasa sangat bersyukur telah melakukan hal yang benar dalam hidup saya. Dahulu, kita mendirikan sekolah tinggi kedokteran karena setelah mendirikan rumah sakit, kita mendengar bahwa sulit untuk mempekerjakan dokter dan perawat di wilayah timur Taiwan. Saat itu, akses transportasi antara wilayah timur dan barat tidak memadai. Setelah mendirikan rumah sakit yang besar itu, kita sangat membutuhkan perawat dan dokter. Lalu, kita harus bagaimana?

Setelah meresmikan rumah sakit, kita pun mendirikan akademi keperawatan. Setelah itu, kita juga mendirikan sekolah tinggi kedokteran. Semua ini membutuhkan kerja keras. Bayangkanlah bagaimana saya memulai Tzu Chi dari donasi 50 sen dan terus menjalankannya hingga sekarang. Di Taiwan, Tzu Chi memiliki delapan rumah sakit dan satu klinik. Jadi, kita sangat bersungguh hati bersumbangsih.

Saya sering berbagi tentang kisah di Chiayi ini. Saat saya berada di Chiayi, Chang Po-ya memberi tahu saya bahwa wilayah ini sangat membutuhkan rumah sakit. Karena itu, saya akhirnya mendirikan rumah sakit di wilayah barat Taiwan ini. Kalian semua tahu bahwa awalnya, luas lahan kita hanya 18 hektare lebih. Saya berkata, "Alangkah baiknya jika luasnya bisa genap 20 hektare." Lalu, ayah mertua A-jing berkata, "A-jing, bukankah kita memiliki lahan di samping lahan ini? Jika digabung, luasnya hampir mencapai 20 hektare." Jadi, jalinan jodoh telah matang. Kita harus menghargai jalinan jodoh ini.


Di Dalin, kita telah memberikan pelayanan medis yang menyelamatkan nyawa banyak orang. Setiap kali berkunjung ke sini, mendengar kalian berbagi kisah merupakan kenikmatan terbesar bagi saya. Ini membuat saya sangat terhibur, bersyukur, dan tersentuh. Di rumah sakit besar di tengah sawah ini, tanpa para dokter yang bertekad dan berikrar, tanpa para perawat yang penuh cinta kasih, bagaimana mungkin kita bisa melindungi kesehatan warga di wilayah terpencil ini?

Tahun ini, Tzu Chi hampir berusia 60 tahun. Kini, misi kesehatan Tzu Chi telah dijalankan di 50-an negara di seluruh dunia, termasuk didirikannya rumah sakit dan klinik. Tzu Chi telah menjangkau berbagai negara dan menyelamatkan banyak orang. Ini berkat adanya jalinan jodoh. Saya bersyukur kepada semua orang yang memiliki jalinan jodoh dengan Tzu Chi, terlebih para tenaga medis.

Saya menyebut para dokter "Tabib Agung" dan menyebut para perawat "Suciwan Berjubah Putih". Tabib Agung dapat menyelamatkan kehidupan. Buddha datang ke dunia untuk menyelamatkan jiwa kebijaksanaan orang-orang, sedangkan dokter menyelamatkan nyawa pasien. Karena itulah, saya menyebut mereka "Tabib Agung".


Kini, teknologi sangatlah maju. Orang-orang yang jatuh sakit akan dilarikan ke rumah sakit. Di tempat berhimpunnya pasien, selain dokter, perawat juga harus ada. Jadi, para perawat adalah "Suciwan Berjubah Putih" yang melindungi kehidupan. Suciwan Berjubah Putih adalah Bodhisattva Avalokitesvara. Nama lain dari Bodhisattva Avalokitesvara ialah Suciwan Berjubah Putih.

Selain menyelamatkan kehidupan manusia, kita juga harus menyelamatkan jiwa kebijaksanaan mereka. Saya bukanlah dokter ataupun perawat. Namun, saya mengemban tanggung jawab atas jiwa kebijaksanaan orang-orang. Di wilayah pedesaan seperti ini, kehangatan antarmanusia terasa di mana-mana. Hendaklah kita melindungi kesehatan dan kehidupan dengan cinta kasih di sini. Inilah yang selalu saya katakan kepada rumah sakit kita, terlebih RS Tzu Chi Dalin.

Di sini, kita harus melindungi kesehatan dengan cinta kasih. Kita dibutuhkan di wilayah ini untuk melindungi kehidupan. Saya sangat tersentuh dan bersyukur. Berhubung memiliki jalinan jodoh dengan wilayah ini, kalian hendaknya menulis kisah kalian.

Belakangan ini, saya sering berkata bahwa kita harus menulis sejarah dan kisah kita. Para hadirin di sini sudah sangat senior. Kita datang ke sini dan mendirikan rumah sakit di sini. Di sini, kalian bertemu dengan banyak pasien dan kaum lansia yang sangat menggemaskan. Ada yang sangat menggemaskan, ada pula yang sangat memprihatinkan. Hendaklah kalian menulis semua kisah itu.

Saya sangat menginginkan catatan sejarah misi kesehatan Tzu Chi. Saya ingin mendokumentasikan seluruh sejarah misi kesehatan Tzu Chi. Kini, kita tengah melakukan dokumentasi. Ini akan menjadi kitab sejarah misi kesehatan Tzu Chi. Kitab sejarah misi kesehatan Tzu Chi ini akan diwariskan di masa mendatang.

Mulai sekarang, kita harus mewariskan sejarah dari generasi ke generasi. Ini bisa dimulai dari kisah rumah sakit di tengah sawah. Bagaimana kita mengembangkan lahan ini? Bagaimana kita menjalankan misi kesehatan di sini? Bagaimana kita melindungi kehidupan dan kesehatan begitu banyak orang di area yang luas ini?


Lihatlah, setiap kali berkunjung ke sini, saya bisa melihat gedung tinggi dari kejauhan. Gedung apakah itu? Gedung rumah sakit kita. Ia bahkan telah menjadi bangunan ikonik setempat. Di sinilah rumah sakit kita berdiri. Jadi, saya sangat bersyukur. Tanpa kalian, bagaimana mungkin gedung-gedung ini bisa berdiri dengan kokoh di sana?

Saudara sekalian, berkat kekuatan cinta kasih, kita dapat mendirikan rumah sakit besar. Rumah sakit ini berdiri bukan berkat saya sendiri. Berkat dukungan banyak orang, barulah rumah sakit ini bisa merawat para pasien. Rumah sakit ini milik kita bersama. Dahulu, saat memilih jurusan, para dokter memilih untuk menjadi dokter dan para perawat memilih untuk merawat pasien. Semua ini membutuhkan cinta kasih.

Kini, saya berkata bahwa kita harus melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih. Saya telah menyebutkan ikrar kalian dalam hidup ini. Ikrar kalian sama dengan ikrar saya. Saya mendirikan rumah sakit dan kalian mendedikasikan diri di sini untuk melindungi kehidupan warga setempat, melindungi kesehatan warga setempat, serta melindungi kebahagiaan dan cinta kasih warga setempat. Inilah yang ingin saya percayakan pada kalian.

Mematangkan jalinan jodoh dan menghimpun kekuatan orang banyak
Bertekad dan berikrar untuk menjadi batu karang pelindung kehidupan
Para tenaga medis melenyapkan penderitaan akibat penyakit
Membawa kehangatan bagi dunia dengan welas asih dan kelembutan

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 16 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 18 Januari 2026
The beauty of humanity lies in honesty. The value of humanity lies in faith.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -