Ceramah Master Cheng Yen: Mengemban Tanggung Jawab atas Misi Buddha
“Dalam rangka Hari Kelahiran Buddha tahun 2026, kita mengadakan upacara pemandian rupang Buddha. Tahun ini adalah ulang tahun Tzu Chi yang ke-60. Jejak langkah Tzu Chi selama 60 tahun ini merupakan catatan kaki terindah ajaran Buddha di dunia. Malam ini, semua kondisi berpadu dan semua orang menyatukan hati dan pikiran. Mari kita bersyukur kepada 600 sesepuh dan anggota Sangha dari berbagai negara yang memimpin semua orang dalam persamuhan Dharma untuk menerima kebaikan dan keluhuran Buddha.”
Segala sesuatu di dunia ini terakumulasi seiring waktu. Tzu Chi ada berkat kesungguhan hati semua orang. Saya juga bersyukur atas perlindungan dari Tiga Permata, yakni Buddha, Dharma, dan Sangha. Tentu saja, setiap hari, saya masih memberikan penghormatan kepada guru saya.
Selama 60 tahun ini, setiap hari, saya mengenang enam kata dari beliau. Saat bersujud di hadapan beliau, saya bertekad untuk meyakini, menerima, dan menjalankan ajarannya. Pertama kali berbicara dengan saya, beliau berpesan, "Demi ajaran Buddha, demi semua makhluk." Dengan ketulusan dari lubuk hati saya, saya menjawab bahwa saya akan menjalankannya. "Demi ajaran Buddha, demi semua makhluk", saya berikrar seperti ini di hadapan guru saya setiap hari.
Setiap hari, saat memberi penghormatan kepada Buddha, saya berkata kepada guru saya, "Saya selalu ingat untuk berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk." Saya akan selalu ingat untuk berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Namun, apa yang bisa saya lakukan demi ajaran Buddha? Seberapa banyak saya bisa bersumbangsih demi semua makhluk? Sesungguhnya, sangat sedikit. Yang saya miliki hanyalah nama belaka. Saya terjun ke tengah masyarakat dengan ajaran Buddha dan memiliki jalinan jodoh untuk mendirikan Tzu Chi. Inilah satu-satunya yang bisa membuat saya terhibur.

Namun, saya pernah berkata bahwa Tzu Chi ada berkat dukungan para insan Tzu Chi. Tanpa dukungan mereka, bagaimana bisa Tzu Chi dijalankan? Setiap orang terus bersumbangsih dengan mengerahkan kekuatan cinta kasih sedikit demi sedikit untuk mengimbau orang-orang dan menjalankan Tzu Chi. Ini semua karena kita adalah insan Tzu Chi. Semuanya bersumbangsih atas nama Tzu Chi. Para insan Tzu Chi melakukan semua ini demi saya.
Saya sering berkata bahwa siapa yang menabur, dialah yang akan menuai. Setiap orang akan menuai buah dari perbuatannya sendiri. Namun, saya tetap bersyukur karena saat bersumbangsih, mereka selalu berbagi tentang Tzu Chi. Mereka berkata bahwa mereka adalah insan Tzu Chi dan murid saya. Meski yang saya miliki hanyalah nama belaka, tetapi saya tetap bersyukur atas kesungguhan hati mereka.
Kehidupan kita akan terasa nyata saat kita memanfaatkannya untuk bersumbangsih dan membawa manfaat bagi orang-orang. Sepanjang hidup saya, saya selalu berada di Taiwan dan tidak pernah pergi ke negara lain. Bahkan, saya sangat jarang bepergian. Terlebih beberapa tahun belakangan ini, jarak yang saya tempuh makin pendek, sama seperti usia kehidupan saya.
Seiring berlalunya waktu, usia kehidupan juga berkurang. Karena itu, saya senantiasa mawas diri. Meski enggan menyerah pada usia, tetapi sesuai hukum alam, semua orang akan menua. Demikianlah hukum alam, tiada yang bisa mengalahkannya. Karena itu, saya harus mengaku bahwa diri saya telah tua. Berapa banyak sisa waktu saya?


Setiap hari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa seiring berlalunya waktu, usia kehidupan juga berkurang. Hanya saja, mengenai "demi ajaran Buddha, demi semua makhluk" yang disampaikan oleh guru saya, saya merasa bahwa yang saya lakukan tidaklah banyak. Usia kehidupan bisa panjang, juga bisa pendek. Yang terpenting, kita harus menjalin jodoh baik dengan semua makhluk.
Setelah meninggalkan keduniawian, saya selalu berpikir apakah saya menjalin jodoh baik dengan semua makhluk. Tentu saja, saya bersyukur kepada guru saya yang memberi saya enam kata itu. Jadi, saya berusaha semaksimal mungkin untuk berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Bagaimana saya berjuang demi ajaran Buddha?
Sesungguhnya, setiap ladang pelatihan mungkin memiliki arah yang agak berbeda. Arah Tzu Chi hanyalah membimbing orang-orang untuk berbuat baik. Orang-orang bergabung menjadi insan Tzu Chi atau tidak, itu bukanlah masalah. Yang penting, setiap orang yang memasuki pintu Buddha harus berbuat baik.
Tzu Chi memang agak berbeda. Kalian yang bergabung dengan Tzu Chi pasti pernah terlibat dalam aktivitas Tzu Chi, berinteraksi dengan insan Tzu Chi, dan turut berbuat baik bersama. Inilah yang disebut insan Tzu Chi. Setelah mengenal Tzu Chi dengan baik, mereka baru mengenal saya. Mereka membimbing semua makhluk untuk menjalankan Tzu Chi bersama saya. Kita semua merupakan partner pelatihan diri. Karena itulah, saya sangat bersyukur.


Kini, kita bisa melihat bahwa ajaran Buddha harus mengandalkan kaum muda. Kaum muda hendaknya jangan takut bekerja keras. Kita memasuki pintu Buddha bukan demi menikmati hidup ataupun melepas tanggung jawab. Sebaliknya, kita hendaknya makin berdedikasi, tidak takut bekerja keras, dan memikul misi Buddha.
Kita hendaknya benar-benar terjun ke tengah masyarakat, jangan hanya membawa manfaat bagi diri sendiri. Janganlah kita membiarkan waktu berlalu sia-sia. Jadi, siapa yang melatih diri, dialah yang memperoleh pencapaian. Kita akan menuai hasil dari apa yang kita tabur. Ada yang berkata, "Master, saya melimpahkan semua jasa kepada Master." Bisakah jasa orang lain dilimpahkan kepada saya?
Jika Anda makan, saya tidak akan merasa kenyang. Jika Anda menambah satu makanan kecil hari ini, nutrisinya tetap milik Anda. Nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi tidak mungkin masuk ke tubuh saya. Siapa yang menabur, dialah yang akan menuai. Siapa yang makan, dialah yang akan merasa kenyang. Orang-orang zaman dahulu sering berkata demikian. Namun, ini bisa menjadi jalinan jodoh bagi orang-orang untuk tekun dan bersemangat melatih diri. Ini juga sangat baik. Jadi, saya sangat bersyukur.
Saya berharap saat memiliki jalinan jodoh, kita dapat lebih sering berinteraksi dengan masyarakat, membimbing masyarakat menapaki jalan kebenaran, bertutur kata baik, dan menyebarkan ajaran Buddha. Ini disebut menyebarkan Dharma.
Membangkitkan ikrar yang mendalam untuk menjalankan ajaran guru
Mempraktikkan kebajikan dan menjalin jodoh baik secara luas
Mengemban tanggung jawab atas misi Buddha
Menyebarkan jalan kebenaran untuk membawa manfaat bagi semua makhluk
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 1 Mei 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 13 Mei 2026







Sitemap